Senin, 21 September 2026
02:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Radjamin Nasution

Radjamin Nasution

politisi Indonesia

Ini adalah nama Batak Mandailing, marganya adalah Nasution.
Radjamin Nasution
Sutan Kumala Pontas
250px-Radjamin_Surabaya.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret sebagai anggota pemerintahan Kota Surabaya (1941)
Wali Kota Surabaya
PresidenSukarno
GubernurArio Soerjo
PendahuluTakashi Ichiro
PenggantiIndrakoesoema
Doel Arnowo
Wakil Wali Kota Surabaya
Wali KotaTakashi Ichiro
Anggota Dewan Kota Surabaya
Gubernur JenderalAlidius Tjarda van Starkenborgh Stachouwer
Wali KotaH.I. Bussemaker
W.H. van Helsdingen
PenggantiPamoedji
Informasi pribadi
Lahir(1892-08-15)15 Agustus 1892
Meninggal10 Februari 1957(1957-02-10) (umur 64)
AlmamaterSTOVIA Batavia

dr. Radjamin Nasution gelar Sutan Kumala Pontas (15 Agustus 1892  10 Februari 1957)[1] adalah Wali Kota Surabaya yang pertama. Ia juga merupakan salah satu anggota Komite Nasional Indonesia Pusat.[2][3]

Kehidupan awal

Radjamin lahir pada tanggal 15 Agustus 1892 di Barbaran Julu, Panyabungan Barat, Mandailing Natal. Karena ayahnya adalah seorang pegawai negeri sipil berpangkat tinggi, ia dapat mendaftar di sekolah Eropa (Europeesche Lagere School) di Padang Sidempuan. Pada tahun 1912, ia mendaftar di sekolah kedokteran STOVIA di Batavia.

Karier

Meskipun ia lulus dengan gelar kedokteran dari STOVIA, Radjamin tidak ditugaskan ke dinas kesehatan dalam pemerintah kolonial Hindia Belanda namun justru diberi pekerjaan di departemen bea cukai. Ia awalnya ditempatkan di Batavia, dan ia dipindahtugaskan keliling Hindia Belanda antara tahun 1912 dan 1917, dan kemudian ia kembali ke Batavia. Ia kemudian diberikan kenaikan pangkat, dan ditempatkan di Medan sebelum pindah ke Surabaya pada tahun 1929.

Pada tahun 1931, Radjamin terpilih sebagai anggota Dewan Kota (Gemeenteraad) Surabaya pada tahun 1931 untuk menggantikan kekosongan kursi. Di dalam Dewan Kota Surabaya, ia duduk dalam fraksi nasionalis (nationale fractie). Ia juga terus bekerja sebagai birokrat, dan kemudian menjadi kepala kantor bea cukai Surabaya pada tahun 1938. Pada tahun 1938, Ia kemudian diangkat sebagai anggota pemerintah kota (wethouder) pada bulan Oktober 1938 untuk menggantikan anggota yang meninggal dunia.

Wali Kota Surabaya

Ketika pihak Belanda meninggalkan Surabaya pada bulan Februari 1942, Radjamin menggantikan tugas wali kota W.A.H. Fuchter dalam menjalankan pemerintahan kota. Setelah Jepang mengambil alih kekuasaan di Hindia Belanda pada tahun 1942, ia tetap bekerja di pemerintah kota dan diangkat sebagai wakil dari wali kota yang ditunjuk Jepang, Takahashi Ichiro. Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Ichiro menyerahkan jabatan wali kota kepada Radjamin pada 17 Agustus 1945. Namun, mulai tanggal 28 Agustus 1945, fungsi pemerintahan kota diambil alih oleh Komite Nasional Indonesia Daerah, yang dipimpin oleh Doel Arnowo. Radjamin di atas kertas tetap menjabat sebagai wali kota "dalam pengasingan". Selama Pertempuran Surabaya, Radjamin merangkap jabatan sebagai kepala dinas kesehatan karena pengalaman medisnya. Ia juga mengendalikan operasi pencarian dan penyelamatan. Ia juga membantu mengurus pengungsi yang mengungsi dari Surabaya ke Mojokerto dan Tulungagung.

Setelah Konferensi Meja Bundar, Surabaya mengalami pertikaian dualisme kepemimpinan. Radjamin tetap menjabat sebagai wali kota yang ditunjuk oleh Republik Indonesia, sebagaimana diakui oleh pemerintah Republik yang berkedudukan di Yogyakarta, sementara wali kota lainnya Indrakusuma telah ditunjuk oleh pemerintah Republik Indonesia Serikat yang berkedudukan di Jakarta. Akhirnya, Radjamin diberhentikan dengan hormat dari jabatan wali kotanya oleh pemerintah Yogyakarta pada tanggal 31 Maret 1950 dan ditugaskan kembali sebagai pegawai negeri sipil di Kementerian Dalam Negeri, sementara ia juga diberi gaji untuk tugas wali kotanya berlaku surut sejak tahun 1948. Radjamin kemudian mencalonkan diri sebagai calon legislatif di bawah Parindra dalam pemilihan legislatif tahun 1955, tetapi tidak terpilih.

Sepak bola

Selama tinggal di Medan, Nasution pernah menjabat sebagai presiden klub sepak bola Deli Voetbal Bond (sekarang PSDS Deli Serdang. Ia juga mendirikan klub SKVB (Soerabajasche Kantoor Voetbalbond), yang anggotanya adalah pekerja kantoran Surabaya. Kemudian, klub tersebut bergabung dengan Persebaya Surabaya pada tahun 1950. Ia menjabat sebagai presiden Persebaya antara tahun 1953 dan 1955.

Kematian

Nasution meninggal pada 10 Februari 1957, dan dimakamkan di Pemakaman Rangkah, Surabaya.

Referensi

  1. http://akhirmh.blogspot.com/2014/07/radjamin-nasoetion-walikota-surabaya_8073.html
  2. Dukut Imam Widodo, Soerabaia Tempo Doeloe Volume 2, halaman 488, 2002
  3. Tm Telaga Bakti Nusantara, Sejarah Perkeretaapian Indonesia-volume 1-halaman 25, 1997
Jabatan politik
Didahului oleh:
Takashi Ichiro
Wali Kota Surabaya
1945
Diteruskan oleh:
Indrakoesoema


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi politikus Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan