Selasa, 22 September 2026
03:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Macbeth

Macbeth

Drama karya William Shakespeare

Artikel ini berisi tentang Drama karya Shakespeare. Untuk raja Skotlandia dalam sejarah, lihat Macbeth, Raja Skotlandia. Untuk tokoh utama dalam drama tersebut, lihat Macbeth (karakter). Untuk kegunaan lainnya, lihat Macbeth (disambiguasi).
"The Tragedy of Macbeth" beralih ke halaman ini. Untuk film, lihat The Tragedy of Macbeth (film 2021).
The Tragedie of Macbeth
250px-First-page-first-folio-macbeth.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Halaman judul bagian dalam Folio Pertama
PengarangWilliam Shakespeare
NegaraLondon, Inggris
BahasaInggris
GenreTragedi Shakespeare
Latar tempat/waktuSkotlandia dan Inggris (Babak IV, Adegan III)
PenerbitEdward Blount dan William Jaggard
Tanggal terbit
1623
TeksThe Tragedie of Macbeth di Wikisource
330px-Thomas_Keene_in_Macbeth_1884_Wikipedia_crop.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Poster untuk sebuah produksi Amerika sekitar tahun 1884 dari Macbeth, dibintangi Thomas W. Keene. Berikut ini adalah gambar-gambar yang ditampilkan, searah jarum jam dari kiri atas: Macbeth dan Banquo bertemu dengan para penyihir, setelah dari pembunuhan Duncan, Hantu Banquo, Macbeth berduel dengan Macduff, dan Macbeth.

The Tragedy of Macbeth, sering disingkat menjadi Macbeth (/məkˈbɛθ/), adalah sebuah tragedi karya William Shakespeare, diperkirakan pertama kali dipentaskan pada tahun 1606.[a] Hal ini mendramatisir dampak kekerasan fisik dan efek psikologis yang merusak dari ambisi politik dan kekuasaan. Pertama kali diterbitkan dalam Folio tahun 1623, mungkin dari buku panduan, dan merupakan tragedi terpendek karya Shakespeare.[1] Para cendekiawan percaya bahwa Macbeth, dari semua drama yang ditulis Shakespeare selama pemerintahan of Raja James I, mengandung paling banyak kiasan kepada James, pelindung perusahaan akting Shakespeare.[2]

Dalam drama tersebut, seorang jenderal Skotlandia pemberani bernama Macbeth menerima ramalan dari trio penyihir bahwa suatu hari dia akan menjadi Raja Skotlandia. Diliputi ambisi terpendam dan didorong melakukan kekerasan oleh istrinya, Macbeth membunuh Raja Duncan dan merebut takhta Skotlandia untuk dirinya sendiri. Kemudian, diliputi rasa bersalah dan paranoid, ia melakukan pembunuhan lebih lanjut untuk melindungi dirinya dari permusuhan dan kecurigaan, dan dalam prosesnya menjadi seorang tiran. Kekerasan yang dilakukan oleh pasangan yang haus kekuasaan itu menyebabkan mereka menjadi gila dan akhirnya meninggal dunia.

Sumber cerita yang digunakan Shakespeare adalah catatan tentang Macbeth, Raja Skotlandia, Macduff, dan Duncan dalam Holinshed's Chronicles (1587), sejarah Inggris, Skotlandia, dan Irlandia yang dikenal oleh Shakespeare dan orang-orang sezamannya, meskipun peristiwa-peristiwa dalam drama tersebut sangat berbeda dari sejarah Macbeth yang sebenarnya.

Ada sebuah kepercayaan takhayul di dunia panggung bahwa judul pementasan tidak boleh disebutkan, dan sebagai gantinya berjudul "The Scottish Play". Drama ini telah menarik beberapa aktor paling terkenal untuk memerankan Macbeth dan Lady Macbeth dan telah diadaptasi menjadi film, televisi, opera, novel, komik, dan media lainnya.

Terjemahan buku ke dalam bahasa Indonesianya dengan judul yang sama dilakukan oleh Trisno Sumardjo.[3]

Kisah Macbeth

Tokoh utama

  • Macbeth, jenderal dan Thane (semacam gubernur) Glamis
  • Nyonya Macbeth, istri Macbeth
  • Duncan, Raja Skotlandia
  • Banquo, seorang jenderal
  • Macduff,putra raja duncan
  • Tiga Nenek Sihir

Waktu dan tempat

Abad ke-11 di Skotlandia.

Sinopsis

250px-Macbeth_JM.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
"Macbeth", oleh John Martin

Macbeth adalah seorang jenderal di bawah pemerintahan raja Skotlandia Duncan I. Pada suatu hari ia dan temannya Banquo bertemu dengan tiga tukang sihir yang meramalkan bahwa Macbeth akan menjadi raja suatu hari, dan Banquo, walaupun tidak akan menjadi raja, tetap akan memperanakkan raja-raja.

Ketika Macbeth pulang dan memberitakan hal ini kepada istrinya Lady Macbeth, ia segera menyusun rencana untuk membunuh Duncan yang akan berkunjung dan menginap di rumah mereka. Setelah menjadi raja, Macbeth juga takut bahwa Banquo akan membocorkan rahasia tentang ketiga tukang sihir, dan memerintahkan ia dibunuh juga.

Sementara itu seorang jenderal lain yang bernama Macduff menjadi curiga akan tingkah laku Macbeth yang menampakkan gejala-gejala ketakutan dan rasa bersalah. Ia kemudian bergabung dengan Malcolm dan Donalbain, kedua anak Duncan yang juga merasa curiga.

Perasaan takut Macbeth mendorongnya untuk mencari tukang-tukang sihir itu lagi, dan kali ini mereka meramalkan bahwa Macbeth akan tetap hidup "sampai hutan Great Birnam datang ke bukit Dunsinane". Selain itu, juga bahwa Macbeth tidak akan dibunuh oleh seseorang yang dilahirkan dari seorang wanita. Berpikir bahwa ini hal yang mustahil, Macbeth menjadi sombong dan puas akan jawaban ini. Namun Lady Macbeth akhirnya tidak kuat lagi dan menjadi gila. Terutama ia merasa bahwa ada noda darah di tangannya yang tidak mau hilang walaupun dicuci berkali-kali.

Malcolm dan Macduff pergi ke Inggris dan merencanakan kudeta untuk membunuh Macbeth. Mereka akhirnya menyerang puri Macbeth dengan sekelompok prajurit, sambil membawa pucuk-pucuk pohon dari hutan Great Birnam sebagai samaran (hutan Birnam datang ke bukit Dunsinane). Macduff berhasil memaksa Macbeth untuk berduel dengannya. Macbeth masih merasa sombong karena berdasarkan ramalan tukang-tukang sihir, ia tidak akan pernah dibunuh oleh "seseorang yang dilahirkan dari seorang wanita". Namun, Macduff menjawab bahwa ia "diambil dari rahim ibunya" (dengan operasi caesar). Akhirnya Macduff berhasil memotong kepala Macbeth dan menyerahkan takhta kerajaan kepada Malcolm.

Versi Film

Referensi

Lihat Pula

Drama
Tragedi
Komedi
Sejarah
Lihat juga
120px-Shakespeare_%28oval-cropped%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sajak
Apokrifa
Drama
Sajak
Kehidupan
dan karya
Peninggalan
Institusi
Keluarga
  1. Untuk pertunjukan pertama pada tahun 1607, lihat Gurr 2009, hlm. 293, Thomson 1992, hlm. 64, and Wickham 1969, hlm. 231. Untuk tanggal pembuatan, lihat Brooke 2008, hlm. 1 dan Clark & Mason 2015, hlm. 13
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan