Senin, 21 September 2026
04:47 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Twelfth Night, or What You Will

Twelfth Night, or What You Will

sandiwara karya William Shakespeare

Artikel ini berisi tentang Drama Shakespeare. Untuk hari libur, lihat Malam Kedua Belas (hari libur). Untuk penggunaan lainnya, lihat Twelfth Night (disambiguasi).
"If music be the food of love, play on" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lainnya, lihat If Music Be the Food of Love.
500px-Daniel_Maclise_%281806-1870%29_-_Scene_from_%27Twelfth_Night%27_%28%27Malvolio_and_the_Countess%27%29_-_N00423_-_National_Gallery.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Scene from 'Twelfth Night' ('Malvolio and the Countess'), Daniel Maclise (1840)

Twelfth Night, or What You Will adalah sebuah komedi romantis karya William Shakespeare, diyakini telah ditulis sekitar tahun 1601–1602 sebagai hiburan Malam Kedua Belas untuk menutup Musim Natal. Drama ini berpusat pada si kembar Viola dan Sebastian, yang terpisah akibat kecelakaan kapal. Viola (menyamar sebagai seorang pelayan bernama 'Cesario') jatuh cinta dengan Adipati Orsino, yang pada gilirannya jatuh cinta dengan Countess Olivia. Saat bertemu Viola, Countess Olivia jatuh cinta padanya, karena mengira dia adalah seorang pria.

Drama tersebut memperluas selingan musik dan kekacauan yang lazim terjadi pada acara tersebut,[1] dengan elemen plot yang diambil dari cerita pendek Barnabe Rich "Of Apollonius and Silla", berdasarkan sebuah cerita karya Matteo Bandello. Pertunjukan publik pertama yang didokumentasikan terjadi pada tanggal 2 Februari 1602, di Candlemas, akhir resmi dari masa NatalMasa Epifani dalam kalender tahun liturgi Kristen. Drama tersebut baru diterbitkan setelah dimasukkan dalam Folio Pertama tahun 1623.

Kisah Malam Keduabelas

Tokoh utama

  • Viola, seorang gadis bangsawan yang menyamar sebagai seorang pria muda bernama Cesario
  • Sebastian, saudara kembar Viola
  • Orsino, Adipati Illyria
  • Olivia, seorang wanita bangsawan
  • Maria, pembantu Olivia
  • Malvolio, pelayan Olivia
  • Sir Toby Belch, paman Olivia yang mabuk
  • Sir Andrew Aguecheek, teman Toby yang bodoh dan ingin melamar Olivia
  • Antonio, seorang kapten kapal

Waktu dan tempat

Awal abad ke-17 di Illyria, sebuah negara di Laut Adriatik.

Sinopsis


Ceritanya berpusat mengenai Viola, seorang wanita muda yang baru saja kehilangan saudara kembarnya, Sebastian, di laut. Masing-masing mengira saudaranya telah tewas. Viola kemudian menyamar menjadi laki-laki bernama Cesario untuk bekerja pada Duke Orsino. Orsino kebetulan sedang jatuh cinta pada Olivia, seorang wanita yaghhuuujjjng kakaknya baru meninggal dan berkabung sehingga ia menolak rayuan Orsino. Karena itu Orsino mengirim Cesario alias Viola untuk membujuk Olivia.

Tak dinyana Olivia malah jatuh cinta pada Viola yang dikiranya seorang laki-laki. Padahal Viola juga jatuh cinta pada Orsino. Kebingungan makin memuncak ketika Sebastian tiba-tiba muncul sehat walafiat. Olivia mengira Sebastian adalah Viola, dan Viola ragu-ragu apakah ia akan keluar dari samarannya agar dapat memikat Orsino.

Referensi

  1. Thomson, Peter (1983). Shakespeare's Theatre. London: Routledge & Kegan Paul. hlm. 94. ISBN 0-7100-9480-9. OCLC 9154553. Shakespeare, having tackled the theatrical problems of providing Twelfth Night with effective musical interludes, found his attitude toward his material changed. An episodic story became in his mind a thing of dreams and themes.
  • Donno, Elizabeth Story, ed. (2003). Twelfth Night. Cambridge.
  • Mahood, M.M., ed. (1995). Twelfth Night. Penguin.
  • Pennington, Michael (2000). Twelfth Night: A users' guide. New York.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  • Mulherin, Jennifer. "Twelfth Night". Shakespeare for Everyone.

Pranala luar

Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Twelfth Night.
Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Twelfth Night.
Digital editions
Educational resources
Other sources
Drama
Tragedi
Komedi
Sejarah
Lihat juga
120px-Shakespeare_%28oval-cropped%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sajak
Apokrifa
Drama
Sajak
Kehidupan
dan karya
Peninggalan
Institusi
Keluarga
Karakter
250px-R_Staines_Malvolio_Shakespeare_Twelfth_Night.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Layar lebar
Musikal
Adaptasi
Opera
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan