Rabu, 23 September 2026
03:15 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Pulau Sebatik

Pulau Sebatik

pulau di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Pulau Sebatik"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Pulau Sebatik
330px-Patok_1_Perbatasan_Indonesia-Malaysia_di_Sebatik_%282%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patok 1 Perbatasan Indonesia-Malaysia di Sebatik
330px-Patok_1_Perbatasan_Indonesia-Malaysia_di_Sebatik_%282%29.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta lokasi Pulau Sebatik
Geografi
Koordinat4°09′24.9″N 117°47′45.1″E / 4.156917°N 117.795861°E / 4.156917; 117.795861
Pemerintahan
Provinsi Kalimantan Utara
KabupatenNunukan
Luas bagian246,1 km2 (950,2 sq mi)
Negara Bagian Sabah
Luas bagian187,23 km2 (72,29 sq mi)
Demografi
Populasi25,000 (pihak Malaysia)
47,571 (pihak Indonesia) jiwa

Pulau Sebatik adalah pulau yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Secara administratif, pulau ini dikuasai oleh 2 negara, Sebatik bagian utara dikuasai oleh Kerajaan Malaysia, dan Sebatik bagian selatan dikuasai Republik Indonesia.[1]

Pemisahan wilayah Sebatik Indonesia dengan Sebatik Malaysia menggunakan titik koordinat 4°10' sesuai dengan perjanjian Konvensi London 1891, di mana semua wilayah Sebatik yang dikuasai oleh Belanda diambil oleh Indonesia, dan semua wilayah Sebatik yang di kuasai oleh Inggris diambil oleh Malaysia. Wilayah Sebatik Indonesia masuk dalam wilayah Provinsi Kalimantan Utara, dan Wilayah Sebatik Malaysia masuk dalam Negara Bagian Sabah.[butuh rujukan]

Mayoritas penduduk Pulau Sebatik bersuku Bugis, dengan orang pertama yang datang ke Pulau Sebatik adalah Ambo Emmang dari Suku Bugis dan asal dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.[butuh rujukan]

Sejarah

Asal-usul nama Sebatik berasal dari pemberian nama Tim Ekspedisi Belanda yang pada saat berkuasanya meneliti di Sebatik dan menemukan ular besar sejenis Sanca. Masyarakat yang mengikuti ekspedisi tersebut menyebut ular yang ditemukan dengan ular "Sawa Batik" dan pada saat itu Belanda menyebutnya "Sebettik" dan kemudian berangsur-angsur berubah penyebutan hingga menjadi "Sebatik".[butuh rujukan]

Pada umumnya masyarakat Bugis yang melakukan aktivitas perdagangan (padangkang) baik ke Sulawesi, Malaysia, dan Filipina, lebih sering menyebut nama Sebatik dengan sebutan "Sebate".[butuh rujukan]

Sebatik adalah salah satu tempat di mana terjadi pertempuran hebat antara pasukan Indonesia dan Malaysia saat terjadinya "Konfrontasi".[butuh rujukan]

Pada 8 Maret 2005, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengunjungi daerah wilayah perbatasan Republik Indonesia di Pulau Sebatik. Kunjungan presiden ini dalam penyelesaian kasus Blok Ambalat yang diklaim Malaysia sebagai wilayah Kerajaan Malaysia.[butuh rujukan]

Pada 16 Desember 2014, Presiden Jokowi mengunjungi wilayah perbatasan Republik Indonesia di Pulau Sebatik. Ia mengunjungi beberapa lokasi seperti Patok 3 di Desa Aji Kuning dan Menara Patok Nol di Desa Pancang, di mana terdapat pos Angkatan Laut yang dapat melihat langsung wilayah Malaysia, yakni Tawau.[2]

Geografi

Sebatik Indonesia memiliki batas-batas:[butuh rujukan]

  • Utara: Sebatik Malaysia
  • Timur: Laut Sulawesi
  • Selatan: Selat Sebatik
  • Barat: Selat Sebatik

Sebatik Malaysia memiliki batas-batas:[butuh rujukan]

  • Utara: Kota Tawau
  • Timur: Laut Sulawesi
  • Selatan: Sebatik Indonesia
  • Barat: Selat Sebatik
250px-Stamps_of_Indonesia%2C_107-08.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prangko Pulau Sebatik

Pulau Sebatik merupakan daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Pulau Sebatik termasuk dalam wilayah administratif Kecamatan Sebatik, yaitu kecamatan paling timur di kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Kecamatan Sebatik terdiri dari empat desa, yaitu Tanjung Karang, Pancang, Sungai Nyamuk Tanjung Aru dan Setabu.[butuh rujukan]

Pulau ini secara umum beriklim panas dengan suhu udara rata-rata 27,8°C, suhu terendah 22,9°C pada bulan agustus dan tertinggi 33,0°C pada bulan April. Pulau ini merupakan salah satu pulau terluar yang menjadi prioritas utama pembangunan karena perbatasan langsung dengan negara tetangga. Program utama yang perlu dilakukan di Pulau Sebatik antara lain adalah pembangunan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata serta peningkatan hukum dan pengawasan keamanan.[butuh rujukan]

Pulau Sebatik terdiri dari 5 Kecamatan dan 19 Desa yang kan siap menjadi Daerah Otonomi Baru. Kecamatan Sebatik terdiri dari Desa Padaidi, Desa Sungai Manurung, Desa Tanjung Karang dan Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat terdiri dari Desa Setabu, Desa Binalawan, Desa Liang Bunyu dan Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Tengah terdiri dari Desa Sungai Limau, Desa Maspul, Desa Bukit Harapan dan Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Utara terdiri dari Desa Seberang, Desa Lapri dan Desa Pancang, sedangkan Kecamatan Sebatik Timur terdiri dari Desa Tanjung Harapan, Desa Sungai Nyamuk, Desa Bukit Aru Indah dan Desa Tanjung Aru.[butuh rujukan]

Pulau Sebatik terbagi dua. Belahan utara seluas 187,23 km²merupakan wilayah Negara Bagian Sabah, Malaysia, sedangkan belahan selatan dengan luas 246,61 km²masuk ke wilayah Indonesia di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara. Dari luas ini 375, 52 ha di antaranya merupakan kawasan konservasi.[butuh rujukan]

Referensi

Kabupaten Nunukan
Kabupaten Malinau
Kabupaten Bulungan
Kabupaten Tana Tidung
Kota Tarakan
Topik
Kumpulan etnis
Bagian
Kota utama
Kota
Kota lainnya
Desa
Pulau
Teluk
Sungai
Konflik Spratly
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan