Jumat, 02 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kuintesensi

Bagikan:
Kuintesensi
Jenis Energi gelap (hipotetis)
Simbol ϕ
Statistik kuantum Medan skalar
Status Hipotesis
Bidang kajian Kosmologi fisik
Terkait Energi gelap, Konstanta kosmologis, Inflasi kosmik

Kuintesensi adalah bentuk hipotetis dari energi gelap dalam kosmologi fisik yang diusulkan untuk menjelaskan percepatan laju ekspansi alam semesta. Tidak seperti konstanta kosmologis (Λ) yang bersifat tetap dalam waktu dan ruang, kuintesensi adalah medan skalar dinamis yang dapat berubah dari waktu ke waktu dan bervariasi secara spasial.[1]

Asal dan konsep

Istilah "kuintesensi" berasal dari konsep klasik "unsur kelima" dalam filsafat alam Aristotelian. Dalam kosmologi modern, kuintesensi mengacu pada suatu medan energi yang menyebar secara homogen di alam semesta dan memiliki tekanan negatif cukup besar untuk menyebabkan percepatan ekspansi.

Berbeda dengan medan skalar inflasi (inflaton), kuintesensi beroperasi pada skala waktu kosmologis saat ini, bukan hanya pada zaman inflasi awal.

Persamaan keadaan

Kuintesensi dicirikan oleh persamaan keadaan: w = p ρ {\displaystyle w={\frac {p}{\rho }}} {\displaystyle w={\frac {p}{\rho }}}

di mana:

  • w adalah parameter keadaan,
  • p adalah tekanan,
  • ρ adalah kerapatan energi.

Untuk kuintesensi, nilai w berada antara −1 dan −1⁄3. Jika w = −1, maka kuintesensi tak dapat dibedakan dari konstanta kosmologis.[2]

Kuintesensi vs. konstanta kosmologis

Kuintesensi memungkinkan model kosmologi yang dinamis dan dapat berkembang seiring waktu, sedangkan konstanta kosmologis bersifat tetap. Model kuintesensi dapat diintegrasikan dalam teori medan dan teori supergravitasi, sehingga menjadi kandidat menarik dalam pencarian pemersatu fisika partikel dan kosmologi.

Bukti dan observasi

Hingga saat ini, tidak ada bukti eksperimental langsung yang membedakan kuintesensi dari konstanta kosmologis. Observasi seperti radiasi latar gelombang mikro kosmik, supernova Tipe Ia, dan struktur skala besar digunakan untuk menguji nilai parameter w. Misi seperti Planck, Euclid, dan teleskop Vera Rubin akan membantu menyempurnakan pemahaman tentang sifat energi gelap.

Model terkait

Beberapa varian kuintesensi meliputi:

  • Tracker field – medan skalar yang mengikuti evolusi kerapatan materi secara alami.
  • Phantom energy – model ekstrem dengan nilai w < −1.
  • k-essence – model dengan kinetika nonkanonik.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Caldwell, R. R.; Dave, R.; Steinhardt, P. J. (1998). "Cosmological Imprint of an Energy Component with General Equation of State". Physical Review Letters. 80 (8): 1582–1585. doi:10.1103/PhysRevLett.80.1582.
  2. ↑ Copeland, E. J. (2006). "Dynamics of dark energy". International Journal of Modern Physics D. 15: 1753–1936. doi:10.1142/S021827180600942X.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan