Sabtu, 07 November 2026
05:13 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Podocarpaceae

Podocarpaceae

Bagikan:
Podocarpaceae
250px-Podocarpus_macrophyllus_inumaki.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun dan runjung biji tua Podocarpus macrophyllus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Podocarpaceae

Genera
Artikel takson sembarang

Podocarpaceae atau Suku Melur-meluran adalah satu famili besar dari konifer yang hidup di belahan Bumi selatan, dengan 18-19 genus dan sekitar 170-200 spesies pohon dan semak yang selalu berdaun sepanjang tahun. Familia ini adalah anggota klasik dari flora Antartika, yang pusat keanekaragamannya berada di wilayah Australasia, terutama New Caledonia, Tasmania, Selandia Baru, dan agak sedikit meluas ke Malesia dan Amerika Selatan (terutama di pegunungan Andes). beberapa genus sebarannya meluas ke utara khatulistiwa ke Indocina dan Filipina. Genus Podocarpus menyebar di utara sejauh selatan Jepang dan selatan Cina di Asia serta Mexico di Amerika, dan genus Nageia hingga selatan Cina dan selatan India. Dua genus juga terdapat di Afrika sub-Sahara, yaitu Podocarpus yang penyebarannya luas dan Afrocarpus yang endemik.

Parasitaxus usta merupakan konifer unik karena ia adalah satu-satunya konifer parasit. Ia ada di New Caledonia, di situ ia merupakan parasit anggota Podocarpaceae lain, Falcatifolium taxoides.

Genus Phyllocladus, yang disini dimasukkan sebagai Podocarpaceae berdasarkan bukti genetis, oleh beberapa botanis ditempatkan pada familinya sendiri Phyllocladaceae.

Taksonomi

Famili Podocarpaceae sangat beraneka ragam, baik dari segi morfologi maupun ekologi. Anggotanya berada terutama di belahan Bumi selatan, dengan ragam jenis yang umum ada di New Caledonia, Selandia Baru dan Tasmania. Keanekaragaman spesies Podocarpus terutama berada di Amerika Selatan dan pulau-pulau di Indonesia, Indonesia juga kaya akan spesies Dacrydium dan Dacrycarpus.

Podocarpus L’Hér. ex Pers. (dengan 107 spesies) dan Dacrydium Sol. ex Forst adalah genus terbesar. Beberapa genus umum terdapat di Selandia Baru dan Amerika Selatan, yang mendukung pandangan bahwa Podocarpaceae dulu menyebar luas pada Gondwana selatan. Pemisahan Gondwana menimbulkan spesiasi besar-besaran famili Podocarpaceae.

Hingga 1970 hanya tujuh genus Podocarpaceae yang dikenal - Podocarpus, Dacrydium, Phyllocladus, Acmopyle, Microcachrys, Saxegothaea dan Pherosphaera. Semua takson dari Afrika berada pada Podocarpus - P. falcatus, P. elongatus, P. henkelii dan P. latifolius.

Taksonom membagi spesies dari Podocarpus menjadi delapan kategori berdasarkan anatomi daun (Afrocarpus J. Buchholz & N. E. Gray, Dacrycarpus Endl., Eupodocarpus Endl., Microcarpus Pilg., Nageia (Gaertn.) Endl., Polypodiopsis C.E. Bertrand (non Polypodiopsis Carriére nom. rej. prop.6), Stachycarpus Endl. and Sundacarpus J. Buchholz & N.E. Gray). Studi embriologi, dan perkembangan gametofit, struktur runjung betina dan sitologi, membawa kepercayaan bahwa delapan kategori tersebut mungkin pantas mendapat status genus. Para peneliti setuju pada kebutuhan untuk mengenali ‘pengelompokan yang cukup alami yang membuktikan memiliki kohesi yang baik dan mungkin kohesi evolusioner’ dan mengambil langkah yang perlu untuk mengangkat tiap seksi pada status genus.[1]

Referensi

  1. ↑ Barker, N.P., Muller, E.M., and Mill, R.R. (2004). A yellowwood by any other name: molecular systematics and the taxonomy of Podocarpus and the Podocarpaceae in southern Africa Diarsipkan 2008-04-08 di Wayback Machine. South African Journal of Science, 100: 629-632.
  • Quinn, C. J. & Price, R. A. Phylogeny of the Southern Hemisphere Conifers. Proc. Fourth International Conifer Conference 129-136 (2003).

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan