Vigiles—secara lebih lengkap disebut Vigiles Urbani (“penjaga kota”) atau Cohortes Vigilum (“kohor para penjaga”)—adalah korps publik di Romawi Kuno yang menjalankan tugas pemadam kebakaran, ronda malam, dan sebagian fungsi kepolisian. Korps ini dibentuk secara permanen oleh Kaisar Augustus pada 6 M untuk melindungi kota Roma dari kebakaran dan gangguan keamanan pada malam hari.[1][2]
Vigiles bukanlah pasukan tempur reguler seperti legiun Romawi, tetapi organisasi mereka mengikuti pola militer. Para anggotanya dibagi ke dalam tujuh kohor yang masing-masing bertanggung jawab atas dua dari empat belas wilayah administratif Roma. Selain memadamkan api, mereka berpatroli di jalan, menangkap pencuri, mencari budak yang melarikan diri, dan menindak pelanggaran ringan.[3]
Latar belakang
Kebakaran merupakan ancaman besar bagi Roma karena kepadatan penduduk, jalan yang sempit, penggunaan kayu dalam bangunan, serta banyaknya penggunaan api terbuka untuk memasak dan penerangan. Pada masa Republik, penanganan kebakaran dilakukan secara tidak tetap oleh pejabat yang disebut triumviri nocturni, tenaga budak milik negara, atau kelompok swasta.[4]
Pada akhir abad pertama SM, Marcus Egnatius Rufus membentuk kelompok pemadam kebakaran dari budak-budaknya sendiri ketika menjabat sebagai aedile. Kelompok swasta semacam itu dapat memberikan bantuan, tetapi tidak menghasilkan sistem perlindungan kebakaran yang terkoordinasi untuk seluruh kota.[1]
Augustus pada awalnya menugaskan pemadaman kebakaran kepada sejumlah budak negara di bawah pengawasan pejabat lokal. Pada 6 M, ia kemudian membentuk korps Vigiles sebagai layanan permanen yang dibiayai negara. Pembiayaannya antara lain berasal dari pajak sebesar empat persen atas penjualan budak.[5]
Organisasi
Vigiles dibagi menjadi tujuh kohor, dengan setiap kohor bertanggung jawab atas dua wilayah dari empat belas regiones kota Roma. Setiap kohor terdiri atas tujuh centuriae yang dipimpin oleh seorang centurion. Jumlah personel pada masa awal diperkirakan sekitar 500–560 orang per kohor, kemudian ditingkatkan hingga mendekati 1.000 orang per kohor pada awal abad ke-3.[1][6]
Setiap kohor dipimpin oleh seorang tribun. Seluruh korps berada di bawah pejabat berkedudukan equestrian yang disebut praefectus vigilum atau prefek Vigiles. Seorang subpraefectus membantu prefek, sementara staf administrasi terdiri dari juru tulis, ajudan, dan petugas lainnya.[1]
Struktur pangkatnya menyerupai militer, tetapi Vigiles memiliki spesialisasi teknis tersendiri. Di antaranya adalah:
- siphonarii, yang mengoperasikan pompa air;
- aquarii, yang mengetahui sumber dan jaringan pasokan air;
- medici, atau tenaga medis;
- victimarii, yang menangani kegiatan keagamaan korps;
- petugas pembawa alat, tukang, dan personel administrasi.[1]
Sejumlah perwira Vigiles kemudian dapat dipindahkan ke kohor perkotaan, Garda Praetoria, atau satuan militer lain. Meskipun demikian, dinas dalam Vigiles umumnya memiliki prestise lebih rendah dibandingkan dinas dalam Garda Praetoria atau legiun.[2]
Rekrutmen dan status hukum
Pada masa awal, Vigiles terutama direkrut dari kalangan orang yang pernah diperbudak dan telah dibebaskan. Kesulitan dalam merekrut personel mendorong pemberian insentif berupa kewarganegaraan Romawi.[1]
Lex Visellia tahun 24 M memberikan hak kewarganegaraan kepada orang berstatus Latin Junian setelah menjalani enam tahun dinas dalam Vigiles. Masa dinas yang diperlukan kemudian dipersingkat menjadi tiga tahun melalui keputusan Senat.[7]
Pada abad ke-2, warga negara Romawi yang lahir bebas juga mulai dapat bergabung. Perubahan tersebut menunjukkan bahwa korps ini secara bertahap berkembang dari layanan yang bergantung pada bekas budak menjadi lembaga publik dengan basis rekrutmen yang lebih luas.[1]
Tugas pemadam kebakaran
Vigiles berpatroli terutama pada malam hari untuk menemukan api sebelum menyebar. Mereka juga melakukan inspeksi dan mengingatkan penghuni bangunan agar menyimpan persediaan air serta peralatan pemadam kebakaran.[8]
Peralatan mereka antara lain ember, pompa air, kapak, beliung, kait, tangga, tali, dan selimut tebal yang dibasahi air. Kait dan alat penghancur digunakan untuk merobohkan bagian bangunan yang terbakar agar tercipta celah pemisah dan api tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya.[1][4]
Pompa yang disebut sipho digunakan untuk menyemprotkan air. Para aquarii harus mengetahui letak saluran air, bak penampungan, air mancur, dan sumber air lain. Dalam keadaan darurat, anggota Vigiles juga membentuk rantai ember untuk mengangkut air menuju lokasi kebakaran.[1]
Tugas mereka tidak terbatas pada pemadaman. Prefek Vigiles dapat menjatuhkan hukuman terhadap pemilik atau penghuni bangunan yang lalai menjaga api. Untuk pelanggaran yang lebih berat, perkara dapat diteruskan kepada prefek kota.[8]
Kebakaran Besar Roma
Ketika Kebakaran Besar Roma terjadi pada 64 M, Vigiles dikerahkan untuk menghadapi kebakaran yang berlangsung selama beberapa hari. Besarnya bencana, kepadatan bangunan, dan kondisi jalan membuat pemadaman sangat sulit. Sumber kuno juga memuat tuduhan bahwa sejumlah orang menghalangi pemadaman atau menjarah bangunan, tetapi keterlibatan institusional Vigiles dalam tindakan tersebut tidak dapat dipastikan.[9]
Setelah kebakaran, Kaisar Nero memperkenalkan sejumlah peraturan pembangunan, antara lain pelebaran jalan, pembatasan dinding bersama, penggunaan bahan yang lebih tahan api, dan peningkatan akses terhadap pasokan air.[9][5]
Fungsi kepolisian
Selain menjadi pemadam kebakaran, Vigiles menjalankan fungsi sebagai penjaga malam. Mereka berpatroli di jalan, menyelidiki suara atau aktivitas mencurigakan, menangkap pencuri dan perampok, mencari budak yang melarikan diri, serta menangani gangguan ketertiban berskala kecil.[2][3]
Fungsi mereka berbeda dari Cohortes urbanae dan Garda Praetoria. Kejahatan berat, kerusuhan, pemberontakan, dan ancaman politik biasanya ditangani oleh dua organisasi tersebut, sedangkan Vigiles lebih berfokus pada keamanan sehari-hari dan pelanggaran malam hari.[3]
Prefek Vigiles memiliki kewenangan hukum untuk mengadili sejumlah perkara yang berkaitan dengan pencurian malam, perampokan kecil, penadahan, pembakaran, dan kelalaian terhadap bahaya kebakaran. Seiring waktu, yurisdiksinya meluas hingga mencakup sebagian pelanggaran ringan pada siang hari.[2][8]
Pada masa pemerintahan Alexander Severus, Vigiles juga diberi tugas menjaga pemandian umum yang tetap buka pada malam hari.[1]
Barak dan pos jaga
Pada masa awal, Vigiles menggunakan rumah atau bangunan yang disewa sebagai pangkalan. Barak utama yang disebut stationes kemudian dibangun untuk setiap kohor. Pos-pos yang lebih kecil disebut excubitoria dan digunakan oleh detasemen yang berjaga di berbagai bagian kota.[6]
Lokasi sejumlah barak telah diketahui melalui penggalian dan prasasti. Barak Kohor I berada di kawasan Via Lata, barak Kohor III di Bukit Viminal, barak Kohor IV dekat Pemandian Caracalla, dan barak Kohor V di Bukit Caelian.[6]
Salah satu peninggalan yang paling dikenal adalah Excubitorium Kohor VII di Trastevere. Pos tersebut dibangun di dalam bangunan rumah yang digunakan kembali pada akhir abad ke-2. Banyak grafiti di dindingnya menyebut Kohor VII dan kegiatan para anggotanya.[10]
Penugasan di Ostia dan Portus
Detasemen Vigiles juga ditempatkan di kota pelabuhan Ostia dan Portus. Pelabuhan tersebut memiliki gudang, kapal, bengkel, dan persediaan bahan yang sangat rentan terhadap kebakaran.[11]
Satu detasemen yang terdiri dari empat centuriae dikirim dari Roma secara bergiliran. Dua centuriae bertugas di Ostia dan dua lainnya di Portus. Pergantian dilakukan setiap beberapa bulan agar hubungan organisasi dengan kohor induk di Roma tetap terjaga.[1]
Perkembangan selanjutnya
Kekuatan Vigiles diperbesar pada masa Dinasti Severan, kemungkinan sekitar 205 M. Pada periode yang sama, yurisdiksi prefek dan peran administratif korps semakin berkembang.[1]
Pada awal abad ke-3, kedudukan Vigiles sebagai organisasi yang sepenuhnya mandiri tampaknya mulai berkurang dan mereka semakin berada di bawah pengaruh prefek Praetoria. Walaupun demikian, bukti prasasti menunjukkan bahwa korps tersebut masih beroperasi selama beberapa abad setelah pendiriannya.[1]
Salah satu prefek yang terkenal adalah Naevius Sutorius Macro. Pada 31 M, anggota Vigiles mendukung Kaisar Tiberius dalam menjatuhkan Lucius Aelius Sejanus. Macro kemudian diangkat menjadi prefek Garda Praetoria.[3]
Prefek lain, Placidianus, diberi komando militer di Galia oleh Kaisar Claudius Gothicus pada 269 M. Penugasan tersebut merupakan contoh langka seorang prefek Vigiles memimpin operasi di luar Roma, meskipun tidak diketahui apakah pasukannya mencakup anggota Vigiles.[1]
Warisan
Vigiles sering disebut sebagai salah satu layanan pemadam kebakaran publik permanen paling awal dalam sejarah. Organisasi ini menggabungkan pencegahan kebakaran, pemadaman, pengawasan malam, penyidikan pelanggaran ringan, dan penegakan peraturan perkotaan.[2]
Peninggalan arkeologis berupa barak, pos jaga, prasasti, altar, dan grafiti membantu menjelaskan kehidupan sehari-hari para anggotanya. Situs di Trastevere serta barak Vigiles di Ostia merupakan sumber utama bagi penelitian mengenai struktur dan budaya internal korps.[6][10]
Dalam budaya populer
Vigiles tampil dalam seri novel detektif sejarah Marcus Didius Falco karya Lindsey Davis. Tokoh Lucius Petronius Longus digambarkan sebagai perwira Vigiles dan membantu Falco dalam sejumlah penyelidikan.[12]
Lihat pula
Referensi
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Baillie Reynolds, P. K. (1926). The Vigiles of Imperial Rome. London: Oxford University Press.
- 1 2 3 4 5 Fuhrmann, Christopher J. (2012). Policing the Roman Empire: Soldiers, Administration, and Public Order. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-973784-0.
- 1 2 3 4 Nippel, Wilfried (1995). Public Order in Ancient Rome. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-38749-1.
- 1 2 Robinson, O. F. (1992). Ancient Rome: City Planning and Administration. London: Routledge. ISBN 978-0-415-05192-7.
- 1 2 Walsh, Joseph J. (2019). The Great Fire of Rome: Life and Death in the Ancient City. Baltimore: Johns Hopkins University Press. ISBN 978-1-4214-3371-4.
- 1 2 3 4 Rainbird, John S. (1986). "The Fire Stations of Imperial Rome". Papers of the British School at Rome. 54: 147–169. doi:10.1017/S0068246200008874. JSTOR 40310831.
- ↑ Kosior, Wojciech J. (2019). "Age Limits in the Service of the Roman Army: Lex Aelia Sentia and Lex Visellia". Studia Iuridica Lublinensia. 28 (4): 59–73. doi:10.17951/sil.2019.28.4.59-73.
- 1 2 3 Justinianus (1985). The Digest of Justinian. Vol. 1. Diterjemahkan oleh Watson, Alan. Philadelphia: University of Pennsylvania Press. ISBN 978-0-8122-7945-2.
{{cite book}}: Periksa nilai|isbn=: checksum - 1 2 Daugherty, Gregory N. (1992). "The Cohortes Vigilum and the Great Fire of 64 AD". The Classical Journal. 87 (3): 229–240. JSTOR 3297648.
- 1 2 "Excubitorium of the VII Cohort of the Vigiles". Turismo Roma. Roma Capitale. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ "Vigiles: Introduction". Ostia Antica. Diakses tanggal 2026-08-02.
- ↑ Davis, Lindsey (2010). Falco: The Official Companion. London: Century. ISBN 978-1-84605-673-4.
Bacaan lanjutan
- Baillie Reynolds, P. K. (1996) [1926]. The Vigiles of Imperial Rome. Chicago: Ares Publishers. ISBN 0-89005-552-1.
- Sablayrolles, Robert (1996). Libertinus Miles: Les cohortes de vigiles (dalam bahasa Prancis). Rome: École française de Rome. ISBN 978-2-7283-0368-7.
- Wallat, Kurt (2004). Sequitur Clades: Die Vigiles im antiken Rom (dalam bahasa Jerman). Frankfurt am Main: Peter Lang. ISBN 3-631-52473-0.
Pranala luar
- Informasi mengenai Vigiles di Ostia Antica
- Excubitorium Kohor VII di Turismo Roma
- Media mengenai Vigiles di Wikimedia Commons
| Nasional | |
|---|---|
| Lain-lain | |