Jumat, 16 Oktober 2026
19:47 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Yusman

Bagikan:
Yusman
Lahir12 November 1964 (umur 61)
AlmamaterInstitut Seni Indonesia
PekerjaanSeniman, pematung
Dikenal karenaPembuat patung Presiden Indonesia
Pasangan menikahMurtri Yuni Arnawati

Yusman (lahir 12 November 1964) adalah seorang seniman Indonesia yang berprofesi sebagai pematung. Yusman adalah alumnus Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun 1994. Yusman telah membuat berbagai patung monumen di sejumlah daerah di Indonesia.[1] Pada tahun 1995, ia dipercaya oleh Presiden Soeharto untuk membuat karya monumental yaitu Monumen Mandala Pembebasan Irian Barat yang diresmikan oleh Presiden Soeharto. Yusman telah dipercaya untuk membuat karya-karya monumen dan patung bertaraf nasional sejak era Presiden Soeharto hingga sekarang (2018). Karya Monumennya telah 17 kali diresmikan oleh Presiden-Presiden RI. Mulai dari Presiden Soeharto, Presiden Megawati Soekarnoputri, Presdien Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo. Ia telah meraih 3 penghargaran rekor MURI untuk karya seni monumental yang ia buat. Salah satu yang paling fenomenal adalah pada tahun 2014, Yusman dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk membuat enam buah patung Presiden Indonesia dengan bahan perunggu untuk dipajang Istana Kepresidenan Bogor.[2][3]

Karya

330px-Yusman_bersama_Presiden_RI_Susilo_Bambang_Yudhoyono_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yusman Bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dalam Peresmian Monumen Dwikora dan Trikora di Cilangkap (salah satu karya monumen Yusman)
330px-Monumen_Dwikora_dan_Trikora_Mabes_TNI_Cilangkap_2009.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Monumen Dwikora dan Trikora di Cilangkap, 2009

Monumen Mandala

Monumen Mandala merupakan monumen skala nasional pertama yang dikerjakan oleh Yusman. Monumen ini dibuatnya di Kota Ujung Pandang (kini Kota Makassar) pada tahun 1995.[4] Monumen Mandala diresmikan pendiriannya oleh Soeharto selaku Presiden Indonesia.[5]

Yusman juga menjadi pembuat Monumen Sultan Ageng Tirtayasa.[6] Monumen ini dibuat dan ditempatkan di Kabupaten Serang pada tahun 1998.[7] Pada tahun 2001, Yusman membuat relief untuk Bung Hatta selaku salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia. Relief ini dibuat di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Peresmiannya diadakan pada tahun 2001 oleh Hamzah Haz selaku Wakil Presiden Indonesia saat itu.

Pada tahun 2002, Yusman membuat Monumen Bung Hatta di Universitas Bung Hatta.[8] Monumen ini masuk dalam wilayah Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Pendidikan

Yusman menempuh pendidikan dasar (SD) di Sukamenanti, Pasaman Barat, lalu melanjutkan pendidikan menengah ke jurusan seni dekorasi di Sekolah Menengah Seni Rupa (SMSR) Negeri Padang yang kini bernama SMK Negeri 4. Setamat SMSR pada tahun 1985, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Jurusan Seni Patung Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.[1][2]

Penghargaan

  • Penghargaan MURI atas pembuatan Relief Monumen Panglima Besar Soedirman terpanjang di Dunia di Pacitan.[1]
  • Penghargaan MURI atas Pembuatan Patung Berkelompok Terbesar di Indonesia pada Monumen Panglima Besar Soedirman di Cilangkap.
  • Penghargaan MURI atas Pameran Patung Berkelompok Terbesar di Indonesia dalam rangka Pameran Tunggal Yusman " Menandai Indonesia " di Jogja Gallery dan Alun-alun Utara Kraton Yogyakarta 2018

Referensi

  1. 1 2 3 "Yusman - Pembuat Patung Tujuh Presiden RI" Diarsipkan 2015-07-22 di Wayback Machine Padang Ekspres, 28 September 2014. Diakses 18 Juli 2015.
  2. 1 2 "Hanya Butuh Waktu Dua Bulan untuk Membuat 6 Patung Presiden" Okezone.com, 08 Agustus 2014. Diakses 18 Juli 2015.
  3. ↑ "Akhir Agustus, enam patung Presiden RI siap dipamerkan" Merdeka.com, 24 Agustus 2014. Diakses 18 Juli 2015.
  4. ↑ Gerbang: Pameran Tunggal Patung Karya Yusman (PDF). Bantul: Studio Patung Yusman, CV. Rejeki Creative. 2022. hlm. 22.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  5. ↑ Abdullah, A., dan Al-Mustafa, O. (2019). Kota Para Demonstran. Airlangga University Press. hlm. 79. ISBN 978-602-473-064-2.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |lay-url= diabaikanPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Erlita, Pipit (7 September 2022). "Nostalgia Sejarah: Pameran Yusman di Galeri Nasional Indonesia". Written.id. Diakses tanggal 1 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ BantenNews.co.id (10 November 2018). "Patung Pahlawan Nasional 'Sultan Ageng Tirtayasa' Ditelantarkan di Pinggir Jalan". Banten News. Diakses tanggal 1 Juni 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Redaksi (10 November 2024). "Yusman, Maestro di Balik Patung dan Relief Bung Hatta serta Monumen Garuda Pramuka". Langgam.id. Diakses tanggal 1 Juni 2025.{{cite web}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan