Senin, 21 September 2026
00:03 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Aljir

Aljir

ibu kota Aljazair

Algiers
الجزائر   (Arabic)
Dzayer دزاير   (Berber)
Searah jarum jam dari atas kiri: Bangunan sepanjang Pantai Mediterania Aljir, Martyrs Memorial, Notre Dame d'Afrique, Masjid Ketchaoua, Casbah, Grand Post Office dan Menteri Keuangan Aljazair
Searah jarum jam dari atas kiri: Bangunan sepanjang Pantai Mediterania Aljir, Martyrs Memorial, Notre Dame d'Afrique, Masjid Ketchaoua, Casbah, Grand Post Office dan Menteri Keuangan Aljazair
Lambang resmi Algiers
Lambang
Julukan: 
Algiers the White ; Algiers the Dazzling
Negara Aljazair
WilayaProvinsi Aljir
Didirikan kembaliTahun 944
Pemerintahan
  Wali (Gubernur)Khalida Toumi
Ketinggian0,9 m (3 ft)
Populasi
 (1998 untuk kota, 2007 untuk wilayah metropolitan)[1][2]
  Kota1.519.570
  Metropolitan3.354.000
Zona waktuUTC+1 (CET)
Kode pos
16000–16132
Situs webRoadhouse

Aljir (bahasa Arab:ولاية الجزائر El-Jazair; bahasa Prancis:Alger; bahasa Inggris:Algiers ) adalah ibu kota Aljazair dan kota terbesar dari Aljazair yang terletak di Afrika Utara. Kota ini juga merupakan pelabuhan laut utama, pusat politik dan basis kebudayaan, juga "rumah" bagi para perompak Berber yang termasyhur dari abad ke-16 sampai abad ke-19.

Menurut sensus pada tahun 1998, populasi kota ini adalah 1.519.570 jiwa, sementara total penduduk adalah 2,135,630.

Penamaan

Pada awalnya, wilayah ini diberi nama "Ikosim" oleh bangsa Fenisia yang berarti "pulau burung camar". Namanya kemudian berubah menjadi "Ikosium" di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi. Pada sekitar 960 M, Pangeran Bologhine Ibn Ziri Ben Menad merestorasi kota dan mengganti nama kota menjadi Al Djazair Beni Mezghenna. Al Djazair berasal dari bahasa Arab yang berarti "kepulauan karang" karena kota ini berada di pesisir yang menghadap ke kepulauan karang di Laut Mediterania.[3] Al Djazair berubah menjadi Alger ketika Aljazair menjadi koloni Prancis. Pada 1962, kota ini resmi menjadi ibu kota Aljazair.[3]

Julukan kota ini adalah "Algiers Putih" ( Bahasa arab: El-Bahdja (البهجة) atau Alger la Blanche ("Algiers the White"), karena pancaran gedung-gedung putihnya yang merefleksikan sinar matahari saat terlihat dari lautan. Gedung-gedung ini terdapat di bagian barat Laut Mediterania.

Nama kota ini didapat dari lokasinya yang terletak di lembah perbukitan "Sahel", rantai bukit yang terletak sejajar dengan kawasan pesisir. Kordinat georgrafisnya adalah: 36°47′N 3°4′E

Sejarah

Khairuddin Barbarossa, seorang panglima Turki yang menaklukkan Algiers untuk Kesultanan Utsmaniyah pada 1529, membebaskan pula Penon dari orang Spanyol, sesuai permintaan Emir Algiers. Lalu ia mengumpulkan bangsa Moor-yang telah diusir dari Spanyol-dan menjadikannya pasukan perompak penguasa samudra dan menakutkan bagi pedagang Eropa di Laut Tengah. Pada 1830, Prancis menaklukkan Algiers dan melumpuhkan pasukan perompak, mengubah Turki menjadi pangkalan militer untuk mengendalikan Afrika Barat dan Utara. Namun, selama 300 tahun sebelumnya, Aljir telah berkembang di bawah pemerintahan Barbarossa. Walau kekezaman Barbarossa terkenal di Eropa, ia adalah pemimpin baik. Para tawanan dibebaskan dalam kota, di mana mereka diperlakukan hampir sama dengan warga Algiers. Merekalah komoditas utama perompak Turki, sebab karenanyalah berhasil dibangun gedung-gedung putih yang menghadap ke Laut Tengah. Kota ini tumbuh dari asalnya yang tak dikenal sebagai koloni orang Funisia di Afrika Utara dan melebar sampai lereng Perbukitan Sahel serta pulau lepas pantai (direklamasi). Banyak usaha sia-sia untuk menghancurkan perompak itu, termasuk ekspedisi kelautan Kaisar Romawi Suci, Charles V pada 1541 dan oleh Inggris, Belanda, dan AS awal 1800-an. Serangan ini melemahkan dominasi Aljir, tetapi gagal menghancurkannya sampai serangan akhir Prancis pada 1830, yang mengakhiri pasukan perompak yang kuat dan hampir jadi mitos itu.

Algiers modern

Aljazair bangkit menentang Prancis pada 1950-an dan merdeka 1962. Banyak orang Eropa keluar dari sana selama beberapa dekade. Kini Algiers terus tumbuh dengan populasi 1,7 juta pada 1990.

Bagian tertua kota itu-yang dibangun di lereng bukit bagian atas-masih menampakkan karakter awalnya, yang teridentifikasi dari rumah tinggi berdinding putih serta jalan sempit dan berliku. Kasbah yang terkenal masih mendominasi kota itu dan merupakan kediaman dua penguasa Turki trakhir di sana. Masjid Ketchaoua, dulu Katedral Saint Philip antara 1845-1962-pun masih jadi lambang menawan kota, sementara Museum Seni Populer dan Tradisi bertempat di salah satu istana Turki terindah yang pernah dibangun.

Geografi

Iklim

Data iklim Algiers (Bandar Udara Houari Boumediene)
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 27.6
(81.7)
31.4
(88.5)
36.3
(97.3)
36.5
(97.7)
41.1
(106)
44.6
(112.3)
45.2
(113.4)
47.5
(117.5)
44.4
(111.9)
39.5
(103.1)
34.4
(93.9)
30.4
(86.7)
47.5
(117.5)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 16.7
(62.1)
17.4
(63.3)
19.3
(66.7)
20.9
(69.6)
23.9
(75)
28.2
(82.8)
31.2
(88.2)
32.2
(90)
29.6
(85.3)
25.9
(78.6)
20.8
(69.4)
17.9
(64.2)
23.7
(74.7)
Rata-rata harian °C (°F) 11.1
(52)
11.7
(53.1)
13.2
(55.8)
14.9
(58.8)
18.1
(64.6)
22.2
(72)
25.1
(77.2)
26.0
(78.8)
23.6
(74.5)
20.1
(68.2)
15.3
(59.5)
12.6
(54.7)
17.8
(64)
Rata-rata terendah °C (°F) 5.5
(41.9)
5.9
(42.6)
7.1
(44.8)
8.8
(47.8)
12.3
(54.1)
16.1
(61)
18.9
(66)
19.8
(67.6)
17.6
(63.7)
14.2
(57.6)
9.8
(49.6)
7.2
(45)
11.9
(53.4)
Rekor terendah °C (°F) −3.3
(26.1)
−1.9
(28.6)
−1.0
(30.2)
−0.8
(30.6)
2.6
(36.7)
5.5
(41.9)
9.0
(48.2)
9.5
(49.1)
8.2
(46.8)
4.1
(39.4)
−0.1
(31.8)
−2.3
(27.9)
−3.3
(26.1)
Presipitasi mm (inci) 81.4
(3.205)
72.7
(2.862)
55.0
(2.165)
58.4
(2.299)
41.9
(1.65)
8.5
(0.335)
4.5
(0.177)
8.2
(0.323)
28.3
(1.114)
58.8
(2.315)
89.6
(3.528)
91.0
(3.583)
598.3
(23.555)
Rata-rata hari hujan atau bersalju (≥ 0.1 mm) 11.4 10.6 9.7 9.1 7.3 2.5 1.5 2.5 5.3 8.6 11.1 12.1 91.7
% kelembapan 71 66 65 62 66 66 67 65 68 66 68 68 67
Rata-rata sinar matahari bulanan 139.5 158.2 207.7 228.0 300.7 300.0 353.4 325.5 267.0 198.4 153.0 145.7 2.777,1
Rata-rata sinar matahari harian 4.5 5.6 6.7 7.6 9.7 10.0 11.4 10.5 8.9 6.4 5.1 4.7 7.6
Sumber #1: Organisasi Meteorologi Dunia (rerata suhu dan curah hujan, 1976–2005)[4]
Sumber #2: Kitab Meteorologi Arab (kelembapan dan penyinaran matahari),[5] Meteo Climat (rekor suhu terendah dan tertinggi)[6]

Olahraga

Algiers akan menjadi tuan rumah All-Africa Games 2007 (ke-9) dari 11-23 Juli 2007. Sebelumnya Algiers pernah menjadi tuan rumah All-Africa Games 1978 (ke-3).

Galeri

  • Pelabuhan Algiers
    Pelabuhan Algiers
  • Kawasan pesisir
    Kawasan pesisir
  • Pemandangan kota Algiers
    Pemandangan kota Algiers
  • Monumen Algiers
    Monumen Algiers
  • Basilika Notre-Dame d'Afrique
    Basilika Notre-Dame d'Afrique
  • Kantor Pos Utama Algiers
    Kantor Pos Utama Algiers

Hubungan internasional

Kota kembar

Aljir memiliki Kota kembar sebagai berikut:

Referensi

  1. "Population of the city proper accoding to the 1998 census (via". Citypopulation.de. Diakses tanggal 2010-06-27.
  2. "UN World Urbanization Prospects". Esa.un.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-17. Diakses tanggal 2010-06-27.
  3. 1 2 "Algiers". Euromed (dalam bahasa Inggris (Britania)). Diakses tanggal 2023-06-12.
  4. "World Weather Information Service–Algiers". World Meteorological Organization. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 Oktober 2016. Diakses tanggal 16 Oktober 2016.
  5. "Appendix I: Meteorological Data" (PDF). Springer. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 16 Oktober 2016.
  6. "Station Alger" (dalam bahasa Prancis). Meteo Climat. Diakses tanggal 16 Oktober 2016.
  7. "Sherlock, banque d'information de la Ville de Montréal". 1.ville.montreal.qc.ca. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-02-23. Diakses tanggal 2010-06-27.

Bibiliografi

  • Beckner, Chrisanne dan Soetrisno, Eddy. 2001. Buku Pintar 100 Kota Besar Bersejarah di Dunia. Jakarta: Ladang Pustaka dan Intimedia
Afrika Timur
Afrika Tengah
Afrika Utara
Afrika Selatan
Afrika Barat
1 Yudisial.    2 Parlementer.    3 Eksekutif.    4 de facto.    5 Resmi.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan