Rabu, 23 September 2026
17:32 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Sitosina

Sitosina

senyawa kimia

Sitosina
120px-Cytosine-3D-balls.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Cytosine-3D-vdW.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
250px-Cytosine_chemical_structure.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nama
Nama IUPAC
4-amino-1H-pyrimidina-2-on
Penanda
Model 3D (JSmol)
Nomor EC
Nomor RTECS {{{value}}}
  • C1=C(NC(=O)N=C1)N
Sifat
C4H5N3O
Massa molar 111,300 g/mol
Titik lebur 320 - 325 °C (dekomposisi)
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
Referensi

Sitosina (bahasa Inggris:Cytosine; disingkat "C") merupakan satu dari dua basa nitrogen pirimidina yang dimiliki DNA dan RNA.[1] Nukleosida ribosanya dinamakan sitidina dan nukleosida deoksiribosanya dinamakan deoksisitidina. Sitosina berikatan dengan guanina pada DNA pilin ganda melalui tiga ikatan hidrogen.

Sitidina dapat membentuk nukleotida bila mengikat satu, dua, atau tiga gugus fosfat anorganik (PO43-) membentuk CMP, CDP, dan CTP (masing-masing dinamakan sitidina mono-, di-, atau trifosfat). CTP dapat menjadi kofaktor dalam reaksi enzimatik biokimiawi dan mentransfer satu gugus fosfat bagi ADP untuk membentuk ATP. Deoksisitidina trifosfat (dCTP) diperlukan dalam PCR sebagai bahan baku sintesis DNA.

Pada keadaan tertentu, sitosina dapat mengalami deaminasi menjadi urasil. Mutasi ini biasanya dapat dikenali oleh enzim-enzim yang terlibat dalam reparasi DNA. Sebagaimana pada urasil, metilasi juga dapat terjadi pada sitosin dengan bantuan enzim DNA-metil-transferase.

Sejarah

Sitosina diketemukan dan dinamai oleh Albrecht Kossel dan Albert Neumann pada tahun 1894 ketika dihidrolisasi dari jaringan timus anak sapi.[2][3] Suatu struktur diusulkan pada tahun 1903, dan kemudian disintesis (sekaligus dipastikan) dalam laboratorium pada tahun yang sama.

Reaksi kimia

120px-Cytosine_chemical_structure.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sitosina dengan komponen bernomor. Metilasi terjadi pada karbon nomor 5.

Sitosina dapat ditemukan sebagai bagian DNA, dan bagian RNA, atau sebagai bagian dari suatu nukleotida. Sebagai cytidine triphosphate (CTP), dapat berfungsi sebagai ko-faktor enzim-enzim, dan dapat mentransfer suatu gugus fosfat untuk mengubah adenosine diphosphate (ADP) menjadi adenosine triphosphate (ATP).

Dalam DNA dan RNA, sitosina berpasangan dengan guanina. Namun, ikatan ini secara inheren tidak stabil, dan dapat diubah menjadi urasil (deaminasi spontan). Ini dapat menghasilkan suatu point mutation jika tidak diperbaiki oleh enzim-enzim DNA repair seperti urasil glikosilase, yang memutus suatu urasil dalam DNA.

Lihat pula

Referensi

  1. Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. A. Kossel and Albert Neumann (1894) "Darstellung und Spaltunsprodukte der Nucleïnsäure (Adenylsäure)" (Preparation and cleavage products of nucleic acids (adenic acid)), Berichte der Deutschen Chemischen Gesellschaft zu Berlin, 27: 2215-2222. The name "cytosine" is coined on page 2219: " … ein Produkt von basischen Eigenschaften, für welches wir den Namen "Cytosin" vorschlagen." ( … a product with basic properties, for which we suggest the name "cytosine".)
  3. Kossel, A.; Steudel, H. Z. (1903). "Weitere Untersuchungen über das Cytosin". Physiol. Chem. 38: 49. doi:10.1515/bchm2.1903.38.1-2.49.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)

Pranala luar dan Kutipan

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cytosine.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan