
Dalam aljabar elementer, teorema binomial adalah teorema yang menjelaskan mengenai pengembangan eksponen dari penjumlahan antara dua variabel (binomial). Berdasarkan teorema ini, dimungkinkan untuk mengembangkan eksponen (x + y)n menjadi sebuah penjumlahan dari suku-suku dengan bentuk axbyc, di mana eksponen b dan c adalah bilangan bulat non negatif dengan b + c = n, dan koefisien a dari setiap suku adalah bilangan bulat positif tertentu tergantung pada n dan b. Ketika suatu eksponen adalah nol, faktor yang bereksponen nol tersebut biasanya dihilangkan dari sukunya. Contohnya,
-
(
x
+
y
)
4
=
x
4
y
0
+
4
x
3
y
+
6
x
2
y
2
+
4
x
y
3
+
x
0
y
4
.
{\displaystyle (x+y)^{4}\;=\;x^{4}y^{0}\,+\,4x^{3}y\,+\,6x^{2}y^{2}\,+\,4xy^{3}\,+\,x^{0}y^{4}.}
-
(
x
+
y
)
4
=
x
4
+
4
x
3
y
+
6
x
2
y
2
+
4
x
y
3
+
y
4
.
{\displaystyle (x+y)^{4}\;=\;x^{4}\,+\,4x^{3}y\,+\,6x^{2}y^{2}\,+\,4xy^{3}\,+\,y^{4}.}
Koefisien a pada suku axbyc dikenal sebagai koefisien binomial
(
n
b
)
{\displaystyle {\tbinom {n}{b}}}
atau
(
n
c
)
{\displaystyle {\tbinom {n}{c}}}
(keduanya memiliki nilai yang sama). Koefisien untuk setiap variasi n dan b dapat disusun membentuk segitiga Pascal. Angka-angka ini juga muncul dalam kombinatorika, di mana
(
n
b
)
{\displaystyle {\tbinom {n}{b}}}
menunjukkan banyaknya kombinasi yang berbeda dari unsur b yang dapat dipilih dari suatu himpunan dengan unsur sebanyak n.
Sejarah
Peristiwa-peristiwa khusus terkait teorema binomial yang diketahui sejak zaman kuno diikhtisarkan berikut ini:
Abad ke-4 SM [[matematikawan Yunani]] Euklides menyebutkan kasus khusus teorema binomial untuk eksponen 2.[1][2] Ada bukti bahwa teorema binomial untuk kubus telah diketahui pada abad ke-6 di India.[1][2]
Koefisien binomial, seperti jumlah kombinasi yang menunjukkan banyak cara untuk memilih k objek dari n tanpa penggantian, telah menjadi perhatian orang-orang Hindu kuno. Referensi paling awal yang diketahui mengenai permasalahan kombinasi ini adalah Chandaḥśāstra karya penulis Hindu, Pingala (sekitar 200 SM), yang memuat suatu metode untuk solusinya.[3]: 230 Seorang peneliti bernama Halayudha dari abad ke-10 M menjelaskan mengenai metode ini menggunakan yang kini dikenal sebagai segitiga Pascal.[3] Pada abad ke-6 M, matematikawan Hindu mungkin telah mengetahui cara menunjukkannya dalam sebuah persamaan
n
!
(
n
−
k
)
!
k
!
{\displaystyle {\frac {n!}{(n-k)!k!}}}
,[4] dan suatu pernyataan yang jelas mengenai aturan ini dapat ditemukan dalam naskah abad ke-12 Lilavati karya Bhaskara.[4]
Teorema binomial yang sama dapat ditemukan pada hasil tulisan matematikawan Persia abad ke-11, Al-Karaji, yang menggambarkan pola segitiga dari koefisien binomial.[5] Ia juga memberikan pembuktian matematika dari teorema binomial dan segitiga dengan menggunakan suatu bentuk sederhana dari induksi matematika.[5] Penyari dan matematikawan Persia Umar Khayyām mungkin telah akrab dengan rumus-rumus dengan pangkat yang lebih tinggi, meskipun banyak karya-karya matematikanya hilang.[2] Ekspansi binomial dengan derajat kecil telah diketahui oleh matematikawan abad ke-13 bernama Yang Hui[6] dan Zhu Shijie.[2] Yang Hui menghubungkan metode itu dengan naskah yang jauh lebih awal berasal dari abad ke-11 tulisan Jia Xian, meskipun tulisan-tulisannya kini juga hilang.[3]: 142
Pernyataan teorema
Berdasarkan teorema binomial, dimungkinkan untuk mengembangkan setiap eksponen dari x + y menjadi suatu penjumlahan dengan bentuk
-
(
x
+
y
)
n
=
(
n
0
)
x
n
y
0
+
(
n
1
)
x
n
−
1
y
1
+
(
n
2
)
x
n
−
2
y
2
+
⋯
+
(
n
n
−
1
)
x
1
y
n
−
1
+
(
n
n
)
x
0
y
n
,
{\displaystyle (x+y)^{n}={n \choose 0}x^{n}y^{0}+{n \choose 1}x^{n-1}y^{1}+{n \choose 2}x^{n-2}y^{2}+\cdots +{n \choose n-1}x^{1}y^{n-1}+{n \choose n}x^{0}y^{n},}
di mana setiap
(
n
k
)
{\displaystyle {\tbinom {n}{k}}}
adalah bilangan bulat positif tertentu yang dikenal sebagai koefisien binomial. Rumus ini dikenal juga sebagai rumus binomial atau identitas binomial. Dengan menggunakan notasi penjumlahan, rumus itu dapat ditulis
-
(
x
+
y
)
n
=
∑
k
=
0
n
(
n
k
)
x
n
−
k
y
k
=
∑
k
=
0
n
(
n
k
)
x
k
y
n
−
k
.
{\displaystyle (x+y)^{n}=\sum _{k=0}^{n}{n \choose k}x^{n-k}y^{k}=\sum _{k=0}^{n}{n \choose k}x^{k}y^{n-k}.}
Ekspresi akhir mengikuti ekspresi sebelumnya dengan cara menukar letak x dan y dari ekspresi pertama, dan dengan perbandingan keduanya diketahui bahwa urutan koefisien binomial dalam rumus tersebut adalah simetris.
Sebuah varian sederhana dari rumus binomial diperoleh dengan mensubstitusi y dengan 1, sehingga hanya terdapat satu variabel. Dengan bentuk ini, rumus akan menjadi
-
(
1
+
x
)
n
=
(
n
0
)
x
0
+
(
n
1
)
x
1
+
(
n
2
)
x
2
+
⋯
+
(
n
n
−
1
)
x
n
−
1
+
(
n
n
)
x
n
,
{\displaystyle (1+x)^{n}={n \choose 0}x^{0}+{n \choose 1}x^{1}+{n \choose 2}x^{2}+\cdots +{n \choose {n-1}}x^{n-1}+{n \choose n}x^{n},}
atau ekuivalen
-
(
1
+
x
)
n
=
∑
k
=
0
n
(
n
k
)
x
k
.
{\displaystyle (1+x)^{n}=\sum _{k=0}^{n}{n \choose k}x^{k}.}
Contoh

Contoh paling dasar teorema binomial adalah rumus untuk x + y kuadrat
-
(
x
+
y
)
2
=
x
2
+
2
x
y
+
y
2
.
{\displaystyle (x+y)^{2}=x^{2}+2xy+y^{2}.\!}
Koefisien binomial 1, 2, 1 muncul dalam pengembangan ini sesuai dengan baris ketiga dari segitiga Pascal. Koefisien tingkat yang lebih tinggi dari x + y sesuai dengan baris selanjutnya dari segitiga itu:
-
(
x
+
y
)
3
=
x
3
+
3
x
2
y
+
3
x
y
2
+
y
3
,
(
x
+
y
)
4
=
x
4
+
4
x
3
y
+
6
x
2
y
2
+
4
x
y
3
+
y
4
,
(
x
+
y
)
5
=
x
5
+
5
x
4
y
+
10
x
3
y
2
+
10
x
2
y
3
+
5
x
y
4
+
y
5
,
(
x
+
y
)
6
=
x
6
+
6
x
5
y
+
15
x
4
y
2
+
20
x
3
y
3
+
15
x
2
y
4
+
6
x
y
5
+
y
6
,
(
x
+
y
)
7
=
x
7
+
7
x
6
y
+
21
x
5
y
2
+
35
x
4
y
3
+
35
x
3
y
4
+
21
x
2
y
5
+
7
x
y
6
+
y
7
.
{\displaystyle {\begin{aligned}\\[8pt](x+y)^{3}&=x^{3}+3x^{2}y+3xy^{2}+y^{3},\\[8pt](x+y)^{4}&=x^{4}+4x^{3}y+6x^{2}y^{2}+4xy^{3}+y^{4},\\[8pt](x+y)^{5}&=x^{5}+5x^{4}y+10x^{3}y^{2}+10x^{2}y^{3}+5xy^{4}+y^{5},\\[8pt](x+y)^{6}&=x^{6}+6x^{5}y+15x^{4}y^{2}+20x^{3}y^{3}+15x^{2}y^{4}+6xy^{5}+y^{6},\\[8pt](x+y)^{7}&=x^{7}+7x^{6}y+21x^{5}y^{2}+35x^{4}y^{3}+35x^{3}y^{4}+21x^{2}y^{5}+7xy^{6}+y^{7}.\end{aligned}}}
Perhatikan bahwa:
- Eksponen dari
x
{\displaystyle x}
menurun hingga mencapai 0 ( x 0 = 1 {\displaystyle x^{0}=1}
) dengan nilai awal adalah n (n pada ( x + y ) n {\displaystyle (x+y)^{n}}
).
- Eksponen dari
y
{\displaystyle y}
naik dari 0 ( y 0 = 1 {\displaystyle y^{0}=1}
) hingga mencapai n (juga n pada ( x + y ) n {\displaystyle (x+y)^{n}}
).
- Baris ke-n pada segitiga Pascal akan menjadi koefisien binomial yang dikembangkan (perhatikan bahwa puncaknya adalah baris 0).
- Untuk setiap baris, jumlah semua unsur (yaitu jumlah dari koefisien) sama dengan
2
n
{\displaystyle 2^{n}}
.
- Untuk setiap baris, banyaknya unsur sama dengan
n
+
1
{\displaystyle n+1}
.
Teorema binomial dapat diterapkan ke eksponen dari binomial apapun. Contohnya,
-
(
x
+
4
)
3
=
x
3
+
3
x
2
(
4
)
+
3
x
(
4
)
2
+
4
3
=
x
3
+
12
x
2
+
48
x
+
64.
{\displaystyle {\begin{aligned}(x+4)^{3}&=x^{3}+3x^{2}(4)+3x(4)^{2}+4^{3}\\&=x^{3}+12x^{2}+48x+64.\end{aligned}}}
Untuk binomial dalam pengurangan, teorema binomial dapat diterapkan dengan menggunakan rumus (x − y)n = (x + (−y))n. Rumus ini memberikan pengaruh berubahnya tanda pada setiap suku yang jika dikembangkan:
-
(
x
−
y
)
3
=
x
3
−
3
x
2
y
+
3
x
y
2
−
y
3
.
{\displaystyle (x-y)^{3}=x^{3}-3x^{2}y+3xy^{2}-y^{3}.\!}
Penjelasan geometris

Untuk setiap a dan b bernilai positif, teorema binomial dengan n = 2 adalah fakta bukti geometris bahwa sebuah bujur sangkar dengan sisi a + b dapat dipotong menjadi sebuah bujur sangkar dengan sisi a, sebuah bujur sangkar dengan sisi b, dan dua persegi panjang dengan sisi a dan b. Dengan n = 3, teorema binomial menyatakan bahwa sebuah kubus dengan sisi a + b dapat dipotong-potong menjadi sebuah kubus dengan sisi a, sebuah kubus dengan sisi b, tiga buah kotak persegi panjang berdimensi a×a×b, dan tiga buah kotak persegi panjang berdimensi a×b×b.
Dalam kalkulus, gambar ini juga memberikan bukti geometris bahwa turunan
(
x
n
)
′
=
n
x
n
−
1
:
{\displaystyle (x^{n})'=nx^{n-1}:}
[7] jika ditentukan
a
=
x
{\displaystyle a=x}
dan
b
=
Δ
x
,
{\displaystyle b=\Delta x,}
dengan menginterpretasi b sebagai suatu perubahan yang sangat kecil (mendekati nol) dalam a, maka gambar ini menunjukkan perubahan yang sangat kecil (mendekati nol) dalam volume sebuah hiperkubus berdimensi n,
(
x
+
Δ
x
)
n
,
{\displaystyle (x+\Delta x)^{n},}
dengan suku koefisien linearnya (dalam
Δ
x
{\displaystyle \Delta x}
) adalah
n
x
n
−
1
,
{\displaystyle nx^{n-1},}
wilayah dengan n permukaan, dimensi masing-masing
(
n
−
1
)
:
{\displaystyle (n-1):}
-
(
x
+
Δ
x
)
n
=
x
n
+
n
x
n
−
1
Δ
x
+
(
n
2
)
x
n
−
2
(
Δ
x
)
2
+
⋯
.
{\displaystyle (x+\Delta x)^{n}=x^{n}+nx^{n-1}\Delta x+{\tbinom {n}{2}}x^{n-2}(\Delta x)^{2}+\cdots .}
Dengan menggantinya menjadi suatu turunan melalui suatu Kuosien (bilangan yang merupakan sisa hasil bagi) Diferensiasi (penghitungan nilai turunan) [apabila digabungkan yaitu Kuosien Diferensiasi: istilah penggambaran rasio suatu fungsi terhadap perubahan nilai variabel bebas] dan memasukkan limit: yang berarti bahwa suku berpangkat lebih tinggi –
(
Δ
x
)
2
{\displaystyle (\Delta x)^{2}}
dan lebih tinggi – sehingga diabaikan, dan menghasilkan rumus
(
x
n
)
′
=
n
x
n
−
1
,
{\displaystyle (x^{n})'=nx^{n-1},}
yang diinterpretasikan sebagai
- "tingkat perubahan sangat kecil dalam volume suatu kubus dengan panjang sisi n bervariasi pada rentang n dari permukaannya yang berdimensi
(
n
−
1
)
{\displaystyle (n-1)}
".
Catatan
- 1 2 Weisstein, Eric W. "Binomial Theorem". Wolfram MathWorld.
- 1 2 3 4 Coolidge, J. L. (1949). "The Story of the Binomial Theorem". The American Mathematical Monthly. 56 (3): 147–157. doi:10.2307/2305028.
- 1 2 3 Jean-Claude Martzloff; S.S. Wilson; J. Gernet; J. Dhombres (1987). A history of Chinese mathematics. Springer.
- 1 2 Biggs, N. L. (1979). "The roots of combinatorics". Historia Math. 6 (2): 109–136. doi:10.1016/0315-0860(79)90074-0.
- 1 2 O'Connor, John J.; Robertson, Edmund F., "Abu Bekr ibn Muhammad ibn al-Husayn Al-Karaji", Arsip Sejarah Matematika MacTutor, Universitas St Andrews.
- ↑ Landau, James A. (1999-05-08). "Historia Matematica Mailing List Archive: Re: [HM] Pascal's Triangle". Archives of Historia Matematica. Diarsipkan dari asli (mailing list email) tanggal 2021-02-24. Diakses tanggal 2007-04-13.
- ↑ Barth, Nils R. (2004). "Computing Cavalieri's Quadrature Formula by a Symmetry of the n-Cube". The American Mathematical Monthly. 111 (9). Mathematical Association of America: 811–813. doi:10.2307/4145193. ISSN 0002-9890. JSTOR 4145193, salinan penulis, penjelasan dan sumber lebih lanjut
{{cite journal}}: Tautan eksternal dalamPemeliharaan CS1: Postscript (link)|postscript=
Referensi
- Bag, Amulya Kumar (1966). "Binomial theorem in ancient India". Indian J. History Sci. 1 (1): 68–74.
- Barth, N. R. (2004). "Computing Cavalieri's quadrature formula by a symmetry of the n-cube". The American Mathematical Monthly. 111 (9): 811–813. doi:10.2307/4145193.
- Graham, Ronald; Knuth, Donald; Patashnik, Oren (1994). "(5) Binomial Coefficients". Concrete Mathematics (Edisi 2nd). Addison Wesley. hlm. 153–256. ISBN 0-201-55802-5. OCLC 17649857.
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |