Minggu, 01 November 2026
20:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pembakaran buku Nazi

Pembakaran buku Nazi

Bagikan:
330px-1933-may-10-berlin-book-burning.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pembakaran buku di Berlin, Mei 1933
330px-Yad_Vashem_Books_burned_by_Nazis_by_David_Shankbone.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Contoh buku-buku yang dibakar oleh Nazi yang disimpan di Yad Vashem

Pembakaran buku Nazi adalah sebuah kampanye yang dilakukan oleh Serikat Pelajar Jerman ("DSt") untuk membakar buku-buku secara seremonial di Jerman Nazi dan Austria pada 1930an. Buku-buku yang ditargetkan untuk dibakar dipandang sebagai pemalsuan atau mewakili ideologi yang bertentangan dengan Nazisme. Buku-buku tersebut meliputi buku-buku yang ditulis oleh para penulis Yahudi, pasifis, religius, liberal, anarkis, sosialis, komunis, dan lain-lain.[1] Buku pertama yang dibakar adalah buku-buku Karl Marx dan Karl Kautsky.[2]

Referensi

Catatan

  1. ↑ "Book Burning". United States Holocaust Memorial Museum.
  2. ↑ Strätz, Hans-Wolfgang (1968). Die studentische „Aktion wider den undeutschen Geist“ im Frühjahr 1933. In: Vierteljahrshefte für Zeitgeschichte, 16 (dalam bahasa German). hlm. 347–53.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)

Daftar pustaka

This article incorporates text from the United States Holocaust Memorial Museum, and has been released under the GFDL.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Book burning in Nazi Germany.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan