Selasa, 03 November 2026
09:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Ren (Konfusianisme)

Ren (Konfusianisme)

Konsep kebajikan Konfusianisme

Bagikan:
Bagian dari seri dalam
Konfusianisme
120px-%E6%9C%A8%E9%90%B8_---_Confucian_wooden-clapper_bell.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konfusianisme menurut negara
Rén
Nama Tionghoa
Hanzi: 仁
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: rén
- Tongyong Pinyin: rén
- Wade-Giles: jen2
- Bopomofo: ㄖㄣˊ
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: yàhn
- Jyutping: jan4
Nama Jepang
Kanji: 仁
Alih aksara
- Revisi: jin
- Kunrei-shiki: zin
Nama Korea
Hangul: 인
Hanja: 仁
Alih aksara
- Romanisasi: in
Nama Vietnam
Vietnam: nhân
Konsep
Cinta Kasih
Enam agama utama
Agama lainnya

Rén (Hanzi:仁, berarti "sesama manusia" atau "kemanusiaan") adalah nilai kebajikan Konfusianisme yang berarti kualitas baik manusia yang berbudi luhur ketika meraih cita-cita yang lebih tinggi atau ketika bersikap altruistik. Rén dicontohkan oleh perasaan dan niat fungsional, naluriah, dan sebagai orang tua untuk memberikan dorongan dan perlindungan bagi anak-anak mereka. Rén dianggap sebagai ekspresi lahiriah dari cita-cita Konfusianisme.

Yan Hui, salah satu dari Empat Orang Bijak, pernah meminta gurunya untuk menjelaskan aturan rén. Konfusius menjawab, "Seseorang tidak boleh melihat hal yang tidak pantas, tidak mendengar hal yang tidak pantas, tidak mengatakan hal yang tidak pantas, tidak melakukan hal yang tidak pantas."[1] Konfusius juga mendefinisikan rén dengan cara berikut: "ingin memantapkan dirinya, juga berusaha memantapkan orang lain; ingin mengembangkan dirinya, dia juga berusaha mengembangkan orang lain."[2] Konfusius juga berkata, "Apakah kebaikan berada di luar jangkauan? Begitu saya mendambakan kebaikan, kebaikan sudah dekat."[3] Rén dekat dengan seorang manusia dan tidak pernah meninggalkan manusia.[4]

Sifat alamiah rén

Pandangan tradisional

Rén sangat bergantung pada hubungan antara dua orang, tetapi pada saat yang sama mencakup lebih dari itu. Rén merupakan pengembangan batin menuju tujuan altruistik, sementara pada saat yang sama menyadari bahwa seseorang tidak pernah sendirian, dan bahwa setiap orang memiliki hubungan ini untuk diandalkan, menjadi anggota keluarga, negara, dunia, dan akhirnya Tao.[5]

Rén bukanlah sebuah konsep yang dipelajari, melainkan bawaan. Setiap orang dilahirkan dengan rasa rén. Konfusius percaya bahwa kunci integritas yang bertahan lama adalah terus-menerus berpikir, karena[non sequitur] dunia terus berubah dengan cepat.

Rén telah diterjemahkan sebagai "kemurahan hati (benevolence)", "kebajikan sempurna (perfect virtue)", "kebaikan (goodness)", atau "hati kemanusiaan (human-heartedness)".[6]: 181  Ketika ditanya, Konfusius mendefinisikannya dengan kata berbahasa Tionghoa biasa untuk cinta, 愛 Ài, yang berarti "mencintai orang lain".[7]

Referensi

  1. ↑ Analek XII.1
  2. ↑ Analek VI.30
  3. ↑ Confucius (2014). Nylan, Michael (ed.). The analects: the Simon Leys translation, interpretations. Diterjemahkan oleh Leys, Simon. New York, NY: W. W. Norton. hlm. Chapter 7, Line 7.30. ISBN 978-0-393-91195-4.
  4. ↑ Do-Dinh, Pierre (1969). Confucius and Chinese Humanism. New York: Funk & Wagnalls. hlm. 107.
  5. ↑ Chi-Yun, Chang. A Life of Confucius. Taipei: Hwakang Press. hlm. 34.
  6. ↑ Hopfe, Lewis M.; Woodward, Mark R. (2004). Religions of the World. Upper Saddle River, N.J.: Pearson Education Inc.
  7. ↑ Dubs, Homer H. (April 1951). "The Development of Altruism in Confucianism". Philosophy East and West. 1 (1): 48–55. doi:10.2307/1396935. JSTOR 1396935.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Wiktionary logo
Lihat entri 仁 di kamus bebas Wikikamus.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Konfusianisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan