Minggu, 04 Oktober 2026
17:38 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Remukan Besar

Remukan Besar

salahsatu dari 3 kemungkinan berakhirnya alam semesta

Bagikan:
250px-Big_Crunch.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Animasi kemungkinan bagaimana Remukan Besar terjadi

Remukan Besar (bahasa Inggris:Big Crunch) adalah salah satu dari tiga skenario cara berakhirnya alam semesta.[1] Menurut teori Ledakan Besar, alam semesta mengalami inflasi sekitar 10−44 detik setelah Ledakan Besar dan inflasi itu akan terjadi sampai alam semesta mengembang hingga titik tertentu dan inflasi berhenti.[2] Inflasi ini akan berhenti karena energi gelap yang mempercepat inflasi akan dikalahkan oleh gaya gravitasi.

Dampak

Saat peristiwa besar ini terjadi, seluruh benda angkasa akan "berlomba-lomba" atau runtuh ke titik balik di mana singularitas berada sebelum Ledakan Besar terjadi.[3] Dengan kata lain, ruang antara benda-benda kosmik mengecil. Galaksi-galaksi serta bintang-bintang akan berbenturan satu sama lain, menyebabkan planet-planet keluar dari orbitnya. Namun oleh karena itu, banyak sekali bintang baru akan terbentuk, bahkan beberapa punya cukup waktu untuk secara teori memunculkan kehidupan.[4] Selain itu, kadar entropi di alam semesta naik drastis dan suhu memanas di mana-mana. Beberapa menit sebelum Remukan Besar berakhir atom-atom akan pecah menjadi partikel dasar, dan yang terakhir beberapa detik sebelum Remukan Besar berakhir gluon dan kuark akan runtuh ke singularitas. Saat peristiwa Remukan Besar berakhir, alam semesta hanyalah sebuah titik kecil yang panas dan sangat padat. Di waktu tertentu kadar entropi menurun perlahan-lahan sebab penerowongan kuantum yang memicu sebuah Ledakan Besar yang baru dan menghapus semua sejarah alam semesta sebelumnya. Peristiwa ini bernama Pantulan Besar dan peristiwa ini terjadi berulang kali.

Bagian dari seri
Kosmologi fisik
250px-WMAP_2012.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Kurzgesagt – In a Nutshell (2014-02-03), Three Ways to Destroy the Universe, diakses tanggal 2019-03-11
  2. ↑ yunan (ed.). "Big Crunch, Saat "Kiamat" Semesta Sangat Mampat". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-03-11.
  3. ↑ "How the Big Crunch Theory Works". HowStuffWorks (dalam bahasa Inggris). 2009-03-02. Diakses tanggal 2019-03-11.
  4. ↑ 4 Ways the Universe Might End (All of Them Are Bad), diakses tanggal 2021-03-13
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan