Senin, 12 Oktober 2026
10:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Operasi Paul Revere

Operasi Paul Revere

Operasi militer AS di Pleiku

Bagikan:
Operasi Paul Revere
Bagian dari Perang Vietnam
330px-Operations_Paul_Revere_I_and_II_May-August_1966.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Operasi Paul Revere I dan II, Mei-Agustus 1966
Tanggal10 Mei-1 Agustus 1966
Lokasi
Sebelah barat Pleiku, Vietnam Selatan
13°48′18″N 107°52′19″E / 13.805°N 107.872°E / 13.805; 107.872
Hasil AS mengklaim keberhasilan operasi
Pihak yang terlibat
 Amerika Serikat 40px-Flag_of_Vietnam.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Vietnam Utara
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Brigjen Glenn D. Walker tidak diketahui
Pasukan yang terlibat
Brigade-3, Divisi Infanteri ke-25
Batalion-2, Resimen Kavaleri ke-7
Resimen-32
Resimen-33
Resimen-66
Korban jiwa dan kerugian
66 tewas Perhitungan korban dari pihak Amerika: 546 tewas
68 ditangkap
Pertempuran militer selama Perang Vietnam
Guerrilla phase

American intervention 1965

1966

1967

Serangan Tet dan pascanya

Vietnamization 1969–71

Easter Offensive (1972)

Post-Paris Peace Accords (1973–1974)

Spring 1975

Air operations

Naval operations

Operasi Paul Revere merupakan operasi militer yang berlangsung sejak 10 Mei hingga 1 Agustus 1966, terletak di sebelah barat Pleiku. Operasi tersebut dilaksanakan oleh Brigade-3, Divisi Infanteri ke-25 Angkatan Darat Amerika Serikat.

Pendahuluan

Pada 10 Mei 1966 setelah penampakan sejumlah besar pasukan Tentara Rakyat Vietnam (PAVN) di sebelah barat Kamp Đức Cơ dan Kamp Plei Me, Brigade ke-3, Divisi Infanteri ke-25 dikerahkan ke Zona Pendaratan (LZ) Oasis untuk menyisir daerah tersebut ke arah barat daya (LZ Oasis terletak di barat daya Pleiku). Setelah seminggu pencarian tanpa hasil, Brigade tersebut mengubah fokusnya ke arah barat ke Chu Pong Massif, di Dataran Tinggi Tengah.[1]

Operasi militer

Pagi hari tanggal 24 Mei, pasukan patroli dari Program Pertahanan Kelompok Sipil Luar Biasa (CIDG) disergap oleh sekitar dua batalion PAVN yang berjarak 10 kilometer barat daya Kamp Plei Djereng. Patroli tersebut kemudian diperkuat oleh tambahan dua Kompi CIDG, lalu pertempuran terus berlanjut sepanjang hari dengan kedua belah pihak menggali parit untuk pertahanan malam itu. Keesokan paginya tanggal 25 Mei, PAVN kembali menyerang posisi CIDG dan mereka mundur dalam baku tembak ke arah Kamp Plei Djereng yang mengakibatkan 18 orang suku Degar dan 2 penasihat Pasukan Khusus AS tewas. PAVN kemudian melanjutkan serangan mortir ke arah Kamp yang kembali menewaskan 30 orang suku Degar dan melukai 54 lainnya.[1]

Brigjen Glenn D. Walker memerintahkan Batalyon-2, Resimen Infantri ke-35 (Infanteri 2/35) untuk membebaskan Kamp Plei Djereng, lalu mereka beroperasi di area selatan kamp selama 2 hari berikutnya. Kemudian pada tanggal 27 Mei, Infanteri 2/35 bergerak sejauh 20 kilometer ke Zona Pendaratan (LZ) Eleven Alfa, arah selatan Kamp Plei Djereng, lalu keesokan harinya pada tanggal 28 Mei, Kompi B dikerahkan melalui helikopter, 10 kilometer sebelah barat LZ Ten Alfa. LZ Ten Alfa adalah zona pendaratan "panas" dan langsung ditutup dari pendaratan helikopter karena serangan tembakan dari pasukan PAVN, setelah 63 orang berhasil mendarat. Para prajurit dari Kompi B mematahkan beberapa serangan PAVN sebelum tembakan pendukung dari pasukan lainnya memungkinkan sisa pasukan Kompi B dan pasukan Kompi A 1/35 Infanteri mendarat seluruhnya. Setelah tengah malam tanggal 29 Mei, Resimen-66 PAVN melancarkan serangan ke LZ Ten Alfa sedangkan Resimen-33 PAVN menyerang LZ Eleven Alfa, kedua serangan tersebut berhasil dihalau dan dipatahkan. Pasukan Amerika menemukan 80 mayat PAVN di sekitar LZ Ten Alfa saat fajar tiba. Ketika pasukan Amerika bergerak melewati perimeter di LZ Ten Alfa, mereka diserang kembali oleh pasukan PAVN dan terpaksa kembali ke LZ yang sudah terkena tembakan mortar dan serangan-serangan terus berlanjut. Serangan ini berlangsung beberapa jam kemudian hingga serangan berhasil dipukul mundur. Serangan ini mengakibatkan 250 orang pasukan PAVN tewas.[2]

Brigade ke-3 kemudian melakukan operasi pencarian pasukan PAVN ke sebelah selatan dan barat LZ Ten Alfa hingga delapan hari berikutnya, tetapi mereka tidak dapat menemukan pasukan PAVN yang kemungkinan telah mundur melintasi perbatasan ke Kamboja.[3]

Pada tanggal 17 Juni, Brigjen Walker mengalihkan fokus operasi kembali ke Chu Pong Massif. Kemudian pada tanggal 20 Juni, peleton intai Infanteri 2/35, yang beroperasi sekitar 10 kilometer di sebelah utara Chu Pong Massif mengejar sekelompok tentara PAVN, kemudian peleton tersebut berada dalam situasi yang tersudut dihujani tembakan hebat dan harus diselamatkan oleh Batalion dan Pasukan C, dari Skuadron-3, Resimen Kavaleri ke-4. Konfrontasi ini menewaskan 3 orang prajurit AS dan 14 lainnya terluka.[3]

Pada 24 Juni pukul 10:30, peleton intai Infanteri 1/35 diserang di dekat perbatasan Kamboja, peleton tersebut memanggil dukungan udara dan artileri yang memaksa PAVN untuk mundur. Saat Amerika bergerak maju, mereka berlari ke posisi PAVN yang dikelilingi oleh parit dan pertahanan yang baik. Meskipun diperkuat oleh dua kompi lagi dan pasukan kavaleri lapis baja, Amerika tidak berhasil menembus posisi PAVN pada malam hari ketika pasukan PAVN menyelinap melintasi perbatasan.[4]

Pada tanggal 3 Juli, patroli Kompi B dari Infanteri 1/35 disergap di dekat perbatasan Kamboja. Kemudian peleton dari Kompi B dan pasukan kavaleri dari Brigade lapis baja, dikirim untuk menyelamatkan patroli tersebut dan misi tersebut berhasil dengan bergerak mundur ke arah utara melalui dukungan serangan udara dan artileri. Penyergapan ini mengakibatkan 17 tentara AS tewas dan 32 lainnya terluka, sementara 23 orang pasukan PAVN ditemukan tewas di wilayah tersebut pada hari berikutnya.[4]

Pada akhir bulan Juli, dari interogasi tahanan terungkap bahwa Resimen-66 PAVN terletak di utara Chu Pong Massif dan Resimen-32 PAVN terletak sekitar 10 kilometer arah barat daya LZ Oasis. Brigade pasukan yang dipimpin oleh Brigjen Walker diperkuat oleh Batalion-2, Resimen Kavaleri ke-7 (Kavaleri 2/7) dan Batalyon-3, Resimen Kavaleri ke-1 Angkatan Darat Republik Korea (Divisi Infanteri Mekanis Kapital). Pada 31 Juli, Brigade-3 dan pasukan Korea dikerahkan ke wilayah utara dan timur Chu Pong Massif, sementara Kavaleri 2/7 dikerahkan melalui helikopter ke LZ Orange sekitar 7 Kilometer arah barat daya LZ Oasis. Saat fajar pada 1 Agustus, Resimen-32 PAVN menyerang LZ Orange dengan tembakan mortir diikuti oleh 3 serangan infanteri. Amerika memanggil dukungan serangan udara yang mengakibatkan pasukan PAVN mundur ke arah barat laut. Serangan ini menewaskan 5 tentara AS dan 40 lainnya terluka, sementara patroli menemukan 28 orang dari pasukan PAVN tewas.[5]

Kesudahan

Operasi Paul Revere secara resmi berakhir tengah malam tanggal 31 Juli 1966 dan segera dilanjutkan oleh Operasi Paul Revere II. Total korban dalam operasi ini menewaskan 66 orang tentara AS, sementara pihak AS mengklaim bahwa kerugian PAVN adalah 546 orang tewas dan 68 lainnya ditangkap.[6]

Referensi

  1. 1 2 Carland 2000, hlm. 289.
  2. ↑ Carland 2000, hlm. 289–290.
  3. 1 2 Carland 2000, hlm. 290.
  4. 1 2 Carland 2000, hlm. 292.
  5. ↑ Carland 2000, hlm. 292–293.
  6. ↑ Lawrence J. Hickey (27 Juli 1967). "Project CHECO Report - Operation Paul Revere/Sam Houston" (PDF) (dalam bahasa Inggris). Defense Technical Information Center. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-03-20. Diakses tanggal 5 November 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pustaka

 Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari situs web atau dokumenUnited States Army Center of Military History.

  • Carland, John M. (2000). Combat Operations: Stemming the Tide, May 1965 to October 1966 (dalam bahasa Inggris). Government Printing Office. ISBN 1-7826-6343-6. OL 30699822M. {{cite book}}: Kutipan memiliki parameter tidak dikenal yang kosong: |1=Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan