Senin, 19 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Pemberontakan Lao

Pemberontakan Lao

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2022)
Pemberontakan Lao (1826–1828)
Tanggal1826 – 1828
Lokasi
Hasil Kemenangan kerajaan Siam
Perubahan
wilayah
Kerajaan Siam mengkonsolidasi wilayah mereka di Vientiane
Pihak yang terlibat
Kerajaan Vientiane
Kerajaan Champa Sakti
Kerajaan Rattanakosin (Siam)
Pemimpin atau tokoh terkemuka

Anouvong[1]
Nyo[2]
Uparat Tissa[3]

Raxavong Ngao[4]
Phraya Bodindecha
Thao Suranari
Sakdiphonlasep
250px-Laos_-_Division_territ%C3%B2riala_v%C3%A8rs_1750_%28vuege%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Asia Tenggara periode 1701-1828, menunjukan Kerajaan-Kerajaan Lao Vientiane, Luang Prabang, Champasak, dan kepangeranan Phuan (Xieng Khuang)

Pemberontakan Lao Tahun 1826-1828 (juga dikenal dengan sebutan Pemberontakan Anuwangsa) merupakan sebuah perjuangan dari Raja Anuwangsa (Anouvong; Jayajyesthadiraja V) dari Kerajaan Vientiane untuk terbebas dari kekuasaan Kerajaan Siam dan mendirikan kembali Kerajaan Lan Xang. Di bulan Januari 1827, pasukan-pasukan Lao dari Kerajaan-Kerajaan Vientiane dan Kerajaan Champasakti(yang dikuasai oleh anak Anouvong) bergerak ke Selatan dan Barat menyebrangi dataran Khorat, merangsek maju sampai daerah Saraburi, hanya berjarak tiga hari jalan kaki dari Ibu kota Kerajaan Siam yaitu Bangkok. Kerajaan Siam dengan sigap menyiapkan bala tentara untuk menyerang balik, memaksa pasukan Lao untuk mundur teratur. Pasukan Kerajaan Siam terus maju ke Utara untuk mengalahkan pasukan Anuwangsa. Pemberontakan beliau gagal dan berujung penangkapan dirinya, kehancuran kota Vientiane sebagai aksi balasan dari Siam, pemindahan besar-besaran orang Lao ke bantaran sebelah Barat dari Sungai Mekong, dan daerah Vientiane dipaksa untuk berjalan dibawah administrasi langsung Kerajaan Siam. Pemberontakan ini merupakan sebuah tonggak sejarah Asia Tenggara, karena lebih jauh lagi dalam hal memperlemah Kerajaan Lao, menyulut konflik antara Kerajaan Siam dengan Vietnam dan memfasilitasi campur tangan orang Prancis di Indocina pada medio akhir abad ke-sembilan belas. Warisan sejarah pemberontakan ini dipandang sebagai hal yang kontroversial. Di Thailand pemberontakan ini dianggap kejam dan melampaui batas yang harus ditangani sehingga menjadi dasar naiknya pamor pahlawan rakyat seperti Thao Suranari dan Chao Phaya Lae. Di Laos, Raja Anuwangsa sekarang disanjung sebagai seorang pahlawan nasional yang wafat dalam perjuangan kemerdekaan, meskipun dia kehilangan nyawanya dan sebagian daerah orang Lao masuk ke wilayah Siam.

Catatan

  1. ↑ Stuart-Fox 2008, hlm. 11.
  2. ↑ Stuart-Fox 2008, hlm. 237.
  3. ↑ Stuart-Fox 2008, hlm. 349.
  4. ↑ Stuart-Fox 2008, hlm. 231.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan