Jumat, 25 September 2026
20:43 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Supeni Pudjobuntoro

Supeni Pudjobuntoro

politikus Indonesia

Supeni Pudjobuntoro
Soepeni_Poedjoboentoro%2C_Hasil_Rakjat_Memilih_Tokoh-tokoh_Parlemen_%28Hasil_Pemilihan_Umum_Pertama_-_1955%29_di_Republik_Indonesia%2C_p101.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Duta Besar Keliling Republik Indonesia
PresidenSoekarno
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
PresidenSoekarno
PenggantiMas Ripale
Anggota Konstituante
PresidenSoekarno
PenggantiSubandi Martosudirdjo
Informasi pribadi
Lahir(1917-08-17)17 Agustus 1917
Meninggal25 Juni 2004(2004-06-25) (umur 86)
Partai politik  PNI
PNI Supeni (sejak 1998)
AnakRd. Sony Sumarsono, BA
Dr. Pudji Kusumaningtyas
Ardy Saputro
Agus Supartono, S.Ak
PekerjaanPolitikus, diplomat
Profesi- Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (1968)
- Duta Besar Keliling merangkap Wakil Menteri Luar Negeri sebagai Wakil Ketua I Delegasi Indonesia di PBB
- Anggota DPR-RI (Ketua Seksi Luar Negeri dan Anggota Konstituante) (1955-1969)[1]
- Ketua-pendiri Partai Nasional Indonesia (PNI Supeni)

Supeni Pudjobuntoro atau yang dikenal juga dengan nama Supeni (17 Agustus 1917 – 25 Juni 2004) adalah politikus dan diplomat Indonesia. Ia pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI sekaligus anggota Konstituante melalui Partai Nasional Indonesia (PNI).[2][3] Sebagai diplomat, ia pernah menjabat sebagai duta besar luar biasa dan berkuasa penuh untuk Amerika Serikat dan duta besar keliling pada zaman Presiden Soekarno.

Karier

Supeni bertugas sebagai Duta Besar Indonesia untuk negara-negara Asia Tenggara pada pemerintahan presiden Soekarno. Ia turut menyukseskan lobi Indonesia kepada pemerintahan Prancis agar Aljazair tidak dijadikan negara apartheid. Lobi tersebut disampaikan Supeni melalui Pangeran Kamboja Norodom Sihanouk untuk disampaikan kepada Presiden Prancis, Charles de Gaulle, sebagai bagian dari OISRAA (Organisasi Indonesia untuk Setiakawan Asia-Afrika) yang didirikan pada tahun 1960.[4]

Pada tanggal 26 Oktober 1995, Supeni membentuk Serikat Nasional Indonesia (SNI). Dengan jatuhnya Presiden Soeharto pada tahun 1998, muncul kesempatan untuk menghidupkan kembali Partai Nasional Indonesia yang dulu. Pada sebuah pertemuan pada tanggal 20 Mei 1998 diputuskan untuk mengubah nama Serikat Nasional Indonesia, dan pada tanggal 17 Juni 1998, Partai Nasional Indonesia (PNI) diumumkan. Kemudian dikenal sebagai PNI Supeni untuk membedakannya dari versi PNI lainnya, yang semuanya mengklaim sebagai keturunan partai tua, kemudian partai ini mengikuti pemilihan legislatif tahun 1999 dan memperoleh 0,36% suara, sehingga tidak memperoleh kursi di Dewan Perwakilan Rakyat. Sesuai dengan UU No. 31 Tahun 2002, maka PNI Supeni tidak diperbolehkan mengikuti Pemilu 2004. Oleh karena itu partai ini memakai nama baru yaitu Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme).


Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Sekretariat Jenderal Dewan Tanda-Tanda Kehormatan Republik Indonesia (2004). Profil penerima tanda kehormatan bintang Mahaputera dan bintang jasa, dalam rangkaian acara peringatan hari ulang tahun ke-59 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2004. Halaman 27-32.
  2. ↑ Martyn 2005, hlm. 231.
  3. ↑ "Ny. Supeni Pudjobuntoro - PNI (Partai Nasional Indonesia) - Profil Anggota". Konstituante.Net. Diakses tanggal 2021-10-24.
  4. ↑ MF, Mukthi (17 Maret 2015). "Sumbangsih Indonesia untuk Asia-Afrika" (dalam bahasa Indonesia). Historia. Diakses tanggal 13 September 2016.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan