Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia. Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.
Saat ini terdapat 490 artikel pilihan dari 803.509 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.640 artikel di Wikipedia.
Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang () pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.
Ahalya adalah salah satu anggota Pancakanya, lima tokoh perempuan teladan dalam mitologi Hindu. Berbagai sastra Hindu mengisahkan legenda tentang pernikahannya dengan MaharesiGotama, godaan Indra (raja para dewa) pascanikah, kutukan suami atas ketidaksetiaannya, serta pembebasannya dari kutukan tersebut oleh Dewa Rama. Diciptakan oleh dewa Brahma sebagai wanita berparas paling jelita, Ahalya dinikahkan dengan Gotama yang usianya jauh lebih tua. Dalam versi yang paling awal dikisahkan bahwa ketika Indra datang menyamar sebagai suaminya, Ahalya mengetahui hal itu tapi tetap menerima rayuannya. Versi-versi yang muncul belakangan kerap menceritakannya luput dari kesalahan, dengan menggambarkannya sebagai korban tipu muslihat Indra. Dalam semua versi, Ahalya dan Indra dikutuk oleh Gotama. Kutukan tersebut bervariasi antara satu kitab dengan kitab lainnya, tapi hampir seluruh versi mengisahkan Rama sebagai figur penting yang memberi kebebasan dan penebusan dosa baginya. Meskipun versi awal mengisahkan Ahalya harus menebus dosa dengan menjalankan tapa berat dalam kondisi tak kasatmata dan hanya dapat dibebaskan oleh Rama, dalam variasi-variasi yang berkembang seiring berjalannya waktu, Ahalya dikutuk menjadi batu dan kembali wujud semula setelah tersentuh kaki Rama. (Selengkapnya...)
Mulai pertengahan 2010-an, muncul kontroversi etika shipping dalam fiksi penggemar di ruang fandom daring mengenai implikasi etis dari konten tabu dan abusif dalam shipping. Shipping adalah istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan hubungan romantis atau hubungan seksual antara karakter dalam fiksi penggemar. Perdebatan ini terutama berpusat pada sejauh mana karya fiksi yang menampilkan konten semacam itu memengaruhi perilaku dan sikap di dunia nyata. Internet memungkinkan para penggemar untuk membagikan karya mereka secara bebas dan anonim, sehingga mereka dapat menggambarkan konten yang mengganggu seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, inses, dan pedofilia, sering kali dengan sedikit keterkaitan dengan materi sumber. Anti-shipper berpandangan bahwa penggambaran fiksi semacam itu menormalisasi dinamika dan perilaku yang merugikan, serta menimbulkan risiko bagi anak-anak dan penyintas kekerasan seksual. Pro-shipper menentang sensor dan pada umumnya menolak anggapan bahwa karya yang memuat tema-tema tersebut memengaruhi perilaku pembaca dan penulisnya. (Selengkapnya...)
Deklarasi Balfour adalah pernyataan publik yang dikeluarkan oleh Pemerintah Inggris pada tahun 1917 selama Perang Dunia I, yang mengumumkan dukungannya terhadap pendirian "rumah nasional bagi bangsa Yahudi" di Palestina yang saat itu merupakan wilayah Utsmaniyah yang berpenduduk mayoritas Arab dengan populasi minoritas Yahudi. Kata-kata pembuka dari deklarasi tersebut merupakan ekspresi publik pertama yang menunjukkan dukungan terhadap Zionisme oleh sebuah kekuatan politik besar. Istilah "rumah nasional" tidak memiliki preseden dalam hukum internasional dan secara sengaja dibuat samar-samar mengenai apakah yang dimaksud dengan negara Yahudi. Deklarasi tersebut menyerukan perlindungan hak-hak sipil dan agama bagi orang-orang Arab Palestina dan juga hak-hak dan status politik komunitas Yahudi di negara-negara lain di luar Palestina. Deklarasi tersebut memiliki banyak konsekuensi jangka panjang. Deklarasi ini sangat meningkatkan dukungan populer untuk Zionisme dalam komunitas Yahudi di seluruh dunia. Hal ini secara tidak langsung menyebabkan munculnya Israel dan dianggap sebagai penyebab utama konflik Israel-Palestina yang sedang berlangsung. (Selengkapnya...)