Minggu, 20 September 2026
23:02 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Sel HeLa

Sel HeLa

Sel

250px-HeLa_cells_stained_with_Hoechst_33258.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sel HeLa

Sel HeLa merupakan sel epitelial manusia yang berasal dari kanker serviks atau kanker leher rahim.[1] Sel HeLa diberi nama sesuai dengan nama pasien penyakit kanker serviks yang sel kankernya diambil, yaitu Henrietta Lacks, yang meninggal pada tanggal 4 October 1951.[1] Sel HeLa yang diambil pada tanggal 8 Februari 1951 kemudian diperbanyak dengan kultur sel dan banyak digunakan dalam penelitian.[1]

Aplikasi

Sel ini digunakan dalam pembentukan vaksin pertama polio yang dilakukan oleh Jonas Salk.[1] Sel HeLa dapat memperbanyak diri hingga jumlah yang tidak terbatas selama kondisi yang menunjang kehidupannya tercukupi.[1] Sel ini memiliki enzim telomerase yang aktif selama pembelahan sel, untuk mencegah terjadinya pemendekan telomer.[1] Telomer terlibat dalam penuaan sel yang akan menyebabakan kematian pada sel.[1] Saat ini telah ada beberapa jalur sel dari sel ini yang semuanya diturunkan dari sel HeLa.[2]

Pada tahun 1953, sel HeLa menjadi sel manusia pertama yang berhasil dikloning. Sejak itu, permintaan sel HeLa dari banyak laboratorium di dunia meningkat. Sejak sel itu banyak direplikasi, mereka telah digunakan oleh para ilmuwan untuk riset termasuk penelitian penyakit, pemetaan gen, efek zat beracun terhadap organisme, dan efek radiasi pada manusia. Sel HeLa juga digunakan disebagai model dari sel kanker dan juga digunakan untuk mempelajari mekanisme dari sinyal transmisi antar sel.[2] Selain itu, sel HeLa telah digunakan untuk menguji sensitivitas tubuh manusia terhadap pita, lem, kosmetik dan barang produksi industri lainnya.[3]

Para ilmuwan telah menumbuhkan sekitar 50 juta metrik ton sel dari sel HeLa[3][4] dan telah mendaftarkan sekitar 11.000 paten yang melibatkan penggunaan sel-sel ini.

Lihat pula

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) [HelaCells.com]. 2009. Where did the Hela cells come from?. [terhubung berkala]. http://helacells.com/index.html Diarsipkan 2012-04-02 di Wayback Machine. [6 Nov 2009].
  2. 1 2 (Inggris) Rudra. 2009. HeLa Cells. [terhubung berkala]. http://hubpages.com/hub/HeLa-cells Diarsipkan 2010-03-07 di Wayback Machine. [6 Nov 2009].
  3. 1 2 Watson, Denise. "Cancer killed Henrietta Lacks — then made her immortal". Virginian-Pilot (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-04-19.
  4. Margonelli, Lisa (2010-02-05). "Book Review | 'The Immortal Life of Henrietta Lacks,' by Rebecca Skloot". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2019-04-19.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan