Sabtu, 24 Oktober 2026
00:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Sensasionalisme

Sensasionalisme

jenis taktik editorial di media massa

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks yang sudah ada. (Januari 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
250px-Bill_Clinton_and_Monica_Lewinsky_on_February_28%2C_1997_A3e06420664168d9466c84c3e31ccc2f.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto Bill Clinton dan Monica Lewinsky di Gedung Putih pada 28 Februari 1997 yang berasal dari koleksi White House Photograph Office dan disimpan di William J. Clinton Presidential Library. Clinton-Lewinsky pernah menjadi sorotan luas media pada akhir 1990-andan memicu pemberitaan intensif mengenai kehidupan pribadi presiden serta proses politik di Amerika Serikat.

Sensasionalisme atau Sensasi adalah suatu jenis bias editorial pada media massa di mana peristiwa dan topik dalam berita di besar-besarkan (over-hyped; blow-up) untuk meningkatkan jumlah pemirsa atau pembaca.[1] Sensasionalisme dapat mencakup bentuk laporan tentang hal-hal yang umumnya tidak penting dan peristiwa yang tidak memiliki pengaruh bagi keseluruhan masyarakat juga presentasi yang bias terhadap topik berita yang layak tetapi dikemas secara sepele atau bergaya tabloid.[2]

Beberapa taktik dalam mempraktikan sensasionalisme di antaranya termasuk berpura-pura bodoh, memancing emosi,[3] membuat kontroversial, dan sengaja mengabaikan fakta-fakta dan informasi yang benar, menjadi vokal, egois dan bertindak yang dibuat-buat untuk mencari perhatian.[3] Informasi dan peristiwa sepele kadang-kadang dibesar-besarkan dan disalahartikan sebagai suatu yang penting atau signifikan, dan sering kali berisi cerita tentang tindakan perorangan dan sekelompok kecil orang.[1] Berita yang seringnya tidak penting dan tidak relevan secara relatif terhadap tingkat makro peristiwa sehari-hari yang terjadi secara global. Selain itu, isi dan materi subjek biasanya tidak memengaruhi kehidupan orang banyak[1] dan masyarakat, tetapi disiarkan dan dicetak untuk menarik pemirsa dan pembaca.

Sejarah

Dalam buku A History of News, penulis Mitchell Stephens (seorang profesor bidang jurnalisme dan komunikasi massa di New York University)[2] mencatat bahwa sensasionalisme telah ditemukan pada Acta Diurna (Pemberitahuan dan pengumuman resmi yang disajikan setiap hari di papan pengumuman publik, dengan materi yang terasa penuh dengan antusiasme yang disebarkan dalam masyarakat yang tak berpendidikan) pada zaman Romawi Kuno.[2]

Sensasionalisme telah digunakan untuk mengajarkan pelajaran moral dalam buku-buku pada abad ke-16 dan ke-17. Menurut Stevens, Sensasionalisme akan mengantar berita kepada penonton yang baru ketika berita itu ditujukan pada kelas bawah, yang tidak terlalu ingin memahami masalah politik dan ekonomi secara akurat. Stevens menyatakan, melalui sensasi, penonton selanjutnya dididik dan didorong untuk lebih tertarik pada berita.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 "Issue Area: Sensationalism." Fairness & Accuracy In Reporting. diakses pada Juni 2011.
  2. 1 2 3 4 Stephens, Mitchell (2007). A History of News. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-518991-9.
  3. 1 2 "Sensationalism." Thefreedictionary.com. Accessed June 2011.
Konteks
Aktivisme
Periklanan
Pemberitaan palsu
Pemasaran
Pers
Kampanye politik
Propaganda
Operasi psikologis
Hubungan masyarakat
Penawaran barang
Artikel terkait
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan