Senin, 21 September 2026
03:25 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Telomerase

Telomorase

Telomerase adalah suatu enzim yang menambahkan urutan DNA berulang ("TTAGGG" pada semua vertebrata) di ujung 3' utas DNA pada bagian telomer, yaitu bagian ujung kromosom eukariota. Telomer mengandung bahan DNA rapat dan memberikan kestabilan pada kromosom. Enzim ini tergolong transkriptase balik (reverse transcriptase) yang membawa molekul RNA-nya sendiri, yang selanjutnya digunakan sebagai cetakan sewaktu mengulur telomer, yang memendek setiap siklus replikasi. Telomerase ditemukan oleh Carol W. Greider dan Elizabeth Blackburn pada 1985 pada siliata Tetrahymena.[1] Bersama dengan Jack W. Szostak, Greider dan Blackburn dianugerahi Penghargaan Nobel 2009 dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk temuan mereka ini.[2] Ada beberapa indikasi bahwa telomerase berasal dari retrovirus.[3]

Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menemukan hubungan yang jelas antara manusia berumur 100 tahun dengan enzim hiperaktif yang bisa memperbaiki sel-sel. Peneliti mengatakan penemuan ini dapat digunakan untuk anti penuaan.

Manusia yang berumur 100 tahun atau lebih secara efektif memiliki mekanika tubuh yang terus menerus melakukan perbaikan fungsi tubuh agar bisa tetap bekerja. Dibandingkan dengan manusia normal yang sel-sel tubuhnya memiliki pusat kendali yang terkait dengan waktu.

Peneliti dari Albert Einstein College of Medicine di AS mempelajari sekelompok orang Yahudi Ashkenazi dan menemukan mereka yang hidup lama karena variasi mutan dari enzim telomerase.

Enzim ini bekerja untuk membangun kembali telomeres yang menutup setiap ujung sel kromosom yang bisa menghentikan terurainya enzim.

"Manusia yang panjang umur mampu mempertahankan panjang telomeres yang lebih baik," kata Youin Suh dari Yeshiva University seperti dilansir dari dailymail, Selasa (17/11/2009).

Semakin panjang telomeres, sel akan semakin terlindungi dan proses penuaan berjalan lebih lambat.

Dalam laporan di Proceedings of the National Academy of Sciences, peneliti mengatakan mereka mempelajari komunitas Yahudi Ashkenazi karena berkelompok sangat erat sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi penyakit yang disebabkan perbedaan genetik.

Mereka terlihat sangat tua tetapi tetapi sangat sehat dengan rata-rata usia 97 tahun. Para manusia usia 100 tahun dan keturunannya memiliki gen mutan yang mempertahankan panjang telomeres di mana sel mereka membelah dari waktu ke waktu.

Ini berarti sebagian besar mereka terhindari dari penyakit yang berkaitan dengan usia seperti penyakit kardiovaskular (pembuluh darah) dan diabetes.

Catatan kaki

  1. Greider, C.W. & Blackburn, E.H. (1985). "Identification of a specific telomere terminal transferase activity in Tetrahymena extracts". Cell. 43 (2 Pt 1): 405–413. doi:10.1016/0092-8674(85)90170-9. PMID 3907856.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  2. The Nobel Prize in Physiology or Medicine 2009
  3. Witzany, G. (2008). "The Viral Origins of Telomeres and Telomerases and their Important Role in Eukaryogenesis and Genome Maintenance". Biosemiotics. 1: 191–206. doi:10.1007/s12304-008-9018-0.

Sejarah

250px-Tibolium_castaneum_TERT_structure.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Subunit katalitik telomerase TERT dari Tribolium castaneum (Kumbang tepung merah), terikat pada cetakan RNA hipotetis dan DNA telomerik (PDB 3KYL )
250px-Telomerase_illustration.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram konseptual yang menunjukkan komponen protein telomerase (TERT) berwarna abu-abu dan komponen RNA (TR) berwarna kuning.

Telomerase, yang juga dikenal sebagai terminal transferase, [1] merupakan suatu kompleks ribonukleoprotein yang berperan menambahkan urutan DNA telomer yang khas pada setiap spesies ke ujung 3' telomer. Telomer sendiri adalah bagian kromosom yang tersusun atas sekuens DNA berulang dan terletak di kedua ujung kromosom yang berdekatan. Berbeda dengan kebanyakan eukariot lain, lalat buah Drosophila melanogaster tidak memiliki telomerase dan mempertahankan telomernya melalui mekanisme yang melibatkan retrotransposon.[2]

Secara fungsional, telomerase termasuk enzim transkriptase balik yang membawa molekul RNA internalnya sendiri. RNA tersebut digunakan sebagai cetakan untuk mensintesis dan memperpanjang sekuens telomer. Contohnya, pada Trypanosoma brucei,[3] RNA telomerase memiliki urutan 3′-CCCAAUCCC-5′ yang berperan dalam proses pemanjangan telomer. Aktivitas telomerase umumnya ditemukan pada sel gamet dan sebagian besar sel kanker, tetapi sangat rendah atau tidak ada pada mayoritas sel somatik.

Referensi

  1. "What are telomeres and telomerase?". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-05-30. Diakses tanggal 2014-05-30.
  2. Pardue ML, DeBaryshe PG (2011). "Retrotransposons that maintain chromosome ends". PNAS. 108 (51): 20317–24. doi:10.1073/pnas.1100278108. PMC 3251079. PMID 21821789.
  3. Cano MI, Dungan JM, Agabian N, Blackburn EH (Maret 1999). "Telomerase in kinetoplastid parasitic protozoa". Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America. 96 (7): 3616–21. Bibcode:1999PNAS...96.3616C. doi:10.1073/pnas.96.7.3616. PMC 22343. PMID 10097086.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Enzim Yang Bikin Muda Kembali Diarsipkan 2011-02-10 di Wayback Machine.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biokimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan