Rabu, 21 Oktober 2026
11:26 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Pembakaran buku

Pembakaran buku

Bagikan:
 
Bagian dari seri tentang
Sensor
250px-Censorship.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pada media
Melarang buku-buku · Film yang dilarang
Penyuntingan kembali film ·Internet · Musik
Pers · Radio · Berpikir
Berbicara dan berekspresi
Permainan video
Metode
Bunyi bip · Pembakaran buku
Siaran tunda · Efek pedingin
Konspirasi hening
Perangkat lunak pengawasan isi
Eufemisme · Penghilangan bagian buku
Pembungkaman · Pengejek
Rongga memori · Pencurian surat kabar
Pengaburan · Pos · Pengekangan
Revisionisme · Penyensoran diri
Bahasa sandi · Gugatan Strategis
Penyerangan lisan · Pembersihan
Konteks
Koporasi · Politik ·Kepercayaan
Ideologis ·Pembicaraan jahat
Pembicaraan kebencian ·Media bias
Penekanan dari perbedaan pendapat
Menurut negara
Penyensoran · Kebebasan berbicara
250px-Yad_Vashem_Books_burned_by_Nazis_by_David_Shankbone.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buku-buku yang dibakar oleh Nazi, ditampilkan di Yad Vashem

Pembakaran buku, biblioklasme atau librisida adalah tindakan memusnahkan, kadang secara seremonial, buku atau media tulisan lainnya. Pada masa modern, bentuk media lainnya, misalnya rekaman fonograf, kaset video, atau CD juga telah secara seremonial dibakar, dihancurkan, atau dimusnahkan. Tindakan ini biasanya dilakukan di depan umum, dan sering didasari atas motif moral, keagamaan, atau politik. Pembakaran buku juga dilakukan oleh kaum terpelajar dan berkuasa dengan motif ideologis.[1]

Beberapa peristiwa pembakaran buku sangat diingat - karena buku-buku yang dihancurkan tidak dapat tergantikan dan hilangnya buku-buku itu menimbulkan kerusakan berat terhadap warisan budaya, dan karenanya pembakaran buku telah menjadi ciri dari rezim yang kejam dan menindas. Beberapa peristiwa pembakaran buku antara lain pemusnahan Perpustakaan Iskandariyah, pemusnahan Perpustakaan Baghdad, pembakaran buku dan pembantaian cendekiawan pada masa Dinasti Qin di Cina, pemusnahan Naskah kuno Maya oleh penakluk dan pendeta Spanyol, pembakaran buku Nazi, pembakaran rekaman Beatles, dan pemusnahan Perpustakaan nasional Sarajevo.

Budaya populer

  • Penulis berkebangsaan Jerman, Heinrich Heine, dalam sandiwaranya yang berjudul Almansor tahun 1821, merujuk pembakaran Al-Quran pada masa Inkuisisi Spanyol dalam sebuah kutipan populer tenang pembakaran buku, "di mana mereka membakar buku, mereka akhirnya juga akan membakar manusia." ("Dort, wo man Bücher verbrennt, verbrennt man auch am Ende Menschen."). Lebih dari seabad kemudian, buku-buku Heine termasuk ke dalam ribuan buku yang dibakar oleh Nazi, meskipun puisinya yang berjudul Die Lorelei terus dicetak ulang dalam buku-buku sekolah Jerman sebagai karya awanama. Rezim Nazi kemudian melakukan tindakan genosida budaya lebih besar, hanya beberapa tahun setelah membakar buku Heine, Nazi melakukan Holokaus.
  • Seri buku berjudul Mortal Engines Quartet oleh Philip Reeve akan membakar oleh situs web Kiwi Farms.[2]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Baez, Fernando (2017). Penghancuran Buku dari Masa ke Masa. Tangerang Selatan: Marjin Kiri. ISBN 9789791260688.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ https://kiwifarms.net/threads/delusional-idiot-rants-about-a-childrens-book-and-getting-banned-from-reddit.74601/post-7426251

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan