Sabtu, 07 November 2026
01:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Satrajit

Satrajit

Bagikan:
Satrajit
सत्रजित्
Satrajit menikahkan putrinya, Satyabama, kepada Kresna.
Satrajit menikahkan putrinya, Satyabama, kepada Kresna.
Tokoh Purana
NamaSatrajit
Ejaan Dewanagariसत्रजित्
Ejaan IASTSatrājit
Kitab referensiBhagawatapurana, Hariwangsa
GolonganYadawa
Kastakesatria
AyahNigna
SaudaraPrasena
AnakSatyabama

Satrajit (Dewanagari: सत्रजित्; ,IAST: Satrājit, सत्रजित्) adalah tokoh dalam mitologi Hindu, seorang kesatria Wangsa Yadawa, klan kesatria keturunan Yadu. Ia merupakan putra Nigna, dan menjadi mertua Kresna setelah menikahkan putrinya yang bernama Satyabama. Dalam legenda Hindu, Satrajit merupakan orang yang dianugerahi permata bernama Syamantaka oleh Dewa Surya. Menurut Purana, permata tersebut demikian memukau sehingga banyak orang yang mengincarnya. Pada akhirnya, Satrajit tewas karena seorang kesatria Yadawa bernama Satadanwa berambisi untuk merebut permata tersebut.

Kasus Permata Syamantaka

Dalam kitab Bhagawatapurana diceritakan bahwa Satrajit senantiasa memuja Dewa Surya (dewa matahari) dengan khusyuk sehingga ia memperoleh berkah berupa permata yang disebut Syamantaka. Ia memakai permata tersebut sebagai perhiasan di lehernya. Permata tersebut bersinar seperti sinar matahari dan membuat kerajaan para Yadawa bebas dari penyakit. Kresna yang bijaksana menyarankan agar ia menyerahkannya kepada Ugrasena, raja para Yadawa. Namun, Satrajit enggan untuk menyerahkannya, karena ia menganggap saran tersebut sebagai alasan untuk menutupi niat licik Kresna, yaitu mendapatkan permata Syamantaka, padahal Kresna tidak bermaksud demikian.[1]

Satrajit menitipkan permata Syamantaka kepada Prasena, adiknya. Pada suatu hari, Prasena memakai permata tersebut untuk berburu ke tengah hutan. Semenjak saat itu, Prasena tidak pernah kembali lagi, bersama dengan permata Syamantaka yang dipakainya. Dalam kasus tersebut, Satrajit mencurigai Kresna. Ia menganggap Kresna telah membunuh Prasena demi mendapatkan permata Syamantaka. Akhirnya kabar yang tidak jelas itu menyebar di kalangan para Yadawa. Untuk membersihkan nama baiknya, Kresna mengikuti jejak Prasena di tengah hutan. Di sana ia mendapati Prasena sudah tak bernyawa, dengan jejak singa di sekitarnya. Kemudian ia mengikuti jejak tersebut.[2]

Beberapa waktu kemudian, Kresna datang membawa permata Syamantaka ke hadapan Satrajit untuk membuktikan bahwa ia tidak pernah berupaya licik demi mendapatkan permata Syamantaka. Ia berkata bahwa permata tersebut direbut dari seekor beruang bernama Jembawan. Jembawan mendapatkan permata tersebut setelah membunuh seekor singa. Akhirnya disimpulkan bahwa singa tersebut yang membunuh Prasena lalu membawa permata Syamantaka. Karena merasa malu atas kecurigaannya terhadap Kresna, maka Satrajit menikahkan putrinya yang bernama Satyabama kepada Kresna.[3]

Kematian

Setelah pernikahan Satyabama, ada tiga kesatria Yadawa yang mengincar Syamantaka, yaitu Akrura, Satadanwa, dan Kertawarma. Atas saran Akrura dan Kertawarma maka Satadanwa membunuh Satrajit saat sedang tidur lalu merebut permata Syamantaka. Pada akhirnya Kresna dan Baladewa membalas dendam dengan cara membunuh Satadanwa.[4]

Referensi

  1. ↑ "Krishna and the Syamantaka Gem". Indiaparenting.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-08-27.
  2. ↑ "Jambavan and the Story of the Syamantaka Jewel". www.harekrsna.de. Diakses tanggal 2020-08-27.
  3. ↑ www.wisdomlib.org (2013-05-25). "The Jewel Syamantaka". www.wisdomlib.org. Diakses tanggal 2020-08-28.
  4. ↑ "PrabhupadaBooks.com Srila Prabhupada's Original Books". prabhupadabooks.com. Diakses tanggal 2020-08-28.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan