Sabtu, 03 Oktober 2026
23:50 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Nangklao

Nangklao

Bagikan:
Nangklao
นั่งเกล้า
Raja Rama III
250px-King_Rama_III_of_Siam_%28Nangklao%29_Portrait_2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret raja yang dipajang di Istana Kerajaan, Bangkok
Raja Rattanakosin
Berkuasa21 Juli 1824 – 2 April 1851
Penobatan1 Agustus 1824
PendahuluRama II
PenerusRama IV
Raja MudaMaha Sakdiphonlasep
LahirPangeran Thap
(1787-03-31)31 Maret 1787
Grand Palace, Bangkok, Siam
Meninggal2 April 1851(1851-04-02) (umur 64)
Grand Palace, Bangkok, Siam
AyahRama II
IbuSri Sulalai
PasanganBeragam selir
Keturunan51 anak
WangsaDinasti Chakri
AgamaBuddhisme Theravada
Cap pribadiNangklaoนั่งเกล้า

Phra Bat Somdet Phra Nangklao Chao Yu Hua (bahasa Thai:พระบาทสมเด็จพระนั่งเกล้าเจ้าอยู่หัว) atau Rama III (31 Maret 1787 – 2 April 1851) adalah Raja Siam ketiga di bawah Dinasti Chakri, memerintah dari 21 Juli 1824 hingga 2 April 1851. Ia menggantikan ayahnya, Phutthaloetla Naphalai, sebagai Raja Siam. Suksesinya tidak biasa menurut tradisi[1] karena Nangklao adalah putra dari seorang selir dan bukan ratu. Ia melewati Pangeran Mongkut, yang merupakan putra sah dari Phutthaloetla Naphalai yang lahir dari Ratu Srisuriyendra. Selama masa pemerintahannya, bangsa Siam berhasil meraih wilayah terluasnya.

Raja Nangklao merupakan putra tertua yang masih hidup dari Raja Rama II. Ibunya bernama Ratu Sri Sulalai. Sebenarnya, pengangkatannya sebagai raja oleh Dewan Agung Negara tidak disengketakan dan diumumkan secara mulus. Akan tetapi, pihak pengamat asing keliru dan memandang bahwa Nangklao telah merebut hak waris tahta yang sah milik adik tirinya, Pangeran Mongkut, yang lahir dari Ratu Sri Suriyendra. Pengamat barat menganggap Pangeran Mongkut lah yang seharusnya sah naik tahta menurut adat Barat. Namun demikian, berdasarkan adat istiadat lama kerajaan di Thailand, raja yang layak haruslah meniru konsep Mahāsammata, yaitu harus "dipilih oleh khalayak ramai." Mirisnya, Pangeran Mongkut menganggap dirinya ikut campur tangan dalam kesalahpahaman ini, yang dimana jika ia naik tahta mungkin dianggap "merebut kekuasaan" oleh pengamat asing.

Selama pemerintahan Raja Nangklao, negara memperkuat sistem pemungutan pajak, yang menjadi sumber penghasilan utama yang dapat diandalkan bagi kerajaan. Adanya Perjanjian Burney pada tahun 1826 membuka kebebasan lebar-lebar bagi perdagangan luar negeri dan mengurangi monopoli gudang oleh kerajaan, yang berdampak pada peningkatan pendapatan yang substansial bagi negara. Atas kontribusinya dalam memajukan perdagangan dan pembangunan ekonomi, Raja Nangklao dianggap sebagai "Bapak Perdagangan Thailand." Dalam urusan militer, bangsa Siam mampu menguatkan kekuatan militernya dan mempertahankan wilayahnya dengan menumpas Pemberontakan Lao (yang meletus pada tahun 1626—1628, di wilayah yang kini menjadi wilayah Isan)juga unggul dalam Perang Siam-Vietnam (1831—34) dan secara berlanjut pada pendudukan Kamboja (1841—1845).

Referensi

  1. ↑ Wales, H. G. Quaritch (Digitized April 14, 2005) [First published in 1931]. "Pt. III, Ch. VI, 1. Succession". Siamese state ceremonies. London: Bernard Quaritch. hlm. 67. Diakses tanggal April 25, 2012. The Succession to the Throne of Siam is, in theory, regulated by the law of A.D. 1360....{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Pranala luar

Nangklao
Lahir: 31 March 1788 Meninggal: 2 April 1851
Didahului oleh:
Phutthaloetla Naphalai
Raja Siam
1824–1851
Diteruskan oleh:
Mongkut


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan