Senin, 21 September 2026
08:00 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Pembodohan

istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengurangan tingkat intelektual secara sengaja terhadap isi dari materi pelajaran & pendidikan

Pembodohan atau memperbodoh (bahasa Inggris:dumbing down) merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan pengurangan tingkat intelektual secara sengaja terhadap isi dari materi pelajaran & pendidikan, literatur & film, juga berita & budaya. Gagasan dan istilah dumbing down berawal pada tahun 1933, sebagai bahasa slang yang digunakan oleh penulis skenario film, yang bermakna "Disesuaikan supaya menarik bagi mereka yang kurang pendidikan atau berdaya intelektual yang rendah".[1]

Praktik pembodohan bervariasi dalam penggunaannya, sesuai dengan subjek masalah yang sedang dibahas dan tujuan dari pelakunya, pembodohan biasanya menggunakan penyederhanaan yang berlebihan terhadap definisi aslinya sampai kepada tingkat yang merusak konsep standar dari bahasa dan pembelajaran masyarakat. Dengan cara sederhana seperti itu pelakunya (misal: penulis atau pembicara) membenarkan metode pendangkalan standar budaya, seni, dan akademis, sebagaimana halnya yang terjadi pada budaya populer. Meskipun demikian, penggunaan istilah "pembodohan" adalah subjektif, karena apa yang diganggap sebagai pembodohan biasanya tergantung pada perasaan dan penilaian dari pembaca, pendengar, dan pemirsa.

Pembodohan oleh Media massa

Tingginya tingkat persaingan Media massa, dan penggunaan metode ekonometrika mengubah praktik bisnis dari media komunikasi massa. Praktik monopoli usaha dari konsolidasi media mengurangi keluasan dan kedalaman dari jurnalisme yang dilakukan dan disediakan untuk informasi publik. Pengurangan pengeluaran dan biaya operasional, mengurangi biro berita dan wartawan luar, serta lebih mengutamakan menyiarkan publikasi (pers rilis) dari humas bisnis, pemerintah, dan partai politik yang disajikan sebagai fakta.

Referensi

  1. Algeo, John; Algeo, Adele (1988). "Among the New Words". American Speech. 63 (4): 235–236. doi:10.1215/00031283-78-3-331.
Konteks
Aktivisme
Periklanan
Pemberitaan palsu
Pemasaran
Pers
Kampanye politik
Propaganda
Operasi psikologis
Hubungan masyarakat
Penawaran barang
Artikel terkait
Ikon rintisan

Artikel bertopik psikologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan