Senin, 21 September 2026
03:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Fandom

Fandom

"Fandom" beralih ke halaman ini. Untuk situs web yang menyerupai Wikipedia, lihat Fandom (situs web).
250px-Montreal_Comiccon_2015_-_Katniss_Everdeen_%2819462705781%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cosplayer berpakaian layaknya Katniss Everdeen pada Montreal Comiccon, Juli 2015

Fandom[1] (bahasa Inggris:fandom) adalah subkultur yang terdiri dari sekelompok penggemar yang ditandai oleh perasaan empati dan persahabatan terhadap orang lain yang memiliki minat yang sama. Penggemar biasanya tertarik bahkan pada rincian kecil dari objek yang mereka gemari serta menghabiskan sebagian besar waktu dan tenaga untuk hal-hal yang mereka minati, sering kali menjadi bagian dari jejaring sosial dengan praktik khusus; inilah yang membedakan seorang "fannish" (penggemar terafiliasi fandom) dengan yang hanya memiliki minat biasa.

Fandom dapat tumbuh di dekat lingkungan minat insani maupun aktivitas manusia mana pun. Subjek minat penggemar dapat didefinisikan secara sempit yang berfokus pada hal-hal seperti individu seorang selebriti, atau secara luas yang melingkupi keseluruhan hobi, genre, atau mode. Walaupun kini lebih sering digunakan untuk merujuk kelompok orang yang terpesona dengan subjek-subjek tertentu. Istilah ini berakar pada sebutan untuk orang yang sangat mengapresiasi olahraga, sport-fanatics. Kamus Merriam-Webster melacak penggunaan istilah tersebut hingga ke tahun 1903.[2]

Terdapat sejumlah konvensi besar yang memuaskan berbagai fandom dalam satu waktu, menyajikan hal terkait minat akan film, komik, anime, acara televisi, dan cosplay, serta memberi kesempatan untuk membeli dan menjual barang dagangan terkait. Konvensi tahunan seperti Comic Con International merupakan contoh acara yang sangat terkenal dan banyak dikunjungi yang melayani banyak fandom.

Subkultur terorganisasi

250px-Quidditch_team_cosplay_at_Hynes_Convention_Center%2C_Boston%2C_2010.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggemar Harry Potter berpakaian layaknya siswa Hogwarts

Media fandom bercabang dari fiksi ilmiah pada awal 1970-an ke arah hubungan antar tokoh dalam media waralaba di televisi dan film, seperti Star Trek dan The Man from U.N.C.L.E..[3] Penggemar waralaba ini menciptakan produk kreatif seperti seni penggemar dan fiksi penggemar pada saat fandom fiksi ilmiah umumnya masih berfokus pada diskusi kritis. Konvensi MediaWest menyediakan ruang video dan berperan penting pada munculnya video penggemar (vidding) pada akhir 1970-an.[4] Sejak pertengahan 1970-an, dapat ditemui penggemar di konvensi fiksi ilmiah yang tidak membaca karya aslinya, tetapi hanya melihatnya di film atau televisi.

Fandom anime dan manga dimulai tahun 1970-an di Jepang. Di Amerika, fandom ini juga mulai muncul sebagai cabang fandom fiksi ilmiah, di mana para penggemar membawa manga Jepang impor ke sebuah konvensi.[5] Sebelum anime mulai dilisensi di A.S., penggemar yang ingin menonton anime lain akan menyebarluaskan salinan film anime yang mereka miliki dan menambahkan sendiri takarirnya untuk dibarter dengan sesama teman di komunitas, hal ini menandai dimulainya zaman fansub. Penggemar-penggemar seperti inilah yang pada akhirnya menghidupkan hal-hal kegemarannya hingga dapat diimplementasikan ke banyak hal seperti poster, merchandise, lagu, video game, cover lagu, cover dance, dan masih banyak lainnya.

Furry fandom merujuk pada fandom atas karakter hewan antropomorfik fiktif dengan kepribadian dan sifat manusia. Konsep furry berasal dari konvensi fiksi ilmiah tahun 1980,[6] ketika sebuah gambar karakter dari Albedo Anthropomorphics karya Steve Allaci menuai pembicaraan mengenai karakter antropomorfik dalam novel fiksi ilmiah, yang pada akhirnya menciptakan kelompok diskusi yang bertemu di konvensi fiksi ilmiah dan komik.

Dalam film

Film-film dokumenter tuturan penuh tentang fandom di antaranya adalah Trekkies, Ringers: Lord of the Fans, Finding the Future: A Fiction Conversation Science, dan Done the Impossible. "Fandom" juga merupakan judul film mokumenter tentang penggemar yang terobsesi dengan Natalie Portman. Film Slash tahun 2016 juga menceritakan seorang anak muda yang menulis fiksi penggemar slash.[7]

Lihat pula

Fandom menurut medium

Daftar fandom terkenal

250px-Quedada_Brony_en_Madrid.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Para penggemar animasi My Little Pony: Friendship Is Magic memakai kostum karakter kesukaan mereka.

Referensi

  1. "Fandom". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. "Fandom - Definition of fandom by Merriam-Webster". merriam-webster.com.
  3. Coppa, Francesca (2006). "A Brief History of Media Fandom". Dalam Hellekson, Karen; Busse, Kristina (ed.). Fan Fiction and Fan Communities in the Age of the Internet. Jefferson, North Carolina: McFarland & Company. hlm. 41–59. ISBN 978-0-7864-2640-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
  4. Walker, Jesse (Agustus–September 2008). "Remixing Television: Francesca Coppa on the vidding underground". Reason Online. Diakses tanggal 15 Agustus 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. Bennett, Jason H. "A Preliminary History of American Anime Fandom" (PDF). University of Texas at Arlington. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Juli 2011. Diakses tanggal 10 Mei 2009.
  6. Patten, Fred (2012-07-15). "Retrospective: An Illustrated Chronology of Furry Fandom, 1966–1996". Flayrah. Diakses tanggal 2012-07-15.
  7. Leydon, Joe (2016-03-14). "Film Review: 'Slash'". Variety. Retrieved 2016-12-02.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan