Senin, 09 November 2026
01:00 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Swakriya

Swakriya

membangun, memodifikasi, atau memperbaiki sesuatu tanpa bantuan ahli atau profesional

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Daerah Istimewa Yogyakarta.
Bagian dari seri tentang
Anti-konsumerisme
Teori dan gagasan
250px-Basic_DIY_Tools.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejumlah alat yang dapat digunakan dalam swakriya

Swakriya (bahasa Inggris:do it yourself, DIY; dapat disebut pula lakukan sendiri) adalah metode membangun, memodifikasi, atau memperbaiki sesuatu tanpa bantuan seorang ahli atau profesional. Penelitian akademik menggambarkan swakriya sebagai perilaku di mana "seorang individu terlibat bahan baku, semi-baku, dan bagian komponen untuk memproduksi, mengubah, atau menyusun ulang kepemilikan materi, termasuk yang diambil dari lingkungan alam (misalnya, lanskap)". Perilaku swakriya dapat dipicu oleh berbagai dorongan yang sebelumnya dikategorikan sebagai motivasi pasar (manfaat secara ekonomi, kurangnya ketersediaan produk, kurangnya kualitas produk, perlu untuk disesuaikan), dan peningkatan identitas (pengerjaan, pemberdayaan, pencarian masyarakat, keunikan).[1]

Istilah "swakriya" (do-it-yourself) telah dikaitkan dengan konsumen setidaknya sejak 1912 terutama dalam domain perbaikan rumah dan kegiatan pemeliharaan.[2] Istilah tersebut mulai digunakan secara umum pada tahun 1950-an di Amerika Serikat, mengacu pada munculnya kecenderungan setiap orang melakukan perbaikan rumah, berbagai kerajinan kecil, dan proyek-proyek konstruksi secara mandiri baik sebagai kegiatan rekreasi kreatif maupun kegiatan untuk menghemat biaya.

Kemudian, istilah swakriya telah dimaknai secara lebih luas, yang mencakup berbagai keahlian. Swakriya dikaitkan dengan genre musik internasional rock alternatif, punk rock, dan rock indie; jaringan indymedia, stasiun radio ilegal, dan komunitas zine. Dalam konteks ini, swakriya berkaitan dengan gerakan seni dan kriya, dalam hal ini menawarkan alternatif untuk penekanan budaya konsumen modern pada bergantung kepada orang lain untuk memenuhi kebutuhannya. Swakriya juga banyak digunakan dalam dunia militer sebagai cara untuk mengajarkan komandan atau jenis unit lainnya untuk memiliki rasa tanggung jawab, sehingga mereka akan mampu melakukan banyak hal sendiri semata-mata sebagai persiapan untuk masa depan mereka sendiri.[butuh rujukan]

Referensi

  1. ↑ Wolf & McQuitty (2011). Understanding the Do-It-Yourself Consumer: DIY Motivation and Outcomes. Academy of Marketing Science Review
  2. ↑ Gelber (1997). Do-It-Yourself: Construction, Repairing and Maintaining Domestic Masculinity. American Quarterly. doi:10.1353/aq.1997.0007
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan