Minggu, 20 September 2026
16:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Visi Media Asia

Visi Media Asia

perusahaan asal Indonesia

PT Visi Media Asia Tbk
250px-Visi_Media_Asia_%28VIVA%29_logo_2014.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama sebelumnyaPT Semesta Kolina (2004 - 2006)
JenisPerusahaan publik
BEI: VIVA
IndustrIPenyiaran
Kantor pusat
Wilayah yang dilayani
Indonesia
Tokoh kunci
Anindya Novyan Bakrie[1]
(Direktur Utama)
Ilham Akbar Habibie[2]
(Komisaris Utama)
ProdukStasiun televisi dan portal berita
Merek
PendapatanRp 1,831 triliun (2020)[3]
Rp -889,7 miliar (2020)[3]
Total asetRp 8,584 triliun (2020)[3]
Total ekuitasRp 214,4 miliar (2020)[3]
PemilikPT Bakrie Global Ventura (56,85%)
Publik (43,16%)
Jumlah karyawan
2.630 (2020)[3]
Situs webwww.viva.co.id Sunting ini di Wikidata

PT Visi Media Asia Tbk (berbisnis dengan nama VIVA) adalah sebuah perusahaan induk media massa yang berkantor pusat di Jakarta. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2021, perusahaan ini memiliki 83 stasiun transmisi yang tersebar di seluruh Indonesia.[3][4] Perusahaan ini adalah bagian dari Bakrie Group.

Sejarah

PT Visi Media Asia awalnya didirikan dengan nama PT Semesta Kolina, dengan dimiliki oleh Raden Deny Yulianto dan Andi Pravidia Saliman. Pada 21 Juli 2006, pemilik saham lama mengalihkan kepemilikannya kepada PT Capital Managers Asia/CMA (yang terafiliasi dengan Bakrie Group) sebesar 99%, dan sejak itu juga namanya berubah menjadi PT Visi Media Asia. Pada tahun 2007-2008, sempat masuk pemegang saham lain yaitu PT Recapital Advisors (milik Sandiaga Uno dan Rosan Roeslani)[5] sebesar 10% dan Erick Thohir sebesar 1,3%, tetapi kemudian kembali dijual kepada PT CMA pada pertengahan 2008.[6]

Bisnis perusahaan ini secara efektif dimulai pada tahun 2007, ketika keluarga Bakrie melakukan akuisisi terhadap Lativi yang dimiliki oleh Abdul Latief. Dalam akuisisi jaringan televisi yang kemudian berganti nama menjadi tvOne ini, 49% dikuasai langsung VIVA, 31% oleh anak usahanya yaitu PT Redal Semesta dan sisanya oleh pihak lain. Komposisi kepemilikan saham oleh beberapa pihak ini berlangsung hingga tahun 2010, ketika akhirnya 99% saham tvOne menjadi milik VIVA sepenuhnya, sampai saat ini.[7][8] Pada tahun 2008, bisnis VIVA diperkuat dengan pengambilalihan PT Intermedia Capital yang pada tahun selanjutnya (2009) menjadi pemilik 99% saham antv, dan di akhir tahun tersebut juga diluncurkan situs berita vivanews.com. Sampai saat ini, kedua jaringan televisi dan portal berita masih menjadi penopang utama bisnis VIVA, walaupun sempat juga berupaya masuk ke industri televisi berlangganan dengan merek viva+ (dahulu direncanakan dengan nama B-TV) pada 2014,[9] dan juga pernah berupaya membangun jaringan televisi olahraga bernama sportOne.[10][11]

Sejak tanggal 21 November 2011, Visi Media Asia resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. IPO dilakukan dengan harga penawaran Rp 280/saham, dan melepas 14,2% kepemilikannya ke publik.[12][13]

Pada tahun 2019, tvOne mendapat hak siar eksklusif atas ajang balap motor Oneprix. Perusahaan ini kemudian juga meluncurkan merek VIVA Networks untuk mewadahi sejumlah aset digitalnya.[3][4]

Anak usaha

Sesuai laporan keuangannya, berikut ini anak usaha dari PT Visi Media Asia Tbk:[14]

  • PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)
    • PT Cakrawala Andalas Televisi (antv)
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Palembang dan Bangka Belitung
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Makassar dan Palu
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Yogyakarta dan Ambon
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Bandung dan Bengkulu
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Pekanbaru dan Papua
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Banjarmasin dan Padang
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Bali dan Mataram
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Medan dan Batam
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Lampung dan Kendari
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Semarang dan Palangkaraya
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Manado dan Gorontalo
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Surabaya dan Samarinda
      • PT Cakrawala Andalas Televisi Kupang dan Manokwari
    • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia (VTV)[15][16]
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Satu
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Dua
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Tiga
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Empat
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Lima
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Enam
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Tujuh
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Delapan
      • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia Aceh
  • PT Lativi Media Karya (tvOne)
    • PT Lativi Media Karya Semarang-Padang
    • PT Lativi Media Karya Medan dan Pekanbaru
    • PT Lativi Media Karya Manado dan Samarinda
    • PT Lativi Media Karya Yogyakarta dan Lampung
    • PT Lativi Media Karya Makassar dan Ambon
    • PT Lativi Media Karya Banjarmasin dan Bengkulu
    • PT Lativi Media Karya Palembang dan Palangkaraya
    • PT Lativi Media Karya Kendari dan Pontianak
    • PT Lativi Media Karya Bandung
    • PT Lativi Media Karya Lombok dan Palu
    • PT Lativi Media Karya Bali dan Kepulauan Riau
    • PT Lativi Media Karya Surabaya dan Jambi
    • PT Lativi Media Karya Kupang dan Mamuju
  • PT Viva Media Baru (VIVA Digital Network)
    • PT Sarana Mitra Usaha
    • PT Vidi Vici Inovasi
    • PT Vidi Vici Digital (VDVC)
    • PT One Media Digital (OMD)
  • PT Asia Global Media
  • PT Redal Semesta
  • PT Ventura Kapital Asia

Lainnya (tidak tercatat sebagai anak perusahaan)

  • PT Merah Putih Berkibar (One Pride)
  • PT Oneprix Motorsport Manajemen (Oneprix)
  • Yayasan Satu Untuk Negeri tvOne (Satu Untuk Negeri)

Mantan perusahaan

  • PT Bedigital Konektivitas Asia, dilepas pada Desember 2020.[14]
  • PT Viva Televisi Olahraga Indonesia (VTV) (sebelumnya dikenal dengan nama sportOne dan sekarang dimiliki oleh PT Intermedia Capital Tbk)
  • DocumentaryOne
  • PT Mentari Karya Utama (BV Sport) (ditutup pada tahun 2015)
  • PT Digital Media Asia (viva+, vivall)[17] (ditutup pada tahun 2016)
  • PT Visi Perjalanan Inkubator (Gonla.com) (yang telah digabungkan dengan PT Anta Express Tour & Travel Service (AntaVaya) pada tahun 2013)

Referensi

  1. "Dewan Direksi". PT Visi Media Asia Tbk. Diakses tanggal 14 Agustus 2022.
  2. "Dewan Komisaris". PT Visi Media Asia Tbk. Diakses tanggal 14 Agustus 2022.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2020" (PDF). PT Visi Media Asia Tbk. Diakses tanggal 14 Agustus 2022.
  4. 1 2 "Sekilas Perusahaan". PT Visi Media Asia Tbk. Diakses tanggal 14 Agustus 2022.
  5. Jejak Sandiaga di Recapital Sekuritas Sebelum Dihukum OJK
  6. Prospektuds VIVA 2011
  7. Lapkeu VIVA 2011
  8. Lativi Menjadi TVOne
  9. TV Berbayar Milik Bakrie Segera Mengudara
  10. Akhir Tahun, Sport One VIVA Tayang
  11. Lapkeu tahunan VIVA 2014
  12. IPO TvOne Cs Kelebihan Permintaan 5,12 Kali
  13. Kisaran Harga Saham IPO VIVA Rp260-285
  14. 1 2 Laporan Keuangan PT VIVA 2021 Q2 (PDF) (Laporan). Jakarta: PT Visi Media Asia Tbk.
  15. VIVA Bangun TV Olahraga Rp290 Miliar - Diakses pada tanggal 28 Juli 2012
  16. Akhir Tahun, Sport One VIVA Tayang - Diakses pada tanggal 28 Juli 2012
  17. 2013, VIVA Mau Terjun ke Bisnis TV Berbayar

Pranala luar

MDIA
VIVA Digital Network
Lain-lain
Bakrie Telecom
Multi Kontrol Nusantara
Bakrieland
Bumi Resources
Darma Henwa
Bakrie Sumatera Plantations
Energi Mega Persada
Bakrie & Brothers
Bakrie Metal Industries
Bakrie Pipe Industries
Lain-lain
Bakrie Autoparts
Bakrie Building Industries
Bakrie Indo Infrastructure
Pelita Jaya Group
Yayasan Pendidikan Bakrie
Lain-lain
Ikon rintisan

Artikel bertopik badan usaha atau perusahaan Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan