Selasa, 20 Oktober 2026
14:58 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Sri Suriyendra dari Rattanakosin

Sri Suriyendra dari Rattanakosin

Bagikan:
Sri Suriyendra
ศรีสุริเยนทรา
Queen_Sri_Suriyendra.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ratu Sri Suriyendra
Ratu permaisuri Rattanakosin (Siam)
Masa jabatan7 September 1809 – 21 Juli 1824
Anggota paling senior dari Dinasti Chakri
Berkuasa1827 – 18 Oktober 1836
PendahuluGu, Putri Narindhorn Dewi
PenerusPutri Sri Sulalai, Ibu Suri Siam
LahirBunrot Saetan
21 September 1767
Provinsi Samut Songkhram, Siam
Meninggal18 Oktober 1836(1836-10-18) (umur 69)
Bangkok, Siam
AyahNgoen Saetan
IbuKaeo, Putri Sri Sudarak
PasanganBuddha Loetla Nabhalai (Rama II)
KeturunanPangeran Ratchakuman
Mongkut (Rama IV)
Pinklao
Nama anumerta
Krom Somdet Phra Sri Suriyendra Mat (dianugerahkan oleh Raja Rama III)
Somdet Phra Sri Suriyendra Boromma Rajini (dianugerahkan oleh Raja Rama IV)
WangsaDinasti Chakri (melalui pernikahan)
AgamaBuddha Theravada

Sri Suriyendra (bahasa Thai:ศรีสุริเยนทร; RTGS: Si Suriyen; menyandang nama Putri Bunrot/Boonrod; 21 September 1767 – 18 Oktober 1836) adalah Ratu Siam, istri dari Raja Buddha Loetla Nabhalai (Rama II), yang merupakan sepupunya, dan ibu dari Raja Mongkut dan Pinklao. Ia mendapat nama Sri Suriyendra saat penobatan anaknya Mongkut (Rama IV) sebagai Krom Somdet Phra Sri Suriyendramataya.

Biografi

Putri Bunrot (บุญรอด) adalah anak dari Putri Sri Sudarak (เจ้าฟ้ากรมพระศรีสุดารักษ์) (adik dari Raja Buddha Yodfa Chulaloke (Rama I)) dan suaminya Ngoen Saetan (เงิน แซ่ตัน) yang berasal dari Cina.[1] Putri Bunrot tinggal dengan ibunya di Istana Raja serta sepupunya dari jalur ibu yang merupakan anak dari Raja Rama I.

Putri Bunrot memiliki hubungan gelap dengan Pangeran Isarasundhorn (nanti menjadi Raja Rama II), yang merupakan pewaris takhta Raja Buddha Yodfa Chulaloke. Pada tahun 1801, Raja mengetahui kehamilan putri yang sudah berusia 4 bulan kemudian mengusirnya dari Istana Raja bersama dengan saudaranya Pangeran Thepharirak. Pangeran Isarasundhorn memohon kepada ayahnya agar hukuman kepada putri bisa diubah. Pasangan ini lalu tinggal di Istana Lama (Istana Thonburi) dan Putri Bunrot menjadi permaisuri pangeran. Bayi yang dikandungnya meninggal sesaat setelah kelahirannya.

Saat Pangeran Isarasundhorn kemudian dinobatkan menjadi Raja Buddha Loetla Nabhalai, Putri Bunrot lalu dinaikkan gelarnya menjadi Ratu. Namun ia bukan satu-satunya permaisuri dari raja karena Raja Siam diperbolehkan memiliki lebih dari satu permaisuri. Ia lalu berbagi suami dengan Putri permaisuri Kunthon dan Putri Riam (Ibu dari Raja Nangklao (Rama III)) dan sejumlah selir raja.

Anak, Pangeran Mongkut menjadi biksu pada tahun 1824, pada tahun yang sama Raja Rama II meninggal dunia. Menurut aturan dan tradisi, Mongkut lah yang seharusnya dinobatkan menjadi raja. Namun, takhta kemudian diberikan kepada Pangeran Tub, yang menjadi Raja Nangklao (Rama III) (meskipun pangeran lahir dai selir, ia sangat mahir dalam urusan pemerintahan). Mongkut kemudian tetap menjadi biksu untuk menghindari intrik dari raja baru tersebut.

Sri Suriyendra lalu meninggalkan Istana Raja menuju ke Istana Lama (Wang Derm) dan tinggal bersama anaknya yang lain Pangeran Isaret (sebelumnya Pangeran Chutamani). Ia tinggal disana hingga kematiannya pada tahun 1836. Ia sudah meninggal dunia saat anaknya, Mongkut dinobatkan menjadi Raja Rama IV.

Keturunan

Bersama Pangeran Isarasundhorn (nanti menjadi Raja Buddha Loetla Nabhalai (Rama II)), ia melahirkan 3 she bore three sons:

  • Anak pertama, lahir pada tahun 1801, meninggal sesaat setelah kelahirannya;
  • Pangeran Mongkut, kemudian menjadi Raja Mongkut (Rama IV), lahir pada tahun 1804;
  • Pangeran Chutamani, atau kemudian Raja Pinklao (gelar kesetaraan dari Raja Rama IV), lahir pada tahun 1808.

Gelar dan gaya

  • 1767 – 1782 Nona Boonrod
  • 1782 – 1799 Yang Mulia Putri Boonrod
  • 1799 – 1806 Yang Mulia Putri Boonrod, Permaisuri Yang Mulia Pangeran Isarasundhorn
  • 1806 – 1809 Yang Mulia Putri Boonrod, Permaisuri Yang Mulia Pangeran Isarasundhorn, Raja Muda Siam
  • 1809 – 1824 Yang Mulia Putri Permaisuri Siam (ia tidak menerima status keratuan saat masa takhta suaminya, tetapi ia diakui sebagai kepala permaisuri Yang Mulia Raja Rama II
  • 1824 – 1836 Yang Mulia Putri Boonrod, Putri Permaisuri Yang Mulia Raja Rama II
  • Yang Mulia Ratu Sri Suriyendra, Ibu Suri Siam (gelar diberikan secara anumerta oleh Raja Rama IV)

Referensi

Pranala luar

Sri Suriyendra dari Rattanakosin
Lahir: 1767 Meninggal: 1836
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Amarindra
Ratu permaisuri Siam
1809–1824
Diteruskan oleh:
Debsirindra
Istri-istri Buddha Loetla Nabhalai (Rama II)
Istri-istri kerajaan
Ratu
Putri permaisuri
120px-Privy_Seal_of_King_Rama_II_%28Buddha_Loetla_Nabhalai%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Selir-selir
Cik Puan Kehormatan
Riam · Zee Bunyarattaphan · Suan · Jamyai · Hemyai · Sila Na Bangxang · San · Krud · Muangyai · Nim Boon-long · Ked · Indra · Hemlek · Sub · Prang Na Bangxang · Bunnag · Thongyoo · Muangseo · Aon · Boonma · Noi · Tubtim Na Bangxang · Ra-nard · Leang · Prangyai Na Bangxang · Pa-wa · Thongdee · Klam · Lookchanyai · Noojeen · Pim · Aim Surakhupt · Ampha Krairuek · Nual · Poom · Lookchan · Yam · Lookchan dari Luang Phrabang (Lookchanlek)
Cik Puan Mulia
Amphan Sonthirat · Yisun Krairuek · Peng Surakhupt · Saeng Surakhupt · Nim · Poom Boon-long · Thongkham · Tab · Noi · Noiphrasaeng · Noiyai · Plab · Hong · Im-yaran Krairuek · Jeeb Ahamadchula · Sarai ·Buathong · Prang · Hong Ahamadchula
Istri-istri Raja Thailand (Rama I · Rama II · Rama III · Rama IV · Rama V · Rama VI · Rama X)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan