Senin, 21 September 2026
05:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Responsa

Responsa (Latin: kata jamak dari responsum, "jawaban") terdiri dari serangkaian keputusan tertulis dan aturan yang diberikan oleh para cendekiawan hukum dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan kepada mereka. Pada zaman modern, istilah tersebut dipakai untuk menyebut keputusan dan aturan yang dibuat oleh para cendekiawan dalam hukum keagamaan dalam sejarah.

Di Kekaisaran Romawi

Hukum Romawi mengakui responsa prudentium, yakni tanggapan dan pemikiran para yuris, sebagai salah satu sumber "Ius scriptum" (hukum tertulis), bersama dengan hukum-hukum yang berasal dari para magistrat, Senat, atau Kaisar.

Dalam Gereja Katolik Roma

Dalam Gereja Katolik Roma, sebuah responsum adalah sebuah jawaban yang diberikan oleh Kongregasi bagi Doktrin Iman atas hal-hal tertentu yang berkaitan dengan iman dan moral. Kantor Kudus adalah organisasi doktrinal tunggal dan eksklusif yang memiliki hak untuk memberikan responsa. Dokumen doktrinal terkini yang berisi responsa relevan adalah Komentar tentang Responsa ad quaestiones,[1] Responsum ad Dubium Terkait Pengajaran yang Diisi dalam Ordinatio Sacerdotalis[2] dan Tanggapan-Tanggapan terhadap Pertanyaan-pertangayaan Tertentu dari Konferensi Waligereja Amerika Serikat Terkait Nutrisi dan Hidrasi Artifisial.[3]

Catatan

  1. "Commentary on Responsa ad quaestiones". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-20. Diakses tanggal 2017-09-12.
  2. Responsum ad Dubium Concerning the Teaching Contained in Ordinatio Sacerdotalis
  3. Responses to Certain Questions of the United States Conference of Catholic Bishops Concerning Artificial Nutrition and Hydration

Daftar pustaka

  • M. Elon, Jewish Law, Jerusalem 1975

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan