Kamis, 24 September 2026
04:33 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Operasi Patio

Operasi Patio

Operasi militer di Kamboja, April 1970

Operasi Patio
Bagian dari Perang Vietnam
250px-Nalty1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Boeing B-52 Stratofortress ca1970
Tanggal24–29 April 1970
LokasiWilayah timur Kamboja
Pihak terlibat
 Amerika Serikat  Vietnam Utara
40px-Flag_of_the_People%27s_Republic_of_Kampuchea.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Khmer Merah
Pertempuran militer selama Perang Vietnam
Guerrilla phase

American intervention 1965

1966

1967

Serangan Tet dan pascanya

Vietnamization 1969–71

Easter Offensive (1972)

Post-Paris Peace Accords (1973–1974)

Spring 1975

Air operations

Naval operations

Operasi Patio adalah upaya interdiksi udara rahasia yang dilakukan oleh Angkatan Udara Ketujuh Amerika Serikat di Kamboja sejak 24 April hingga 29 April 1970, selama berlangsungnya peristiwa Perang Vietnam. Operasi ini berfungsi sebagai tambahan taktis bagi misi pengeboman oleh pesawatB-52 Stratofortress yang dilaksanakan dalam Operasi Menu.

Latar belakang

Pada 18 Maret 1970, Majelis Nasional yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Jenderal Lon Nol yang pro-Amerika, menggulingkan kepala negara Kamboja, Pangeran Norodom Sihanouk. Setelah bernegosiasi dengan Republik Demokratik Vietnam (Vietnam Utara), Pemerintah menuntut penarikan segera seluruh pasukan Tentara Rakyat Vietnam (PAVN) dari wilayahnya. Batas waktu penarikan pasukan ditetapkan pada 13 Maret.[1] Pasukan ini telah menduduki wilayah perbatasan timur yang berbatasan dengan Republik Vietnam (Vietnam Selatan) selama sepuluh tahun sebelumnya.[2] Wilayah perbatasan di Vietnam Selatan ini, memiliki arti penting bagi Vietnam Utara, karena letaknya yang strategis sebagai wilayah-wilayah pangkalan dan tempat persembunyian. Mereka tidak akan menyerahkan wilayah tersebut tanpa perlawanan.

Komandan Amerika Serikat di Saigon, Creighton Abrams, puas dengan perkembangan situasi di Kamboja. Meskipun Lon Nol tidak segera menyerang PAVN, ia lebih patuh terhadap Amerika Serikat ketimbang Sihanouk yang berubah-ubah. Selama satu setengah tahun terakhir, Abrams juga dihujani dengan permintaan otorisasi oleh Komando Bantuan Militer, Kelompok Studi dan Observasi Vietnam (SOG) untuk melakukan serangan udara. Tim pengintaian SOG telah melakukan operasi yang disebut dengan "over the fence" selama tiga tahun di Kamboja, tetapi masih belum memperoleh dukungan udara, baik untuk melindungi operasi mereka maupun untuk menyerang target logistik PAVN di wilayah-wilayah pangkalan.[3]

Operasi Patio

Pada 18 April, Abrams meminta izin kepada Kepala Staf Gabungan untuk menggunakan pesawat taktis Amerika Serikat yang berpangkalan di Vietnam Selatan untuk 30 hari. Pesawat ini akan bergabung bersama dengan Operasi Menu, sebuah operasi sangat rahasia untuk melakukan pengeboman wilayah-wilayah pangkalan dan tempat perlindungan PAVN di sebelah timur Kamboja menggunakan pesawat pengebom Angkatan Udara Amerika Serikat, B-52. Kepala Staf Gabungan menyetujui permintaan Abrams dua hari kemudian.[4] Seluruh komunikasi dan pesan-pesan terkait operasi tersebut, dilakukan melalui saluran khusus yang aman. Pesawat yang melakukan misi tersebut ditugaskan untuk melindungi target di Laos, sebagaimana penugasan B-52 dalam Operasi Menu untuk menyerang target palsu di Vietnam Selatan.[4]

Operasi tersebut direncanakan berlangsung selama 30 hari dengan serangan pertama diluncurkan pada 24 April, hingga minggu ketiga bulan Mei. Pesawat-pesawat tersebut diizinkan untuk menyerang target-target di wilayah timur laut Kamboja yang membentang sepanjang 13 Km di sebelah barat perbatasan Vietnam Selatan. Pada 25 April, batas bentangan wilayah tersebut diperluas hingga sepanjang 29 Km.[4] Karena telah dimulainya Kampanye Kamboja yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat dan Vietnam Selatan pada 29 April, operasi ini terpaksa dihentikan lebih awal pada 4 Mei dengan hanya 156 pesawat yang diterbangkan.[4][5] Operasi Patio kemudian digantikan dengan Operasi Freedom Deal yang cakupannya jauh lebih luas dan merusak.

Referensi

 Artikel ini berisi bahan berstatus domain umum dari situs web atau dokumenAir Force Historical Research Agency.

  1. Sat, Sutsakhan (1987). The Khmer Republic at War and the Final Collapse (PDF) (dalam bahasa American English). United States Army Center of Military History. hlm. 59. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 12 April 2019. Diakses tanggal 19 Februari 2010.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Shawcross, William (1979). Sideshow: Kissinger, Nixon and the Destruction of Cambodia (dalam bahasa American English). Washington Square Books. hlm. 64–8. ISBN 9780815412243. OCLC 51166326. OL 8048605M.
  3. "Annex F". Vietnam, Command History (dalam bahasa American English). Saigon: Military Assistance Command. 1967. hlm. 4.
  4. 1 2 3 4 Nalty, Bernard (2000). Air War over South Vietnam, 1968 - 1975 (pdf) (dalam bahasa American English). Air Force Museums and History Program. hlm. 185. ISBN 9780160509148. OL 7374005M.
  5. Lipsman, Samuel; Paschall, Rod (1988). The Vietnam Experience War in the Shadows (dalam bahasa American English). Boston Publishing Company. hlm. 146. ISBN 9780939526383. LCCN 87073527. OCLC 18034212. OL 2414756M.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan