Kamis, 15 Oktober 2026
07:47 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Remukan Besar

Remukan Besar

salahsatu dari 3 kemungkinan berakhirnya alam semesta

Bagikan:
250px-Big_Crunch.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Animasi kemungkinan bagaimana Remukan Besar terjadi

Remukan Besar (bahasa Inggris:Big Crunch) adalah salah satu dari tiga skenario cara berakhirnya alam semesta.[1] Menurut teori Ledakan Besar, alam semesta mengalami inflasi sekitar 10−44 detik setelah Ledakan Besar dan inflasi itu akan terjadi sampai alam semesta mengembang hingga titik tertentu dan inflasi berhenti.[2] Inflasi ini akan berhenti karena energi gelap yang mempercepat inflasi akan dikalahkan oleh gaya gravitasi.

Dampak

Saat peristiwa besar ini terjadi, seluruh benda angkasa akan "berlomba-lomba" atau runtuh ke titik balik di mana singularitas berada sebelum Ledakan Besar terjadi.[3] Dengan kata lain, ruang antara benda-benda kosmik mengecil. Galaksi-galaksi serta bintang-bintang akan berbenturan satu sama lain, menyebabkan planet-planet keluar dari orbitnya. Namun oleh karena itu, banyak sekali bintang baru akan terbentuk, bahkan beberapa punya cukup waktu untuk secara teori memunculkan kehidupan.[4] Selain itu, kadar entropi di alam semesta naik drastis dan suhu memanas di mana-mana. Beberapa menit sebelum Remukan Besar berakhir atom-atom akan pecah menjadi partikel dasar, dan yang terakhir beberapa detik sebelum Remukan Besar berakhir gluon dan kuark akan runtuh ke singularitas. Saat peristiwa Remukan Besar berakhir, alam semesta hanyalah sebuah titik kecil yang panas dan sangat padat. Di waktu tertentu kadar entropi menurun perlahan-lahan sebab penerowongan kuantum yang memicu sebuah Ledakan Besar yang baru dan menghapus semua sejarah alam semesta sebelumnya. Peristiwa ini bernama Pantulan Besar dan peristiwa ini terjadi berulang kali.

Bagian dari seri
Kosmologi fisik
250px-WMAP_2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Kurzgesagt – In a Nutshell (2014-02-03), Three Ways to Destroy the Universe, diakses tanggal 2019-03-11
  2. ↑ yunan (ed.). "Big Crunch, Saat "Kiamat" Semesta Sangat Mampat". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-03-11.
  3. ↑ "How the Big Crunch Theory Works". HowStuffWorks (dalam bahasa Inggris). 2009-03-02. Diakses tanggal 2019-03-11.
  4. ↑ 4 Ways the Universe Might End (All of Them Are Bad), diakses tanggal 2021-03-13
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan