Kamis, 08 Oktober 2026
09:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Indoktrinasi

Indoktrinasi

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_Bild_147-0510%2C_Berlin%2C_Lustgarten%2C_Kundgebung_der_HJ.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Anggota Pemuda Hitler melakukan salut Nazi pada rapat umum di Lustgarten di Berlin, 1933

Indoktrinasi adalah sebuah proses yang dilakukan berdasarkan satu sistem nilai untuk menanamkan gagasan, sikap, sistem berpikir, perilaku dan kepercayaan tertentu. Praktik ini sering kali dibedakan dari pendidikan karena dalam tindakan ini, orang yang diindoktrinasi diharapkan untuk tidak mempertanyakan atau secara kritis menguji doktrin yang telah mereka pelajari. Instruksi berdasarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan, khususnya, tak dapat disebut indoktrinasi karena prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan menuntut evaluasi diri yang kritis dan sikap bertanya yang skeptis terhadap pikiran sendiri.

Definisi

Indoktrinasi merujuk kepada serangkaian kegiatan yang berbeda-beda, sehingga upaya mencari definisi yang tunggal menjadi sulit. Di bidang psikologi, sosiologi, penelitian pendidikan, dan berbisnis istilah-istilah yang lebih tepat sering kali lebih dipilih, termasuk (namun tak terbatas pada): sosialisasi, propaganda, manipulasi, dan cuci otak.

Dalam pendidikan, pembedaan antara "indoktrinasi" (istilah yang tidak disukai) dengan "pengajaran nilai-nilai" (yang dapat diterima) khususnya menjadi sulit.

Indoktrinasi

Indoktrinasi agama merujuk kepada ritual peralihan yang tradisional untuk mengindoktrinasi seseorang ke dalam suatu agama tertentu dan komunitasnya.

Kebanyakan kelompok agama mengajarkan anggota-anggotanya yang baru tentang prinsip-prinsip agama tersebut. Hal ini biasanya tidak disebut sebagai indoktrinasi karena konotasi negatif kata tersebut. Agama misteri membutuhkan suatu masa indoktrinasi sebelum seseorang dapat memperoleh akses kepada pengetahuan esoterik.

Indoktrinasi militer

Persiapan psikologis awal untuk para prajurit pada masa pendidikannya disebut sebagai indoktrinasi, tetapi bukan dalam pengertian yang merendahkan. Lihat Pendidikan untuk rekrut

Keamanan informasi

Di bidang keamanan informasi, indoktrinasi adalah brifing dan instruksi awal yang diberikan sebelum seseorang diberikan akses kepada informasi rahasia.[1]

Kritik

Noam Chomsky menyatakan, "Bagi mereka yang gigih mencari kemerdekaan, tak ada tugas yang lebih mendesak daripada memahami mekanisme dan praktik-praktik indoktrinasi. Semuanya ini mudah ditemukan dalam masyarakat-masyarakat totaliter, tetapi lebih sulit dalam sistem 'cuci otak di dalam kebebasan' yang menguasai kita semua dan yang sering kali kita layani sebagai alat-alat yang suka rela atau yang tidak menyadarinya."[2]

Robert Jay Lifton berpendapat[3] bahwa tujuan dari frasa atau slogan-slogan seperti "darah untuk minyak," atau "sikat dan lari," tidak dimaksudkan untuk melanjutkan percakapan yang reflektif, melainkan menggantikannya dengan frasa-frasa yang menggugah emosi. Teknik ini diisebut klise pembunuh pikiran.

Rujukan

  1. ↑ National Industrial Security Program Operating Manual menyebut indoktrinasi sebagai "pendidikan/brifing awal yang diberikan sebelum seseorang diberikan akses kepada informasi rahasia."
  2. ↑ Chomsky, Noam. "Propdaganda, American Style". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-02. Diakses tanggal 2007-06-29.
  3. ↑ Lifton, Robert Jay (1989). Thought Reform and the Psychology of Totalism: A Study of "Brainwashing" in China. University of North Carolina Press. hlm. 524. ISBN 0-8078-4253-2.

Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan