Minggu, 20 September 2026
23:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Keong sawah

Keong sawah

Wikispecies mempunyai informasi mengenai Keong sawah.
Pila ampullacea
250px-Ampullaria_ampullacea_%28Linn%C3%A9%29_%282999358117%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cangkang dan operkulum dari Pila ampullacea
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Mollusca
Kelas: Gastropoda
Ordo: Architaenioglossa
Famili: Ampullariidae
Genus: Pila
Spesies:
P. ampullacea
Nama binomial
Pila ampullacea
(Linnaeus, 1758)
Sinonim[2]
  • Ampullaria ampullacea (Linnaeus, 1758)
  • Ampullaria ampullacea var. javensis G. Nevill, 1885
  • Ampullaria fasciata Lamarck, 1822 (tidak valid: homonim junior dari fasciata Roissy, 1805)
  • Ampullaria gruneri Philippi, 1852 (sinonim junior)
  • Helix ampullacea Linnaeus, 1758 (kombinasi asli)
  • Pachylabra ampullacea (Linnaeus, 1758)
  • Pachylabra ampullacea var. saleyerensis Kobelt, 1912 (sinonim junior)
  • Pomacea orbata Perry, 1811 (sinonim junior)

Keong sawah atau tutut (Pila ampullacea) (dari bahasa Sunda) adalah sejenis siput air yang dapat dijumpai di perairan tawar Asia tropis, seperti di sawah, aliran parit, serta danau. Hewan bercangkang ini dikenal pula sebagai Keong gondang, siput sawah, siput air, atau tutut. Bentuk keong sawah agak menyerupai Keong mas, masih berkerabat, tetapi keong sawah memiliki warna cangkang hijau pekat sampai hitam.[3]

Penyebaran

Keong sawah atau Keong gondang (Jw.), juga dikenal dengan nama kakul (Bl.) atau sisok (Bl.) dan termasuk dalam kelompok Operculata yang hidup di perairan dangkal yang berdasar lumpur serta ditumbuhi rerumputan air, dengan aliran air yang lamban, misalnya sawah, rawa-rawa, pinggir danau dan pinggir sungai kecil.

Ada dua jenis dari marga Pila yang hidup di sawah, yaitu Pila scutata dengan sebaran di Thailand, Kamboja, Malaysia, Indonesia (kecuali Irian Jaya) dan Filipina, dan Pila polita yang sebarannya mencakup Thailand, Vietnam Kamboja, Malaysia, Indonesia (Sumatra dan Jawa).

Budi daya

Pertumbuhan keong sawah ini dipengaruhi oleh berbagai hal diantaranya bahan organik yang terkandung di dalam perairan karena bahan organik yang ada di dalam perairan akan menumbuhkan plankton yang akan menjadi makanan untuk keong sawah. Dengan pemberian pupuk pada tanah sawah maupun pada kolam ikan akan meningkatkan pertumbuhan keong sawah.

Ciri-ciri

Keong sawah ini bisa memiliki tinggi cangkang sampai 85–100 mm dengan diameter 85–90 mm; bentuknya seperti kerucut membulat dengan warna hijau-kecoklatan atau kuning kehijauan. Puncak cangkang agak runcing, tepi cangkang menyiku tumpul pada yang muda, jumlah seluk 6-7, agak cembung, seluk akhir besar.

Mulut membundar, tepinya bersambung, tidak melebar, umumnya hitam. Operculum agak bundar telur, tipis, agak cekung, coklat kehitaman. Sebagaimana anggota Ampullariidae lainnya, ia memiliki operculum, semacam penutup/pelindung tubuhnya yang lunak ketika menyembunyikan diri di dalam cangkangnya.[4]

Kandungan gizi

Keong sawah atau tutut ternyata menyimpan kandungan gizi tinggi, menurut Positive Deviance Resource Centre khasiatnya ini karena keong sawah mengandung kandungan protein 12%, kalsium 217 mg, rendah kolesterol, 81 gram air dalam 100 gram keong sawah, dan sisanya mengandung energi, protein, kalsium, karbohidrat, dan phosfor.

Kandungan vitamin pada keong sawah cukup tinggi, dengan dominasi vitamin A, E, niacin dan folat. Keong sawah juga mengandung zat gizi makronutrien berupa protein dalam kadar yang cukup tinggi pada tubuhnya. Berat daging satu ekor keong sawah dewasa dapat mencapai 4-5 gram.[5]

Selain makronutrien, tubuh keong sawah juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Dengan pengelolaan yang tepat, tutut dapat dijadikan sumber protein hewani yang bermutu dengan harga yang jauh lebih murah daripada daging sapi, kambing atau ayam.

Keong sawah banyak dikonsumsi secara luas di berbagai wilayah Asia Tenggara dan memiliki nilai gizi yang baik karena mengandung protein yang cukup tinggi. Meskipun demikian, kewaspadaan perlu diberikan karena keong sawah adalah inang dari beberapa penyakit parasit. Selain itu, hewan yang diambil dari dekat persawahan dapat menyimpan sisa pestisida di dalam tubuhnya.[6]

Hidangan

[icon]
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.
250px-Tutut-mantap-Buche.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
olahan tutut dengan bumbu rempah

Lihat pula

Galeri

  • Cangkang
    Cangkang
  • Sisi bawah
    Sisi bawah

Referensi

  1. Sri-aroon, P.; Richter, K. (2012). "Pila ampullacea". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2012 e.T184900A1763173. doi:10.2305/IUCN.UK.2012-1.RLTS.T184900A1763173.en. Diakses tanggal 18 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Bouchet, P. (2013). Pila ampullacea (Linnaeus, 1758). In: MolluscaBase (2017). Accessed through: World Register of Marine Species at http://www.marinespecies.org/aphia.php?p=taxdetails&id=737456 on 2017-06-07
  3. Kepadatan Keong Pila Ampullacea di Area Persawahan id.scribd.com
  4. Berkenalan Dengan Keong Diarsipkan 2014-06-16 di Wayback Machine. anneahira.com
  5. Keong Sawah Yang Gurih dan Berkhasiat smallcrab.com
  6. Awas, Jamur Melinjo Berbahaya ![pranala nonaktif permanen] community.gunadarma.ac.id

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan