Rabu, 23 September 2026
08:14 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Syamantaka

Syamantaka (Dewanagari: श्यामन्तक; ,IAST: Śyāmantaka, श्यामन्तक) atau Syamantakamani (Dewanagari: श्यामन्तकमणि; ,IAST: Śyāmantakamaṇi, श्यामन्तकमणि) adalah nama sebuah permata atau mestika dalam mitologi Hindu. Menurut kepercayaan Hindu, permata ini merupakan anugerah dari dewa matahari, Surya. Pada awalnya, permata ini dimiliki oleh Satrajit, seorang bangsawan Yadawa. Setelah kematian Satrajit, permata ini disimpan oleh Akrura, kerabat Satrajit.

Legenda

Kisah tentang Syamantaka terdapat dalam kitab Wisnupurana dan Bhagawatapurana. Awalnya permata tersebut dimiliki oleh Dewa Surya, dan dikenakan di leher sang dewa. Permata itu juga merupakan sumber kilauan cahaya sang dewa. Menurut kisah, di mana pun permata tersebut berada, maka tempat tersebut akan bebas dari bencana seperti kekeringan, banjir, gempa, bahkan wabah; sebaliknya tempat tersebut akan senantiasa dikaruniai kemakmuran. Di mana pun permata tersebut berada, pembawanya akan memperoleh delapan bhāra[Ket 1] emas per hari.[1] Karena ada sekitar 3.700 biji gandum dalam satu ons, Syamantaka menghasilkan sekitar 170 pon emas setiap hari.[2]

Catatan

  1. Empat biji gandum disebut guñjā; lima guñjās disebut satu paṇa; delapan paṇa disebut karṣa; empat karṣas disebut satu pala; seratus pala disebut satu tulā. Dua puluh tulā disebut satu bhāra.

Referensi

  1. "Syamantaka gold production weight". Diakses tanggal 2015-04-09.
  2. Apte, V.S. (1970). Sanskrit-English Dictionary. Motilal Banarsidas – Delhi, India.
Ikon rintisan

Artikel bertopik mitologi Hindu ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan