Kamis, 24 September 2026
05:08 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Tempe gembus

Tempe gembus

variasi makanan khas Indonesia

Infotaula de menjarTempe gembus
330px-Tempe_gembus_160130-0345B_rwk.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempe gajès dari Pasar Rawakele, Kebumen
Asal
WilayahYogyakarta
Jawa Tengah
Jawa Timur
Negara asalIndonesia
PembuatYogyakarta
Rincian
Jenishidangan Suntingan nilai di Wikidata
Bahan utamatahu dan khamir Suntingan nilai di Wikidata

Tempe gembus adalah salah satu makanan tradisional yang merupakan hasil fermentasi ampas tahu oleh kapang tempe Rhizopus spp.[1][2][3] Tempe gembus belum dikenal orang sebelum terjadinya Perang Dunia II, dan baru mulai dimakan penduduk di Pulau Jawa sekitar tahun 1943 ketika persediaan makanan di perdesaan mulai menipis.[1]Ada dugaan bahwa nama tempe bahkan diambil dari bahasa Jawa Kuno tumpi. Arti dari kata ini adalah makanan dengan warna putih.[4]

Ampas tahu, yakni sisa bahan padat dari proses pengolahan kedelai menjadi tahu, umumnya dimanfaatkan sebagai pakan ternak, pakan ikan,[1] atau untuk membersihkan lantai rumah.[5] Di Banyumas, tempe ini juga dikenal dengan nama tèmpé gajês; sedangkan di Surabaya dan sekitarnya, sebutannya adalah tèmpé mènjés.

Bahan dan proses

Tempe gembus
Nilai nutrisi per 100 g (3,5 oz)
Energi6.510 kcal (27.200 kJ)
11.94 g
Serat pangan3.93 g
0.20 g
3.41 g
MineralKuantitas
%AKG
Kalsium
14%
143 mg
Zat besi
3%
0.40 mg
Fosfor
7%
50 mg
Potasium
4%
168 mg
Komponen lainnyaKuantitas
Air83.76 g
Persen AKG berdasarkan rekomendasi Amerika Serikat untuk orang dewasa.
Sumber: Sulchan, 2007

Bahan pembuatan tempe gembus biasanya adalah ampas tahu yang telah dimasak dan didinginkan,[1][5] meskipun ada pula yang menggunakan bahan-bahan yang lain.[6] Kapang yang digunakan dalam fermentasi terutama adalah kapang atau ragi tempe Rhizopus oligosporus dan Rh. arrhizus.[1]

Ampas tahu yang telah dikurangi kadar airnya dan dicampuri dengan kapang tempe itu kemudian difermentasikan. Tempe gembus dihasilkan lebih kurang 20 jam setelah inokulasi dilakukan; dan paling baik untuk dikonsumsi hingga umur 28 jam.[1] Setelah 44 jam[1] hingga 48 jam,[5] tempe mulai berbau tengik amoniak, tanda bahwa telah terjadi penguraian protein.[1]

Kandungan gizi

250px-Tempe_gembus_160130-0266_rwk.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tempe gembus (putih polos) di antara tempe biasa

Meskipun berasal dari sisa pembuatan makanan, tempe gembus masih mengandung cukup kadar gizi. Namun demikian, dibandingkan dengan tempe kedelai, tempe gembus memiliki kadar protein dan lemak yang lebih rendah, kandungan energi yang hanya sekitar setengahnya, tetapi dengan kadar serat makanan yang lebih tinggi.[3]

Tempe gembus juga memiliki kandungan jenis-jenis asam amino yang sama dengan tempe kedelai, namun dengan kadar yang jauh lebih kecil. Di samping itu tempe gembus mengandung asam-asam lemak esensial, di antaranya asam linoleat (21,51%), asam lemak tak jenuh oleat (16.72%) dan linolenat (1.82%).[3] Tempe gembus juga mempunyai kandungan senyawa isoflavon berupa daidzein dan genistein. Kadar daidzein dan genistein tertinggi didapati pada tempe gembus hasil fermentasi hari ke-3, yaitu berturut-turut sebesar 9,868 µg/g dan 3,480 µg/g.[5]

Proses fermentasi tempe ini boleh dikatakan tidak mengubah nilai gizi yang dikandung ampas tahu, akan tetapi proses ini telah mengubah tampilan dan rasa ampas tahu yang semula tidak menarik dan tidak enak dimakan.[1]

Masakan

Tempe gembus digemari sebagian penduduk Jawa Tengah dan Jawa Timur karena rasanya yang cukup enak. Serupa dengan tempe kedelai umumnya, tempe gembus biasa digoreng atau dimasak dengan sayuran dan cabai. Di Jawa Timur, tempe ini juga dikenal sebagai tempe menjes.

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Gandjar, I. & Dewi S. Slamet. 1972. "Tempe gembus hasil fermentasi ampas tahu." Penelitian Gizi dan Makanan 2: 70-9 Diarsipkan 2016-02-01 di Wayback Machine.
  2. Kasmidjo, R.B. 1990. Tempe: Mikrobiologi dan Biokimia Pengolahan serta Pemanfaatannya. Yogyakarta: PAU Pangan dan Gizi UGM.
  3. 1 2 3 Sulchan, M. & Endang N.W. 2007. "Nilai gizi dan komposisi asam amino tempe gembus serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tikus." Majalah Kedokteran Indonesia v. 57(3): 80-5,[pranala nonaktif permanen] Maret 2007.
  4. "Mengulik Tempe Gembus, Juru Selamat Krisis Pangan dari Yogyakarta". Liputan6. 26 Januari 2022. Diakses tanggal 15 April 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 Kusumaningsih, T., S.R.D. Ariani, & W. Agustina. 2006. "Profil kandungan daidzein dan genistein pada tempe gembus selama proses fermentasi." J. Alchemy, Vol. 5(1): 45-53,[pranala nonaktif permanen] Maret 2006. ISSN 1412-4092
  6. Enny Karti B.S & Rosida. 2009. "Tinjauan gizi tahu dan tempe gembus dari beberapa jenis kacang sebagai bahan alternatif pengganti kedelai." makalah dalam Seminar Nasional "Peran Teknologi Informasi di Bidang Industri Pangan, Kimia dan Manufaktur Dalam Menunjang Pembangunan". Surabaya, 3 Desember 2009

Pranala luar

Lihat entri tempe gembus di kamus bebas Wikikamus.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan