Rabu, 28 Oktober 2026
14:38 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Utusan Golongan

Utusan Golongan

Bagikan:
Utusan Golongan
Jenis
Jenis
Utusan Golongan dari Majelis Permusyawaratan Rakyat
Sejarah
Didirikan22 Juli 1959 (1959-07-22)
Dibubarkan30 September 2004 (2004-09-30)
Pimpinan
Ketua
Nazri Adlani(Agamawan)
sejak 3 Oktober 1999
Komposisi
Anggota65[1]
Partai & kursi
  Independen (65)
Tempat bersidang
250px-1993_People%27s_Consultative_Assembly.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kompleks Parlemen, Jakarta
Konstitusi
Undang-Undang Dasar 1945 Pra-Amandemen
L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Utusan Golongan merupakan perwakilan masyarakat Indonesia yang menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Utusan Golongan diisi oleh anggota yang berasal dari organisasi atau badan yang bersifat nasional, mandiri dan tidak menjadi bagian dari suatu entitas partai politik serta yang kurang atau tidak terwakili secara proporsional di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan terdiri atas golongan ekonomi, agama, sosial, budaya, ilmuwan, dan badan-badan kolektif lainnya seperti perwakilan dari berbagai profesi. Setelah amendemen Undang-Undang Dasar 1945, keberadaan Utusan Golongan dihapuskan dan Utusan Daerah digantikan oleh Dewan Perwakilan Daerah.[2][3]

Sejarah

Utusan Golongan berakar pada saat Presiden Sukarno mengeluarkan Penetapan Presiden Nomor 2 Tahun 1959 pada 22 Juli 1959, yang antara lain membentuk Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) yang keanggotaannya terdiri atas Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong ditambah Utusan Daerah dan Utusan Golongan.[4] Keberadaan Utusan Golongan kemudian dilanjutkan oleh pemerintahan Orde Baru, namun di dalamnya dimasukkan unsur kepentingan politik dari rezim saat itu. Pada masa orde baru, utusan golongan digabung dengan golongan karya dalam satu fraksi karya pembangunan.[5][6]

Pada masa reformasi, keberadaan utusan golongan mulai dibahas pada saat amandemen UUD 1945. Keputusan untuk penghapusan Utusan Golongan diawali dari pendapat Ketua Umum Partai Bulan Bintang Yusril Ihza Mahendra dan tokoh Partai Umat Islam Harun Alrasid. Harun menyatakan bahwa utusan golongan tidak lagi relevan karena semakin banyak kelompok masyarakat yang menuntut kursi di MPR. Sementara Yusril menyatakan bahwa ia lebih sepakat dengan utusan daerah yang dibentuk dengan sistem senator terpisah dengan DPR yang dalam perjalanannya, masalah-masalah tertentu seperti pemilihan presiden dan penetapan GBHN harus dilakukan DPR dan utusan daerah tersebut.[7] Pada saat amandemen UUD 1945 sedang berlangsung tahun 2002, Penasihat Ahli Setjen MPR-RI Jimly Asshiddiqie sempat melontarkan usulan agar utusan golongan tetap dipertahankan dengan kewenangan terbatas.[8] Utusan golongan sendiri lewat ketua fraksinya Harun Kamil, sempat bersikukuh ingin mempertahankan eksistensinya di MPR dengan memilih alternatif satu dalam perancangan Pasal 2 Ayat (1). Utusan golongan tetap menginginkan agar struktur MPR adalah terdiri dari anggota DPR dan anggota DPD, ditambah dengan Utusan Golongan yang dipilih oleh DPR, meskipun mayoritas fraksi di MPR saat itu lebih menghendaki alternatif kedua dalam pasal itu yang menyatakan bahwa MPR terdiri atas anggota DPR dan anggota DPD yang dipilih melalui pemilihan umum dan diatur lebih lanjut dengan undang-undang. Keputusan pasal yang mengatur eksistensi utusan golongan pada akhirnya diambil dari alternatif kedua setelah fraksi utusan golongan kalah dalam mekanisme voting terbuka, 120 menolak dan 475 menyetujui utusan golongan dihapus[9][10] Utusan Golongan sendiri pada akhirnya ditiadakan dan tertulis dalam Pasal 2 Ayat (1) UUD 1945 dimana Majelis Permusyawaratan Rakyat terdiri atas anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Daerah yang dipilih melalui pemilihan umum.[11] Utusan golongan mengakhiri sesinya pada 30 September 2004 untuk terakhir kalinya bersamaan dengan berakhirnya periode MPR 1999–2004.[12][13]

Keanggotaan

Daftar nama keanggotaan utusan golongan per 1 Oktober 1999.[14][15][16][17][18][19][20][21]

No. Nama Perwakilan Nomor Keanggotaan
1. Nazri AdlaniAgamawan
(Majelis Ulama Indonesia)
(C– 631)
2. Afandi RidhwanAgamawan
(Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia)
(C –632)
3. A. Rosyad Sholeh(C –633)
4. Abdurrahman WahidAgamawan
(Nahdlatul Ulama)
(C –634)
5. Valina Singka SubektiAkademisi(C –635)
6. Habib Syech bin Ali Jufri(C –636)
7. Ali Binnur(C –637)
8. Kusnadi Abdul Hafid(C – 638)
9. M. Nahid Abdurrahman(C – 639)
10. Atifah HasanMajelis Taklim
(Badan Kontak Majelis Taklim)
(C –640)
11. Hamim Thohari(C –641)
12. Siddiq AminullahAgamawan
(Persatuan Islam)
(C –642)
13. Harun Kamil(C –643)
14. Aziddin(C –644)
15. F. Titi Vharmana(C –645)
16. Gedong Bagoes OkaHindu(C –646)
17. Siti Hartati MurdayaBuddha
(Perwakilan Umat Buddha Indonesia)
(C –647)
18. Ishak Pamumbu LambePendeta(C –648)
19. Markus Daniel WakkaryPendeta(C –649)
20. A. Djoko Wiyono(C –650)
21. Sutrisno Iwantono(C –651)
22. Adiwarsita AdinegoroPengusaha
(Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia)
(C –652)
23. Mohammad Iqbal(C –653)
24. Sutjipto(C –654)
25. Frederick Batong(C –655)
26. Tuk SetyohadiVeteran(C –656)
27. Siswono Yudo HusodoPetani
(Himpunan Kerukunan Tani Indonesia)
(C –657)
28. Hariyadi B. SukamdaniPengusaha
(Himpunan Pengusaha Muda Indonesia)
(C –658)
29. Sunarti(C –659)
30. MalikiMinoritas Kubu/Anak Dalam(C –660)
31. Kasmin bin SailanMinoritas Baduy(C –661)
32. Aselmus Robertus MecerMinoritas Dayak(C –662)
33. John Onan Lanta’aMinoritas Sangir(C –663)
34. Teddy Th. KedeykotoMinoritas Irian(C –664)
35. Fikri ThalibDisabilitas(C –665)
36. Siswo M. Uhsin(C –666)
37. G. M. TambupolonInsinyur
(Perhimpunan Ahli Teknik Indonesia)
(C –667)
38. Djoko Mursito Hoemardani(C –668)
39. Achmad MubarokCendekiawan(C –669)
40. Ahmad Zacky SiradjCendekiawan
(Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia)
(C –670)
41. Ki. Boerhanoedin Lubis(C –671)
42. Marzuki UsmanEkonom
(Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia)
(C –672)
43. Sabam SiagianJurnalis
(The Jakarta Post)
(C –673)
44. Mohammad Assegaf(C –674)
45. Haryo Heroe Syswanto Ns. Soerio SoebagioSeniman
(Persatuan Artis Film Indonesia)
(C –675)
46. Muhammad Feisal TaminBirokrat
(Korps Pegawai Republik Indonesia)
(C –676)
47. Warsito Puspoyo(C –677)
48. SoedijartoPengajar
(Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia)
(C –678)
49. A. Hasan Segeiyr(C –679)
50. Malik Ridwan BadaiBirokrat(C –680)
51. Santoso Kismomihardjo(C –681)
52. Anak Agung Gde AgungAkademisi(C –682)
53. Ami Siamsidar Biman(C –683)
54. Nursyahbani KatjasungkanaPengacara(C–684)
55. Erna Witoelar(C –685)
56. Rais AbinVeteran
(Legiun Veteran Republik Indonesia)
(C –686)
57. Soejitno Hardjosoediro(C –687)
58. Haji Andi Sose(C –688)
59. Sri Mulyono Herlambang(C –689)
60. Inne Erna Adriana SoekaryoPerempuan
(Kongres Wanita Indonesia)
(C –692)
63. Sri Sjamsiar IssomPerempuan(C –693)
64. Mary B. Harun(C –694)
65. Azizah Sri Wedari ImamPerempuan
(Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia)
(C –695)

Usulan pembentukan kembali

[22][23]

Referensi

  1. ↑ https://www.mpr.go.id/dokumen/risalah/file/1606792373_file_mpr.pdf
  2. ↑ https://jdih.kpu.go.id/data/data_uu/UU%20Nomor%204%20Tahun%201999.pdf
  3. ↑ "Utusan Golongan Dihapuskan dari MPR". Liputan6. 11 Agustus 2002.
  4. ↑ https://news.detik.com/berita/d-6296005/ahmad-basarah-usul-utusan-golongan-daerah-kembali-jadi-bagian-mpr
  5. ↑ https://www.tempo.co/politik/sedikit-tapi-penuh-2297022
  6. ↑ Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (1997). Nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang terpilih dan yang diangkat masa bakti tahun 1997-2002. Direktorat Publikasi, Ditjen Pembinaan Pers & Grafika, Departemen Penerangan RI.
  7. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-13. Diakses tanggal 2014-12-11.
  8. ↑ https://www.hukumonline.com/berita/a/fug-tolak-isecond-roundi-pemilihan-presiden-langung-oleh-rakyat--hol5706/
  9. ↑ "PAH I BP MPR Sisakan 7 Materi Alternatif untuk ST MPR 2002". Hukum Online. 26 Juni 2002.
  10. ↑ "Utusan Golongan Dihapuskan dari MPR". Liputan6. 11 Agustus 2002.
  11. ↑ "Utusan Golongan Dihapuskan dari MPR". Liputan6. 11 Agustus 2002.
  12. ↑ "Sidang MPR Akhir Masa Jabatan Hasilkan Lima Keputusan". DetikNews. 26 September 2004.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  13. ↑ "Pemerintahan Megawati Dinilai Lemah dalam Penegakan Hukum". Liputan6. 26 September 2004.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Dewan Perwakilan Rakyat (1997). Nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan Majelis Permusyawaratan Rakyat yang terpilih dan yang diangkat masa bakti tahun 1997-2002. Direktorat Publikasi, Ditjen Pembinaan Pers & Grafika, Departemen Penerangan RI.
  15. ↑ https://aman.or.id/news/read/501
  16. ↑ Suryadinata, Leo (2002). Elections and politics in Indonesia. Institute of Southeast Asian Studies.
  17. ↑ "Seven ministers to resign for new seats in Assembly" (dalam bahasa Inggris). The Jakarta Post. Diarsipkan dari asli tanggal 28 September 1999.{{cite web}}: |archive-date= / |archive-url= stempel waktu tidak cocok; 19 Maret 2016 disarankanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  18. ↑ https://ahmadzackysiradj.wordpress.com/about/
  19. ↑ https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/ybDjdyXK-aktivis-difabel-dan-mantan-anggota-mpr-fikri-thalib-tutup-usia
  20. ↑ https://kepustakaan-kowani.perpusnas.go.id/tokoh-wanita/dra-inne-soekaryo-apt-1999-2004
  21. ↑ https://yayasanmitrainsani.com/berita/peluncuran-buku-atifah-hasan-guru-yang-dirindu/
  22. ↑ https://www.kompas.id/artikel/menghidupkan-utusan-golongan-dari-korporatis-ke-inklusif
  23. ↑ https://mpr.go.id/berita/Dewan-Pakar-PA-GMNI-Usulkan-Utusan-Golongan-dan-Utusan-Daerah-Kembali-ke-MPR


120px-Flag_map_of_Indonesia.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan