Minggu, 20 September 2026
22:52 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
SS Kiangya

SS Kiangya

SS Kiangya
250px-SS_Kiangya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sejarah
Tiongkok
Selesai 1939
Nasib Pensiun 1983
Catatan Karam pada tahun 1948 setelah ledakan internal
Ciri-ciri umum
Jenis Kapal uap
Berat benaman 2.100 ton

SS Kiangya atau Jiangya (Hanzi sederhana:江亚轮; Hanzi tradisional:江亞輪; Pinyin:Jiāngyà Lún) adalah sebuah kapal uap penumpang Tiongkok yang hancur dalam ledakan dekat muara Sungai Huangpu 50 mil (80 km) utara Shanghai pada 3 atau 4 Desember 1948. Kapal karamnya dibersihkan dari kanal pada tahun 1956 dan lambungnya diperbaharui, kembali berfungsi. Ia kemudian berganti nama menjadi SS Dongfang Hong 8 (Hanzi sederhana:东方红8; Hanzi tradisional:東方紅8; Pinyin:Dōngfāng Hóng Bā, arti harfiah "Timur adalah Merah#8") pada masa Revolusi Kebudayaan dan nonaktif selama modernisasi pada tahun 1983.

330px-Sunk_of_SS_Kiangya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bangkai kapal SS Kiangya

Kiangya adalah salah satu dari delapan kapal yang dioperasikan oleh Shanghai Merchants Group dan kapal saudari dari SS Kiangking (Hanzi:江静轮; Pinyin:Jiāngjìng Lún). Kapal ini memiliki berat benaman sebesar 2.100 ton. Pada saat ledakannya selama Perang Saudara Tiongkok, kapal tersebut sedang menuju Ningpo dari Dermaga Shiliupu di Shanghai. Kapal ini dipenuhi para pengungsi yang melarikan diri dari Komunis yang sedang bergerak ke sana. Ia mungkin menabrak ranjau, mungkin dipasang oleh Angkatan Laut Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia Kedua. Jumlah korban jiwa yang pasti tidak diketahui. Meskipun kapasitas resminya adalah 1.186 penumpang, manifesnya tercatat 2.150 orang dan ia hampir pasti membawa banyak penumpang gelap tambahan. Tim penyelamat tidak menyadari bencana selama beberapa jam. Diperkirakan bahwa antara 2.750 dan 3.920 orang tewas,[1] dengan 700 orang yang selamat dijemput oleh kapal-kapal lainnya.[2]

SS Dongfang Hong 8

Lambung kapal dari Kiangya telah patah menjadi dua tetapi pada tahun 1956, kedua potongan itu dipindahkan untuk mengeruk area sungai itu. Proses ini memakan waktu 160 hari, setelah itu potongan-potongan tersebut dipindahkan ke Galangan Kapal Jiangnan dan diperbarui. Ia difungsikan kembali untuk pengangkutan penumpang di Dermaga Shiliupu Shanghai pada 4 Februari 1959, setelah itu dia berfungsi sebagai feri lokal dan untuk pelayaran antara Shanghai dan Wuhan. Kiangya berganti nama menjadi Dongfang Hong 8 pada November 1966 selama Revolusi Kebudayaan. Kapal ini pensiun pada tahun 1983. Selama operasi pembongkaran kapal pada bulan Juni 2000, kebakaran minyak besar terjadi.

Peninggalan

250px-Wheel_of_SS_Kiangya.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Roda kemudi Kiangya yang ditemukan kembali, terdapat di EZMAFCM.

Roda kemudi kayu dari kapal ini tersimpan di Museum Urusan Maritim dan Adat Istiadat Rakyat Zhejiang Timur di Ningbo.

Nama kapal ini diabadikan untuk Jiangya Nansha, salah satu komponen gosong pasir Jiuduansha di sebelah timur Shanghai.

Lihat juga

Catatan kaki

  1. Jackson, Joe (Januari 20, 2012). "Unsafe at Sea: Asia's History of Deadly Ferry Disasters". Time.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Blackmore, David (2004). Blunders & Disasters at Sea. Barnsley: Pen & Sword Maritime. hlm. 179–180. ISBN 1-84415-117-4.

Referensi

  • "Chinese Shipping Disasters: Two Steamers Sunk by Explosions". The Times. 6 Desember 1948.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

31°15′N 121°47′E / 31.250°N 121.783°E / 31.250; 121.783

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan