Jumat, 06 November 2026
17:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Tambon

Tambon

Bagikan:
250px-Bang_Bai_Mai_TAO_office.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor OAT Bang Bai Mai, Surat Thani

Tambon (bahasa Thai:ตำบล, pengucapan [tām.bōn]) adalah pembagian wilayah administratif di Thailand. Posisinya ada di bawah distrik (amphoe) dan provinsi (changwat), wilayah ini merupakan pembagian wilayah administratif dengan tingkat ke tiga. Hingga2016[update] di seluruh Thailand terdapat 7.255 tambon,[1][2] Jumlah ini tidak termasuk 180 khwaeng di Bangkok, yang merupakan unit wilayah administratif yang setingkat dengan tambon. Dalam satu amphoe bisa berisi delapan hingga sepuluh tambon. Tambon dapat diartikan sebagai sub-distrik dan serupa dengan istilah township atau kecamatan. Namun padanan resmi yang dianjurkan adalah sub-distrik,[3] walaupun terkadang tambon juga digunakan untuk menyebut king amphoe, wilayah bentukan yang bertindak sebagai cabang (Bahasa Thai: king) dari amphoe induknya. Tambon-tambon yang ada terbagi menjadi 69.307 desa (muban), yang tersebar rata-rata sepuluh muban per tambon. Tambon yang ada di wilayah perkotaan tidak terdiri dari desa-desa, tetapi membawahi apa yang disebut chumchon (ชุมชน) atau perkumpulan komunitas.

Sejarah

Pembentukan tambon sebagai entitas administratif di Thailand memiliki sejarah panjang. Wilayah seperti ini merupakan pembagian wilayah tingkat ketiga jika diurutkan setelah changwat (provinsi) dan dicanangkan pertama kali pada abad ke-19. Tanggung jawab penunjukkan pemimpin tambon yang disebut kamnan atau phan ada di gubernur provinsi setempat.

Dalam reformasi administrasi tahun 1892 di bawah Pangeran Damrong Rajanubhab, Menteri Dalam Negeri Thailand pertama, sistem administrasi provinsi tiga tingkat ini mulai dikenalkan, dimulai dari amphoe (distrik), lalu tambon (sub-distrik) hingga yang terrendah yang disebut muban (desa).

Organisasi administratif tambon (OAT)

Dengan adanya Undang-undang Dewan Tambon dan Kewenangan Administratif Tambon BE 2537 (1994)[4] dan kemudian dipertegas oleh Konstitusi Thailand 1997, tambon didesentralisasi menjadi unit pemerintahan lokal yang dilengkapi dengan Dewan Tambon. Berdasarkan luas wilayah dan pemasukan pajaknya, sebuah tambon bisa diurus oleh Organisasi Administratif Sub-distrik (Tambon) (OAS atau OAT, bahasa Thai:องค์การบริหารส่วนตำบล, translit. [องค์การบริหารส่วนตำบล] Galat: {{Transliteration}}: transliteration text not Latin script (pos 1: อ) (bantuan)) atau untuk tambon yang lebih kecil diurus oleh Dewan Tambon (TC, bahasa Thai:สภาตำบล). Namun, sejak 2001 semua Dewan Tambon dinaikkan statusnya menjadi OAT. OAT sendiri berisi dua perwakilan dari setiap muban dan satu orang yang dipilih menjadi presiden.

Beberapa pengecualian yang terjadi adalah, wilayah sub-distrik yang berada di dalam munisipalitas/kota (disebut thesaban) diurus oleh dewan kota. Dan jika hanya sebagian wilayah saja yang menjadi bagian dari munisipalitas maka wilayah sisanya diurus oleh OAT. Tambon yang saling berdekatan dalam satu amphoe dapat diurus oleh satu OAT.

One Tambon One Product

Artikel utama: One Tambon One Product

Pada tahun 2001, PM Thaksin Shinawatra menginisiasi proyek di mana setiap tambon akan memiliki produk lokal yang khas dan unik. Proyek ini difokuskan untuk membantu pemasaran dari produk-produk tersebut, selain itu dilakukan pula usaha untuk memodernisasi produk. Toko yang menjual produk-produk program OTOP terletak di setiap ibu kota provinsi.

Referensi

  1. ↑ "Educational Statistics 2016". Ministry of Education Thailand. hlm. 13. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-07-29. Diakses tanggal 5 Agustus 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Number of administrative entities 2008" (PDF). Department of Provincial Administration. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Mei 20, 2009.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Thai-English Transcription of Changwat, Amphoe, King Amphoe and Tambon. ISBN 978-974-7857-04-7. Diakses tanggal 2009-01-20.[pranala nonaktif]
  4. ↑ พระราชบัญญัติสภาตำบลและองค์การบริหารส่วนตำบล พ.ศ. ๒๕๓๗ (PDF). Royal Gazette (dalam bahasa Thai). 111 (53 ก): 11–35. 1994-12-02. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-06-14. Diakses tanggal 2019-06-02.

Pranala luar


Huruf tebal menandakan istilah yang dipergunakan di Indonesia.
Istilah bahasa Indonesia
yang dipergunakan saat ini
Istilah nonbahasa Indonesia
yang dipergunakan saat ini
Istilah bahasa Indonesia
yang tidak dipergunakan lagi
Istilah nonbahasa Indonesia
yang tidak dipergunakan lagi
* saat ini belum ada padanan kata untuk county.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan