Sabtu, 26 September 2026
16:24 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sempilor

Sempilor

genus tumbuh-tumbuhan

Artikel takson sembarang

Dacrydium atau pohon sempilor adalah genus dari tumbuhan runjung yang termasuk familia podocarp Podocarpaceae. Hingga saat ini terdapat enam belas spesies konifer berumah dua dan semak-semak yang telah dikenali. Genus ini pertama kali dideskripsikan oleh Solander pada tahun 1786, genus ini sebelumnya berisi lebih banyak spesies. Namun, kemudian dibagi ke dalam bagian A, B, dan C oleh Florin pada tahun 1931. Revisi de Laubenfels dan Quinn (lihat referensi), mereklasifikasi mantan bagian A sebagai genus baru Falcatifolium, membagi Bagian C ke genera baru Lepidothamnus, Lagarostrobos dan Halocarpus, serta mempertahankan Bagian B sebagai genus Dacrydium.

Habitat alami Dacrydium memanjang dari Selandia Baru, Kaledonia Baru, Fiji dan Kepulauan Solomon melalui Malesia (New Guinea, Indonesia, Malaysia dan Filipina), hingga Thailand dan selatan Cina.

Referensi

  • de Laubenfels, David J. 1969. A revision of the Melanesia and Pacific rainforest conifers, I. Podocarpaceae, in part. Journal of the Arnold Arboretum 50:274-314.
  • Quinn, C.J. 1982. Taxonomy of Dacrydium Sol. ex Lamb. emend. de Laub. (Podocarpaceae). Australian Journal of Botany 30: 311-320.


Ikon rintisan

Artikel bertopik konifer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan