Rabu, 14 Oktober 2026
13:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Uncal kouran

Uncal kouran

spesies burung

Bagikan:
Uncal kouran
500px-Burung_Uncal_Kouran.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sepasang uncal kouran berwarna cokelat yang bertengger di dahan pohon.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
M. ruficeps
Nama binomial
Macropygia ruficeps
(Temminck, 1834)
Artikel takson sembarang

Uncal kouran (bahasa Inggris:Little cuckoo-dove) merupakan burung yang mempunyai tubuh ramping dan berekor panjang berwarna kemerahan, bahkan lebih panjang dari ekor tekukur biasa, dan termasuk satwa yang tidak dilindungi.[2][3][4] Burung ini sering terlihat saat terbang cepat di atas permukaan atau menembus tajuk, sehingga sulit diamati.[2]

Ciri-ciri

Di antara para kerabatnya, uncal kouran adalah burung terkecil yang berada di wilayah Jawa.[2] Tubuh bagian bawahnya berwarna kuning tua dengan bercak-bercak kehitaman di bagian dada, dan pada bagian atas bergaris-garis hitam yang terdapat suatu garis subterminal gelap pada bulu-bulu ekor yang paling luar.[5]

Pada burung uncal kouran jantan, tengkuknya berwarna hijau dipadu dengan ungu yang mengilap.[5] Adapun uncal betina tidak memiliki bulu yang mengilap, hanya ada bercak-bercak gelap pada dadanya.[5][6] Irisnya mempunyai warna abu-abu putih dan berparuh cokelat dengan ujung hitam serta kaki berwarna merah koral.[5]

Adapun tinggi burung ini mencapai 30 cm atau sekitar 12 inci.[2] Kicauan burung Uncal kouran kurang lebih seperti kru-wuk yang disiulkan secara cepat dengan tekanan pada nada kedua, kemudian diulang-ulang bisa sampai 30 kali.[5] Setelah berhenti sebentar, burung ini akan mengulangi kicauannya kembali.[5]

Di dataran rendah kita dapat menjumpai salah satu kerabatnya, yakni Uncal coklat yang mana suaranya seperti wow wow, kira-kira disiulkan sekitar empat panggilan dalam lima detik.[2]

Habitat

Habitat uncal kouran berada di pegunungan yang berhutan, namun dapat terbang jauh untuk turun ke dataran rendah dan juga untuk mencari makanan.[2] Uncal kouran merupakan salah satu jenis burung agroforest yang terdapat di Pulau Sumatra.[7]

Burung ini tidak hanya ditemukan di Sumatra saja, melainkan juga di Pulau Simeulue, Pulau Kalimantan (satwa ini salah satunya menetap di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya), termasuk Pulau Sebatik, Jawa, Bali, Sunda kecil, meliputi Lombok, Sumbawa, Komodo, Flores, Pantar, Sumba dan Timor.[5][8] Selain di Indonesia, fauna ini juga dapat dijumpai di Myanmar, yakni di daerah Karennee dan Shandoung bagian selatan sampai Muleyit, juga di negara bagian Shan sebelah selatan.[5] Kemudian dapat ditemukan pula di China selatan bagian tengah, tepatnya di Yunnan bagian selatan sampai Thailand bagian barat, barat laut, dan timur laut.[5] Ada juga di Vietnam bagian barat laut, yakni di daerah Tonkin bagian barat, lalu Laos bagian utara dan Semenanjung Malaysia.[5]

Biasanya kawanan burung uncal hidup di tepi hutan perbukitan dan pegunungan bawah sampai pada ketinggian 2500 mdpl.[5] Selain itu, burung ini juga dapat kita temukan di lahan budidaya dengan populasi pohon yang jarang.[5]

Referensi

  1. ↑ "Macropygia ruficeps". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. International Union for Conservation of Nature. 2012. Diakses tanggal 26 November 2013. {{cite web}}: |ref=harv tidak valid; Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |last-author-amp=; Parameter tidak dikenal |authors= diabaikanPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 Derek Holmes, dkk (1999).Burung-burung di Jawa dan Bali.Jakarta:Puslitbang Biologi- LIPI. Terj. Soenarto Adisoemarto Hal 26 Cet 1
  3. ↑ "Tekukur biasa". Portal Jakarta. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-02. Diakses tanggal 30 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Satwa yang Tidak dilindungi" (PDF). Bengkulu Web. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2014-05-17. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
  5. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 "Kareo padi". Kutilang Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-07. Diakses tanggal 30 April 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Robson, Craig (2007).Birds of South East- Asia.London:New Holland Publishers. Hal 35
  7. ↑ Ayat, Asep (2011).Burung-burung Agroforest di Sumatra.Sumatra:PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE). Hal 103
  8. ↑ "Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya". Departemen Kehutanan. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-05. Diakses tanggal 15 Mei 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan