Minggu, 08 November 2026
16:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis

Tahlil

salah satu ibadah umat Islam

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang kalimat Laa ilaaha illallah. Untuk tradisi ritual pembacaan ayat dan zikir, lihat Tahlilan.

Tahlil (Arab: التهليل at-Tahliil) adalah bacaan kalimat tauhid, yaitu kalimat Lā ilāha illa l-Lāh (لا إله إلا الله, Tiada tuhan selain Allah). Kalimat tahlil ini bagian dari kalimat syahadat, yang merupakan asas dari lima rukun Islam, juga sebagai inti dan seluruh landasan ajaran Islam. Kalimat bacaan ini termasuk zikir dan menurut syariat Islam memiliki nilai terbesar dan paling utama.[1]

Etimologi

Kalimat Laa Ilaaha Illallah tersusun dari 3 huruf, yaitu alif-lam-ha (ا – ل – ه), dan terdiri dari 4 kata, Laa, Ilaha, illa dan Allah [لا اله الا الله], dan bisa uraikan sebagai berikut:

Kata laa, disebut laa nafiyah lil jins (huruf lam yang berfungsi meniadakan keberadaan semua jenis kata benda setelahnya). Misalnya dalam kata “Laaraiba fiih” (tidak ada keraguan apapu bentuknya di dalamnya), artinya meniadakan semua jenis keraguan dalam al-Quran. Sehingga laa dalam kalimat tauhid bermakna meniadakan semua jenis ilaah, dengan bentuk apa pun dan siapapun dia.[2]

Kata ilah, kata ini merupakan bentuk mashdar (kata dasar), turunan dari kata aliha – ya’lahu (ألـه – يألـه) yang artinya beribadah. Sementara katailaahun (إلـه) merupakan isim masdar yang bermakna maf’ul (objek), sehingga artinya sesembahan atau sesuatu yang menjadi sasaran ibadah.

Jika digabungkan dengan kata laa, menjadi laa ilaaha (لا إلـه), maka artinya tidak ada sesembahan atau sesuatu yang menjadi sasaran ibadah, apa pun bentuknya.

Kata illa, artinya kecuali, disebut dengan huruf istitsna’ (pengecualian) yang bertugas untuk mengeluarkan kata yang terletak setelah illa dari hukum yang telah dinafikan oleh laa.

Sebagai contoh, ‘Laa rajula fil Masjid illa Muhammad’, Tidak ada lelaki apa pun di masjid, selain Muhammad. Kata Muhammad dikeluarkan dari hukum sebelum illa yaitu peniadaan semua jenis laki-laki di masjid.

Kata Allah, Dialah Sang Tuhan, dikenal oleh makhluk melalui fitrah mereka, karena Dia Pencipta mereka. Sebagian ahli bahasa mengatakan, nama Allah [الله] berasal dari kata al-Ilah (الإلـه). Hamzahnya dihilangkan untuk mempermudah membacanya, lalu huruf lam yang pertama diidhgamkan pada lam yang kedua sehingga menjadi satu lam yang ditasydid, lalu lam yang kedua dibaca tebal. Sehingga dibaca Allah, demikian pendapat pakar bahasa Arab yaitu Sibawaih.

Seorang imam menjelaskan artinya bahwa, “Allah Dialah al-Ma’bud (yang diibadahi), al-Ma’luh (yang disembah). Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia”.[3] Dari keterangan ini, ulama menyebutkan rukun kalimat laa ilaaha illallaah ada 2.[4]

Manfaat pengucapan

Jaminan masuk surga

Pengucapan kalimat tahlil tidak memberikan jaminan bagi seseorang dapat masuk ke dalam surga. Jaminan ini hanya berlaku jika pengucap tahlil mengikuti perintah dan menjauhi segala larangan dari Allah. Selain itu, jaminan ini diberikan kepada manusia yang mengadakan pertobatan dalam Islam dan tidak mengulangi perbuatannya secara berulang kali. Pengucapan tahlil tidak memberikan jaminan kepada pengucapnya akan masuk surga, jika pengucapnya melakukan kemaksiatan secara sengaja dan penuh kesadaran. Jaminan masuk surga hanya diberikan kepada manusia yang mengucapkannya dengan penuh keimanan dan setelah melalui proses hisab.[5]

Referensi

  1. ↑ Rasulullah ﷺ mengajarkan doa berikut ini, عن جَابِر بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: (( أَفْضَلُ الذِّكْرِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ: الْحَمْدُ لِلَّهِ )) Dari Jabir bin Abdullah berkata, “Saya mendengar rasulullah ﷺ bersabda: “Dzikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illallahu dan doa yang paling utama adalah Alhamdulillah.” (HR. Tirmidzi no. 3305, Ibnu Majah no. 3790, Ibnu Hibban, dan al-Hakim. Al-Hakim menshahihkannya, sedangkan syaikh Al-Albani menghasankannya dalam Shahih Sunan Tirmidzi no. 2692).
  2. ↑ "Bacaan Surat Yasin dan Tahlil Lengkap Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan". SINDOnews Kalam. Diakses tanggal 2024-04-23.
  3. ↑ Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan maknanya, الله وحده هو المعبود المألوه الذي لا يستحق العبادة سواه “Allah Dialah al-Ma’bud (yang diibadahi), al-Ma’luh (yang disembah). Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Dia”. (Madarij as-Salikin, 3/144).
  4. ↑ At-Tauhid li anNasyiin, hlm. 30.
  5. ↑ asy-Sya'rawi, M. Mutawalli (2007). Basyarahil, U., dan Legita, I. R. (ed.). Anda Bertanya Islam Menjawab. Diterjemahkan oleh al-Mansur, Abu Abdillah. Jakarta: Gema Insani. hlm. 16. ISBN 978-602-250-866-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan