Jumat, 09 Oktober 2026
06:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Serangan Tet

Serangan Tet

Kampanye militer tahun 1968 selama Perang Vietnam

Bagikan:
Serangan Tet
Sự kiện Tết Mậu Thân
Bagian dari Perang Vietnam
330px-Tet_Offensive_map.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta yang menunjukkan kota-kota tempat terjadinya pertempuran sengit selama Serangan Tet tahun 1968
TanggalFase 1: 30 Januari – 20 Maret 1968
(2 bulan)
Fase 2: 5 Mei – 15 Juni 1968
(1 bulan, 1 minggu dan 3 hari)
Fase 3: 9 Agustus – 23 September 1968
(1 bulan dan 2 minggu)
Lokasi11°N 107°E / 11°N 107°E / 11; 107
Hasil
Pihak yang terlibat
 Vietnam Selatan
 Amerika Serikat
 Korea Selatan
 Australia
 Selandia Baru
 Thailand
 Vietnam Utara
Pemerintah Revolusioner Sementara Republik Vietnam Selatan Viet Cong
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Vietnam Selatan Nguyễn Văn Thiệu
Vietnam Selatan Nguyễn Cao Kỳ
Vietnam Selatan Cao Văn Viên
Đỗ Cao Trí
Lê Nguyên Khang
Hoàng Xuân Lãm
Amerika Serikat Lyndon B. Johnson
Amerika Serikat Robert McNamara
Amerika Serikat Clark Clifford
Amerika Serikat William Westmoreland
Vietnam Utara Lê Duẩn
Vietnam Utara Lê Đức Thọ
Võ Nguyên Giáp
Vietnam Utara Văn Tiến Dũng
Pemerintah Revolusioner Sementara Republik Vietnam Selatan Hoàng Văn Thái
Pemerintah Revolusioner Sementara Republik Vietnam Selatan Trần Văn Trà
Lê Đức Anh
Phạm Hùng
Kekuatan
~1.300.000[1]: 8  Fase 1: ~80.000
Total: ~323.000 – 595.000[2]
Korban jiwa dan kerugian

Pada Fase Pertama:
Vietnam Selatan Vietnam Selatan:
4.954 tewas
15.917 terluka
926 hilang
Amerika SerikatKorea SelatanAustraliaSelandia BaruThailand
Yang lain:
4.124 tewas
19.295 terluka
604 hilang
Total korban pada Fase Pertama:
45.820 korban:

  • 9.078 tewas
  • 35.212 terluka
  • 1.530 hilang[3][4]
    123 pesawat hancur, 214 rusak berat, dan 215 rusak sedang[5]

Pada Fase Kedua:
Amerika Serikat 2.169 tewas, korban luka tak diketahui
Vietnam Selatan 2.054 tewas, korban luka tak diketahui[6]

Total untuk 3 fase: Tidak diketahui

Pada Fase Pertama:
RVN/A.S. mengklaim:

  • 45.000+ tewas
  • 5.800 ditangkap[7][8]: 162 

Satu sumber PAVN (khusus Saigon):

  • 5.000+ tewas
  • 10.000 terluka
  • 7.000 ditangkap[9]

Fase Satu, Fase Dua, dan Fase Tiga:
Sumber PAVN (total untuk 3 fase):
111.179 korban:

  • 45.267 tewas
  • 61.267 terluka
  • 5.070 hilang[10][11]
Sipil: 14.300 tewas, 24.000 terluka, dan 630,.000 pengungsi: 116 
Pertempuran militer selama Perang Vietnam
Guerrilla phase

American intervention 1965

1966

1967

Serangan Tet dan pascanya

Vietnamization 1969–71

Easter Offensive (1972)

Post-Paris Peace Accords (1973–1974)

Spring 1975

Air operations

Naval operations

Serangan Tet merupakan eskalasi besar sekaligus salah satu kampanye militer terbesar dalam Perang Vietnam. Tentara Rakyat Vietnam (PAVN) dari Vietnam Utara dan Viet Cong (VC) melancarkan serangan mendadak pada tanggal 30 dan 31 Januari 1968 terhadap pasukan Angkatan Darat Republik Vietnam (ARVN), Angkatan Bersenjata Amerika Serikat, dan sekutu mereka, dengan menyasar pusat komando dan kendali militer maupun sipil di seluruh wilayah Vietnam Selatan.[12] Nama serangan ini diambil dari singkatan nama festival Tahun Baru Imlek dalam bahasa Vietnam, yaitu Tết Nguyên Đán, sebuah periode libur saat sebagian besar personel ARVN sedang mengambil cuti.[13] Politbiro Vietnam Utara dan pemimpin Lê Duẩn bermaksud memicu ketidakstabilan politik serta berharap bahwa serangan bersenjata secara besar-besaran terhadap pusat-pusat perkotaan akan memicu pembelotan dan pemberontakan.

Serangan tersebut dilancarkan lebih awal pada dini hari tanggal 30 Januari di sebagian besar wilayah Zona Taktis Korps I dan II di Vietnam Selatan. Hal ini memberikan waktu bagi pasukan sekutu untuk mempersiapkan langkah-langkah pertahanan. Ketika operasi utama dimulai pada dini hari tanggal 31 Januari, serangan tersebut telah meluas ke seluruh negeri; 77.000 tentara PAVN/VC menyerang lebih dari 100 kota, termasuk 36 dari 44 ibu kota provinsi, 5 dari 6 kota otonom, 72 dari 245 kota distrik, serta ibu kota Saigon.[14]: 8  Ini merupakan operasi militer terbesar yang dilakukan oleh pihak mana pun hingga saat itu dalam perang tersebut.

Hanoi melancarkan serangan tersebut dengan keyakinan bahwa hal itu akan memicu pemberontakan rakyat yang berujung pada runtuhnya pemerintahan Vietnam Selatan. Meskipun serangan awal sempat mengejutkan pihak sekutu dan menyebabkan hilangnya kendali atas beberapa kota untuk sementara waktu, mereka dengan cepat melakukan konsolidasi ulang, memukul mundur serangan tersebut, serta menimbulkan korban jiwa yang besar di pihak pasukan PAVN/VC. Pemberontakan rakyat yang diharapkan oleh Hanoi tidak pernah terjadi. Dalam Pertempuran Huế, pertempuran sengit berlangsung selama satu bulan dan mengakibatkan kehancuran kota tersebut. Selama masa pendudukan, pasukan PAVN/VC mengeksekusi ribuan orang dalam peristiwa Pembantaian di Huế. Di sekitar pangkalan tempur Amerika di Khe Sanh, pertempuran terus berlanjut selama dua bulan berikutnya.

Serangan tersebut merupakan kekalahan militer bagi Vietnam Utara, dan tidak terjadi pemberontakan maupun pembelotan unit ARVN di Vietnam Selatan. Namun, peristiwa ini membawa dampak luas terhadap pandangan publik Amerika dan masyarakat internasional mengenai Perang Vietnam. Serangan itu sangat memengaruhi pemerintah AS dan mengejutkan publik Amerika, yang sebelumnya diyakinkan oleh para pemimpin politik dan militer mereka bahwa Vietnam Utara sedang kalah dan tidak mampu melancarkan operasi militer yang begitu ambisius. Dukungan publik Amerika terhadap perang menurun akibat jatuhnya korban jiwa selama Serangan Tet dan peningkatan pemanggilan wajib militer.[15] Selanjutnya, pemerintahan Johnson mengupayakan perundingan untuk mengakhiri perang. Sesaat sebelum pemilihan presiden Amerika Serikat tahun 1968, kandidat dari Partai Republik sekaligus mantan wakil presiden, Richard Nixon, membujuk Presiden Vietnam Selatan Nguyễn Văn Thiệu agar tidak bekerja sama dalam perundingan tersebut, dengan tujuan menimbulkan keraguan terhadap kemampuan Johnson dalam mewujudkan perdamaian.[16]

Istilah "Serangan Tet" biasanya merujuk pada serangan bulan Januari–Februari 1968, namun juga dapat mencakup keseluruhan periode pertempuran sengit selama 21 minggu setelah serangan awal pada bulan Januari (termasuk serangan "Mini-Tet" pada bulan Mei) ataupun serangan Tahap III pada bulan Agustus.[17]

Dampak terhadap politik dalam negeri AS

Hari-hari setelah diterbitkannya laporan New York Times mengenai permintaan pasukan tambahan, Presiden Johnson mengalami kekalahan telak pada New Hampshire Primary Partai Demokrat AS, hanya sedikit melebihi Senator AS Eugene McCarthy. Tak lama sesudah itu, Senator Robert F. Kennedy mengumumkan bahwa ia akan ikut bertarung merebut dominasi Partai Demokrat, hingga semakin menegaskan melorotnya dukungan terhadap pemerintahan Johnson setelah Serangan Tet ini. Meskipun sebagian pihak menegaskan bahwa kurangnya dukungan terhadap Johnson menunjukkan bahwa publik berusaha tidak terlibat dengan Vietnam, yang lainnya mengatakan bahwa kehilangan dukungannya disebabkan karena ia tidak mau melaksanakan perang itu secara efektif. Pada 31 Maret, Johnson mengumumkan bahwa ia tidak ingin mencalonkan diri lagi, dan bahwa pengeboman terhadap Vietnam Utara dihentikan.

Trivia

Pengeboman hebat oleh AS terhadap Ben Tre menghasilkan ungkapan terkenal, "kita perlu menghancurkan kota itu untuk menyelamatkannya." Namun ucapan ini tidak pernah dipastikan sumbernya. Pada tahun 2003, kolumnis Mona Charen dan peneliti Perang Vietnam B. G. Burkett menyimpulkan bahwa Ben Tre telah dihancurkan oleh pasukan Viet Cong yang sedang mengundurkan diri. Dan mereka menyebutkan kemungkinan bahwa Peter Arnett,

Pranala luar

Referensi

  1. ↑ Hoang Ngoc Lung (1978). The General Offensives of 1968–69.
  2. ↑ The South Vietnamese government estimated "enemy" forces (North Vietnamese and Viet Cong) at 323,000, including 130,000 regulars and 160,000 guerrillas and infrastructure. Hoang, p. 10. MACV estimated that strength at 330,000. The CIA and the U.S. State Department concluded that the North Vietnamese force level lay somewhere between 435,000 and 595,000. Dougan and Weiss, p. 184.
  3. ↑ Tổng công kích, Tổng nổi dậy Tết mậu thân 1968 (Tet offensive 1968) – ARVN's Đại Nam publishing in 1969, p. 35
  4. ↑ Does not include ARVN or U.S. casualties incurred during the "Border Battles"; ARVN killed, wounded, or missing from Phase III; U.S. wounded from Phase III; or U.S. missing during Phases II and III.
  5. ↑ Steel and Blood: South Vietnamese Armor and the War for Southeast Asia. Naval Institute Press, 2008. P 33
  6. ↑ "The men killed on a single, bloody day in Vietnam, and the haunting wall that memorializes them". The Washington Post. Mei 25, 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "These figures are for the period January 31 to February 29."
  8. ↑ Moise, Edwin (2017). The Myths of Tet The most misunderstood event of the Vietnam War. University Press of Kansas. ISBN 978-0700625024.
  9. ↑ Communist Leaders Stoutly Defend Tet Losses – The Washington Post
  10. ↑ PAVN's Department of warfare, 124th/TGi, document 1.103 (11-2-1969)
  11. ↑ "Tết Mậu Thân 1968 qua những số liệu – Báo Nhân Dân điện tử". Tết Mậu Thân 1968 qua những số liệu – Báo Nhân Dân điện tử. Januari 25, 2008. Diakses tanggal Maret 3, 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  12. ↑ Ang, p. 351. Two interpretations of the offensive's goals have continued to dominate Western historical debate. The first maintained the political consequences of the winter-spring offensive were an intended rather than an unintended consequence. This view was supported by William Westmoreland and Jamie Salt in A Soldier Reports, Garden City NY: Doubleday, 1976, p. 322; Harry G. Summers in On Strategy, Novato CA: Presidio Press, 1982, p. 133; Leslie Gelb and Richard Betts, The Irony of Vietnam, Washington, D.C.: The Brookings Institution, 1979, pp. 333–334; and Schmitz p. 90. This thesis appeared logical in hindsight, but it "fails to account for any realistic North Vietnamese military objectives, the logical prerequisite for an effort to influence American opinion." James J. Wirtz in The Tet Offensive, Ithaca NY: Cornell University Press, 1991, p. 18. The second thesis (which was also supported by the majority of contemporary captured VC documents) was the goal of the offensive was the immediate toppling of the Saigon government or, at the very least, the destruction of the government apparatus, the installation of a coalition government, or the occupation of large tracts of South Vietnamese territory. Historians supporting this view are Stanley Karnow in Vietnam, New York: Viking, 1983, p. 537; U.S. Grant Sharp in Strategy for Defeat, San Rafael CA: Presidio Press, 1978, p. 214; Patrick McGarvey in Visions of Victory, Stanford CA: Stanford University Press, 1969; and Wirtz, p. 60.
  13. ↑ "U.S. Involvement in the Vietnam War: The Tet Offensive, 1968". United States Department of State. Diakses tanggal Desember 29, 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  14. ↑ Dougan and Weiss
  15. ↑ Fallows, James (2020-05-31). "Is This the Worst Year in Modern American History?". The Atlantic (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-06-07.
  16. ↑ Baker, Peter (2017-01-03). "Nixon Tried to Spoil Johnson's Vietnam Peace Talks in '68, Notes Show". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2021-07-02.
  17. ↑ "The Myths of Tet". kansaspress.ku.edu. Diarsipkan dari asli tanggal Maret 11, 2021. Diakses tanggal Februari 15, 2020.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • Dave Palmer, Summons of the Trumpet: US-Vietnam in Perspective (Novato, CA: Presidio Press, 1978)
  • General William C. Westmoreland, "Perspectives: What Did the North Vietnamese hope to gain with their 1968 Tet Offensive? Were they after the cities, or more?" Vietnam, Feb 1993, 62-70.
  • Steven Hayward, The Age of Reagan: The Fall of the Liberal Order, 1964-1980. (Prima. 544 pages, October 2001) ISBN 0-7615-1337-X
  • Peter Braestrup, Big Story: How the American Press and Television Reported and Interpreted the Crisis of Tet 1968 in Vietnam and Washington (Novato, CA: Presidio Press, 1994), 471.
  • William M. Darley War Policy, Public Support,and the Media Parameters, Summer 2005, pp. 121–34.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan