Jumat, 25 September 2026
22:55 WIB
TERKINI
Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Account KG Media ID: Satu Akun untuk Kemudahan Akses Seluruh Layanan Digital Ekonomi Dan Bisnis Harga Buyback Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu per Gram pada 25 September 2026 Lampung DPRD Lampung Tengah Soroti Perubahan Substansi Perda SOTK Tanpa Pemberitahuan Teknologi Meta Rilis Muse Charm: Gadget Saku Cerdas dengan Asisten AI Revolusioner Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia
Amarindra dari Rattanakosin

Amarindra dari Rattanakosin

Amarindra
อมรินทรา
250px-Queen_Amarindra01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Istri Raja Rama I
Ibu Suri Rattanakosin
Ibu Suri Rattanakosin
Berkuasa1 Oktober 1810 – 25 Mei 1826
PenerusSri Suriyendra
Anggota paling senior dari Dinasti Chakri
Berkuasa1 Oktober 1810 – 25 Mei 1826
PendahuluGu, Putri Narindhorn Dewi
PenerusGu, Putri Narindhorn Dewi
LahirNak Na Bangxang
(1737-03-15)15 Maret 1737
Samut Songkhram, Kerajaan Ayutthaya
Meninggal25 Mei 1826(1826-05-25) (umur 89)
Bangkok, Siam
AyahTong Na Bangxang
IbuPutri Rupsirisophak Mahanaknari
PasanganPhutthayotfa Chulalok (Rama I)
KeturunanPhutthaloetla Naphalai (Rama II)
Maha Senanurak (Chim)
& 8 anak lainnya
Nama anumerta
Krom Somdet Phra Amarindra Mat (dianugerahkan oleh Raja Rama II)
DinastiChakri (melalui pernikahan)
AgamaBuddha Theravada

Amarindra (bahasa Thai:อมรินทรา; RTGS: Amarinthra; menyandang nama Nak Na Bangxang; 15 Maret 1737 – 25 Mei 1826) adalah Ratu Permaisuri Raja Phutthayotfa Chulalok (Rama I), yang mendirikan Dinasti Chakri. Nama lahirnya adalah Nak (นาค). Ia adalah putri dari warga Suku Mon yang kaya[1] dari Bang Chang di Provinsi Samut Songkhram.

Biografi

Nak lahir pada tahun 1737. Ia adalah anak dari seorang patron lokal bernama Thong dan istrinya San yang berasal dari Bang Chang. Ia lalu menikah dengan Thong Duang sang Luang Yokkrabat dari Ratchaburi (kemudian menjadi Raja Rama I) sekitar 1760 an dan menolak lamaran Raja Ekathat sebagai selir. Ia memiliki tiga putra dan tujuh anak perempuan dari pernikahannya dengan Thong Duang. Adiknya, Nuan, menikah dengan Bunnag, nenek moyang dari Keluarga Bunnag.

Thong Duang memperoleh gelar Somdet Chao Phraya dari Raja Taksin pada tahun 1776. Pada tahun 1779, sang Somdet Chao Phraya melakukan kampanye militer ke Vientiane dan mengambil anak perempuan Raja Suriyavong dari Vientiane yang bernama Kamwaen sebagai selirnya. Kamwaen lalu dijadikan Somdet Chao Phraya dan lebih disayang ketimbang Nak. Suatu hari, ia memukul Kamwaen dengan tongkat kayu lalu Kamwaen mengadu ke Somdet Chao Phraya. Sang Somdet Chao Phraya marah karena insiden ini dan mengancam untuk membunuh Nak dengan pedang.[2] Karena bantuan dan pembelaan dari anaknya, Chim (yang nantinya menjadi Rama II) Nak berhasil kabur ke Istana Thonburi untuk tinggal bersama anaknya Chimyai yang menjadi selir Raja Taksin.

Setelah insiden ini, Nak dan Somdet Chao Phraya tidak pernah mengupayakan kedamaian. Lady Nak tetap tinggal di Istana Thonburi dengan anak perempuannya hingga anak perempuannya tersebut meninggal pada tahun 1779. Ia lalu merawat cucu-cucunya (anak dari anak perempuannya) termasuk Pangeran Kasatranuchit. Somdet Chao Phraya kemudian menjadi Raja Rama I pada tahun 1782 dengan merebut kekuasaan Raja Taksin dan melakukan eksekusi terhadap keturunan Raja Taksin kecuali Pangeran Kasatranuchit karena ia adalah cucu Raja Rama I. Lady Nak dan cucunya tersebut pindah ke kediaman lamanya dan tidak menerima gelar kerajaan apapun. Ia juga beberapa kali berkunjung ke Istana Raja untuk mengunjungi putri-putrinya. Pada tahun 1809, Raja Rama I meninggal dan digantikan oleh Raja Rama II yang merupakan anak dari Lady Nak. Raja Rama II lalu memberikan gelar kepada Lady Nak sebagai Ratu dan Ibu Suri Krom Somdet Phra Amarindramat (bahasa Thai:กรมสมเด็จพระอมรินทรามาตย์). Ibu Suri Nak lalu tinggal di Istana Raja. Namun, Pangeran Kasatranuchit ditemukan dalam barisan pemberontak dan dieksekusi bersama dengan keturunan dan saudaranya. Ia masih hidup kala cucunya naik takhta sebagai Raja Nangklao (Rama III). Ratu Amarindra meninggal pada tahun 1826.

Ratu Amarindra kemudian dinaikkan gelarnya sebagai Somdet Phra Amarindra Boromma Rajini (bahasa Thai:สมเด็จพระอมรินทราบรมราชินี) oleh Raja Vajiravudh (Rama VI).

Keturunan

Ratu Amarindra melahirkan total 10 anak sebagai keturunan Raja Rama I; tiga anak laki-laki dan tujuh anak perempuan

  1. Seorang Putri (meninggal saat masa Kerajaan Ayutthaya)
  2. Seorang Pangeran (meninggal saat masa Kerajaan Ayutthaya)
  3. Putri Chimyai (?–1779) selir Raja Taksin
  4. Pangeran Chim (1767–1824) Pangeran Isarasundhorn, Wakil Raja Rama I, kemudian menjadi Raja Rama II
  5. Putri Chaem (1770–1808) Putri Sisunthornthep
  6. Seorang Putri (meninggal saat masa Kerajaan Thonburi)
  7. Pangeran Chui (1773–1817) Pangeran Senanurak Wakil Raja Rama II
  8. Seorang Putri (meninggal saat masa Kerajaan Thonburi)
  9. Seorang Putri (meninggal saat masa Kerajaan Thonburi)
  10. Putri Prapaiwadi (1777–1823) Putri Thepayawadi

Gelar dan gaya

  • 1737 – ? Nona Nak
  • ? – 1782 Thanphuying Nak (seimbang dengan gelar suaminya Somdej Chao Phraya)
  • 1782 – 1809 Ratu permaisuri Siam (dalam masa takhta suaminya ia tidak secara resmi menerima gelar Ratu, tetapi ia diakui oleh rakyat sebagai istri sah raja, yang berpisah tetapi belum bercerai)
  • 1809 – 1824 Yang Mulia Ratu Amarindra, Ibu Suri Siam
  • 1824 – 1826 Yang Mulia Ratu Amarindra, Nenek Suri Siam
  • Yang Mulia Ratu Amarindra (diberikan secara anumerta oleh Raja Rama VI)

Referensi

  1. ↑ (Thai) เหตุที่มอญอพยพ Diarsipkan 2012-02-07 di Wayback Machine.; Mon wives and mothers of kings Diarsipkan 25 February 2008 di Wayback Machine.
  2. ↑ คึกฤทธิ์ ปราโมช, ม.ร.ว.. โครงกระดูกในตู้. กรุงเทพฯ: สำนักพิมพ์สยามรัฐ, พิมพ์ครั้งที่ 8 พ.ศ. 2547.

Pranala luar

Amarindra dari Rattanakosin
Lahir: 15 Maret 1737 Meninggal: 25 Mei 1826
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Batboricha
(dari Thonburi)
Ratu permaisuri Siam
1782–1809
Diteruskan oleh:
Sri Suriyendra
Istri-istri Raja Buddha Yotfa Chulaloke (Rama I)
Istri utama sejak sebelum naik tahta
120px-Privy_Seal_of_King_Rama_I_%28Buddha_Yodfa_Chulaloke%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cik Puan Kehormatan
Pimsuan · Pui · Chandra · Duang · Khum · Noikaew · Nuiyai dari Ligor · Nuinoi · Aim · Poom · Tanee Bunnag · Pengyai · Pathuma · Nim · Au · Im Rattanakul · Jui · Nual · Thong · Ngiu · Pan · Chimmaew · Pom Surakupta · Nuam · Thongsuk dari Vientiane** · Klin · Penglek · Chimyak
Cik Puan Mulia
Khamwaen dari Vientiane · Hun · Sub · Hong · Bunnak · Aun · Jit · Nok · Chu · Zom · Im · Chomthong
(20px-Queen%27s_Standard_of_Thailand.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail)* = dianugerahkan gelar ratu oleh Raja Rama II
** = Anak-anaknya diberi gelar sebagai anak-anak permaisuri.
Istri-istri Raja Thailand (Rama I · Rama II · Rama III · Rama IV · Rama V · Rama VI · Rama X)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan