Rabu, 21 Oktober 2026
12:25 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Yeo Hiap Seng

Yeo Hiap Seng

perusahaan minuman asal Singapura

Bagikan:
Yeo Hiap Seng Limited
Yeo_Hiap_Seng_%28logo%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
JenisPerusahaan publik (SGX: Y03 )
Anak Perusahaan Far East Organization
IndustriKonglomerat
Tokoh kunci
Koh Boon Hwee, Presiden
Melvin Teo, CEO Group
ProdukMakanan dan minuman, properti
PemilikFar East Orchard (49,5% saham)[1]
IndukFar East Organization

Yeo Hiap Seng Limited (Hanzi sederhana:杨协成; Hanzi tradisional:楊協成; Pinyin:Yáng Xiéchéng; Pe̍h-ōe-jī:Iûⁿ Hia̍p-sêng, umumnya dikenal sebagai Yeo's) adalah sebuah perusahaan minuman Singapura. Perusahaan ini beroperasi sebagai sebuah perusahaan induk investasi serta produsen minuman di Singapura dan Malaysia. Perusahaan ini merupakan sebuah perusahaan multinasional yang memiliki kantor dan kehadiran di pasar AS, Eropa, Australia, Selandia Baru, Maladewa, Mauritius, Mongolia, Kepulauan Pasifik, Tiongkok, Hong Kong, Kamboja, Myanmar, Laos, Vietnam, dan Jepang. Produknya dipasarkan dengan merek H-Two-O, Yeo's, Justea, dan Pink Dolphin Pink (milik sendiri) maupun Red Bull, Gatorade, Evian, Volvic, Uni-President, Allswell, Hain Celestial, dan Erika Dairies (lisensi).[2]

Pemegang saham mayoritas YHS adalah Far East Organization milik Ng Teng Fong, yang juga dikenal sebagai pengembang kondominium.

Sejarah

Pendirian dan asal-usul nama

Yeo Keng Lian, penduduk asal Fujian, Tiongkok, memulai karier bisnisnya dengan memproduksi kecap di Zhangzhou lewat "Pabrik Kecap Yeo Hiap Seng" pada tahun 1901. Pada tahun 1935, karena kesehatan yang memburuk, Yeo Keng Lian menyerahkan pengelolaan pabriknya kepada putra sulungnya, Yeo Thian In.[2] Kekacauan politik yang menimpa negara tersebut kemudian memaksa keluarga Yeo meninggalkan kampung halamannya dan menetap di Singapura, yang dirasa cocok dalam hal budaya dan iklim. Mereka tiba di sana pada Februari 1937, dan mendirikan pabrik kecap Yeo Hiap Seng di Outram Road, Singapura sebagai penerus pabrik di Zhangzhou.[2]

Nama "Hiap Seng" (杨 協成) berarti kesatuan, harmoni, dan kesuksesan, namun bisa juga diartikan sebagai "kesatuan Kristus" yang terinspirasi dari agama Kristen yang dianut keluarga Yeo.[3]

Korporatisasi

Yeo Hiap Seng menjadi perusahaan berbentuk badan hukum di Singapura pada 20 Desember 1955, dengan nama Yeo Hiap Seng Canning and Sauce Factory Private Limited. Perusahaan ini kemudian resmi tercatat sebagai perusahaan publik pada 7 November 1968 dan namanya diganti menjadi merek sekarang yang lebih pendek, Yeo's.[4] Pada periode ini mulai diproduksi kari ayam kaleng, minuman susu kedelai dalam botol, dan minuman kemasan UHT.

Pada Juni 1995 Yeo Hiap Seng dimiliki 24,9% sahamnya oleh keluarga Robert Ng, yang kemudian berhasil merebut kendali perusahaan ini dari Quek Leng Chan, seorang konglomerat Malaysia. Saat itu YHS memiliki pabrik makanan dan minuman ditambah lahan potensial untuk dikembangkan menjadi real estate.[5][6] Sejak saat itulah Yeo Hiap Seng juga menjadi perusahaan pengembang properti mewah di Singapura.[7]

Yeo's di Indonesia

Produk Yeo's sudah beredar di Indonesia sejak 1980-an, dengan awalnya diproduksi oleh PT Salim Graha Food & Beverage Industry. Didirikan pada 22 November 1983, perusahaan ini mulai mengeluarkan produk Yeo's di tahun 1984 di pabriknya yang ada di Bekasi dan dibantu 200 pekerja.[8] Adapun peran Yeo Hiap Seng dari Singapura adalah selain memberikan lisensi produksi, juga memberi bantuan teknis produksi. Produk yang dihasilkan seperti sari tebu, teh bunga krisan, limun, susu kedelai, teh herbal, minuman leci, jeruk dan lainnya dalam kemasan kotak dan botol kaca,[9] dengan total sekitar 30 buah yang dipasarkan di dalam negeri (terutama sejak tahun 1986) atau ekspor (dengan merek Salim Brand). Sesuai namanya awalnya kepemilikan perusahaan ini ada pada keluarga Hairul Salim (tidak berhubungan dengan Salim Group),[8] tetapi pada bulan Juni 1991 masuk pemegang saham baru yang terdiri dari Indra Boedijono (Grup Kapal Api), Hans Mahendra (Grup Daya Pioneer), Mardiyati Yunus dan Yeo Hiap Seng itu sendiri[10] (25% saham).[11] Belakangan perusahaan ini juga memproduksi makanan kaleng.[12]

Kini perusahaan tersebut sudah tidak ada, setelah pada 2003 dimerger dengan PT Monysaga Prima[13] (Grup Kapal Api) yang kini menempati bekas pabriknya.[14] Produk-produk Yeo's yang ada di Indonesia saat ini disuplai lewat impor dari luar negeri oleh anak usaha langsung Yeo Hiap Seng bernama PT YHS Indonesia sejak tahun 2006 (direncanakan akan membangun pabrik di Indonesia pada masa depan).[15] Sama seperti sebelumnya, produk utama Yeo's yang dipasarkan adalah minuman kaleng (cincau, krisan, leci, sarang burung walet, leci, wintermelon, susu kedelai)[16] maupun tauco (makanan). Selain itu Yeo Hiap Seng juga pernah memiliki perusahaan patungan (25% saham)[17] sejak 1997[18] dengan PT Sekar Bumi Tbk bernama PT Prima Sari Nutrisi yang direncanakan memproduksi/mengimpor minuman berbasis susu sebelum dibubarkan pada 2008.[19]

Referensi

  1. ↑ Ho, Frankie (20 Juni 2012). "The Far East Re-organization". The Edge Singapore. hlm. 18–20. {{cite news}}: |access-date= memerlukan |url=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 A.B.Sutanto, Patricia Susanto (2013). The Dragon Network: Inside Stories of the Most Successful Chinese Family Business. John Wiley & Sons Singapore Pte. Ltd. Diakses tanggal 21 Nov 2017.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Catherine Chai (23 Okt 2015). "Famous Asian Brands: How They Got Their Names – Part I". Branding in Asia. Diakses tanggal 22 Nov 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Yeo's bermula dengan sos soya". Sinar Harian. 12 Juli 2016. Diakses tanggal 22 Nov 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Tea for Two: Battle for a Great Name and Address", CNN Asianow, 28 Juli 1995, diarsipkan dari asli tanggal 6 Februari 2009, diakses tanggal 5 Juni 2009{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Backman 2001, hlm. 96 harvnb error: tanpa target: CITEREFBackman2001 (bantuan)
  7. ↑ Porter, Barry (1 Juni 1997), "Transforming a soft-drink sluggard", The Standard, diakses tanggal 15 Juli 2009{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  8. 1 2 Indonesian Manufacturer Directory 1993/1994
  9. ↑ Tempo, Volume 14
  10. ↑ Warta ekonomi: mingguan berita ekonomi & bisnis, Volume 4,Masalah 23-30
  11. ↑ Moody's International Manual, Volume 3
  12. ↑ Global Market Share Planner, Volume 2-4;Volume 5,Bagian 2;Volume 6
  13. ↑ Putusan...
  14. ↑ Monysaga Prima PT
  15. ↑ YEOS
  16. ↑ PRODUCTS
  17. ↑ Mergent International Manual, Volume 4
  18. ↑ The Business Times, 29 May 1997
  19. ↑ LapKeu SKBM 2008 Q3

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan