Jumat, 02 Oktober 2026
12:48 WIB
TERKINI
Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto: Langkah Krusial Menuju Kursi Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah

Qadariyah

salah satu mazhab akidah Islam Sunni

Bagikan:
Bagian dari seri
Islam
120px-Allah3.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Qadariyah (bahasa Arab:قدارية, translit. qadariyah) atau Qidiriyah adalah sebuah ideologi dan sekte bidah di dalam akidah Islam yang muncul pada pertengahan abad pertama Hijriah di Basrah, Irak. Tokohnya adalah Ma'bad Al-Juhani.[1] Kelompok ini memiliki keyakinan mengingkari takdir, yaitu bahwasanya perbuatan makhluk berada di luar kehendak Allah dan juga bukan ciptaan Allah. Para hamba berkehendak bebas menentukan perbuatannya sendiri dan makhluk sendirilah yang menciptakan amal dan perbuatannya sendiri tanpa adanya andil dari Allah.[2][3]

Ideologi

Ideologi Qadariyah murni adalah mengingkari takdir. Yakni tidak ada takdir, semua perkara yang ada merupakan sesuatu yang baru (terjadi seketika), di luar takdir dan ilmu Allah. Allah baru mengetahuinya setelah perkara itu terjadi.[4]

Namun paham Qadariyah yang murni dapat dikatakan telah punah, akan tetapi masih bisa dijumpai derivasinya pada masa sekarang, yaitu mereka tetap meyakini bahwa perbuatan makhluk adalah kemampuan dan ciptaan makhluk itu sendiri, meskipun kini menetapkan bahwa Allah sudah mengetahui segala perbuatan hamba tersebut sebelum terjadinya. Imam Al-Qurthubi berkata, “Ideologi ini telah sirna, dan kami tidak mengetahui salah seorang dari muta’akhirin (orang sekarang) yang berpaham dengannya. Adapun Al-Qadariyyah pada hari ini, mereka semua sepakat bahwa Allah Maha Mengetahui segala perbuatan hamba sebelum terjadi, tetapi mereka menyelisihi As-Salafush Shalih (yaitu) dengan menyatakan bahwa perbuatan hamba adalah hasil kemampuan dan ciptaan hamba itu sendiri.”[5]

Generasi pertama dari Qadariyah menolak sifat-sifat yang telah ditetapkan oleh Allah di dalam Al-Qur'an maupun sunnah. Pengingkaran ini mengenai keyakinan bahwa Allah dapat dilihat pada hari kiamat dengan penglihatan manusia. Mereka juga meyakini bahwa Al-Qur'an adalah makhluk. Pengingkaran lainnya mengenai pendahuluan ilmu Allah sebelum segala sesuatu yang baru belum terjadi. Sementara itu, golongan kedua dari Qadariyah meyakini bahwa Allah bukan merupakan pencipta dari tindakan-tindakan manusia. Golongan ini telah menetapkan keilmuan, tetapi menolak tingkatan penciptaan perbuatan manusia.[6]

Sejarah

Pelopornya sekte ini adalah Ma'bad al-Juhani, seorang penduduk kota Bashrah dan muridnya Ghailan ad-Dimasyqi. Paham bid'ah ini tersebar di Bashrah dan memengaruhi banyak penduduknya ketika tokoh kota tersebut, ‘Amr bin ‘Ubaid mengikuti paham ini.

Imam Al-Auza'i mengatakan, “Yang pertama kali mencetuskan paham mengingkari takdir adalah Susan, seorang penduduk Irak. Ia awalnya adalah seorang Nasrani yang masuk Islam, (namun) kemudian kembali kepada agamanya semula. Ma’bad al-Juhani menimba (paham ini) darinya, kemudian Ghailan bin Muslim ad-Dimasyqi menimbanya dari Ma’bad.”[7] Imam Muslim meriwayatkan dalam Kitab Shahih-nya dari Yahya bin Ya’mar, ia berkata, “Yang pertama kali memelopori (menyebarkan) paham ingkar takdir di Bashrah adalah Ma’bad al-Juhani.” “Penduduk Bashrah banyak yang terpengaruh dengan paham sesat ini setelah melihat ‘Amr bin ‘Ubaid mengikutinya.” [8]

Lihat pula

Rujukan

  1. ↑ Jawas, Yazid bin Abdul Qodir (1441 H/2020). Mulia Dengan Manhaj Salaf. Bogor: Pustaka At-Taqwa. hlm. 541. ISBN 9789791661133.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ http://www.fatwaislam.com/fis/index.cfm?scn=fd&ID=1357
  3. ↑ "Discussion of the hadeeth, "The Qadariyyah are the Magians of this ummah" - Islam Question & Answer". islamqa.info (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-28.
  4. ↑ lihat kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, karya Imam an-Nawawi, 1/138
  5. ↑ Fathul Bari, karya al-Hafizh Ibnu Hajar, 1/145
  6. ↑ Al-'Aqil, Muhammad bin A. W. (2018). Bamuallim, M., dan al-Faiz, M. S., (ed.). Manhaj Aqidah Imam Asy-Syafi'i. Diterjemahkan oleh Idris, N., dan Zuhri, S. Jakarta: Pustaka Imam Syafi'i. hlm. 559.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  7. ↑ Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnati wal Jama’ah, karya Al-Lalika'i, 4/827
  8. ↑ lihat perkataan Al-Imam as-Sam’ani dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, karya Imam An-Nawawi, 1/137.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan