Jumat, 02 Oktober 2026
02:57 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti

Piso Surit

lagu rakyat Batak Karo

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang lagu Karo karangan komponis Djaga Depari. Untuk kegunaan lain, lihat Piso Surit (disambiguasi).

Piso Surit adalah salah satu lagu,[1] syair, serta tarian[2] budaya Suku Karo yang menggambarkan seorang pria yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan seperti burung pincala (burung yang berekor panjang dan pandai bernyanyi) yang sedang memanggil-manggil.[3]

Lagu ini seharusnya dinyanyikan oleh seorang pria. Dari rangkaian lirik lagunya, lebih dapat kesan sang penyanyi adalah seorang pria. Lirik lagu ini juga memberikan kesan bagaimana cara Orang Karo zaman dulu berpacaran.

Lirik lengkap lagu Piso Surit [4]

Piso Surit Piso Surit

terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

Piso Surit Piso Surit
terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

i ja kel kena tengahna gundari
siangna menda turang atena wari
entabeh naring mata kena tertunduh
kami nimaisa turang tangis teriluh

nggo nggo me dagena mulih me dage kena
bage me nindu rupa ari agi kakana

tengah kesain keri lengetna
remang mekapal turang seh kel bergehna
tekuak manuk ibabo geligar
enggo me selpat turang kite-kite ku lepar

Piso Surit Piso Surit
terdilo-dilo terpingko-pingko
lalap la jumpa ras atena ngena

nggo nggo me dagena mulih me dage kena
bage me nindu rupa ari agi kakana
nggo nggo me dagena mulih me dage kena

bage me nindu rupa ari agi kakana

Piso dalam bahasa Karo sebenarnya berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit merupakan nama sejenis pisau khas budaya Suku Karo. Sebenarnya Piso Surit adalah kicau burung yang suka bernyanyi.[2][5] Kicau burung ini bila didengar secara saksama sepertinya sedang memanggil-manggil dan kedengaran sangat menyedihkan. Burung Piso Surit biasanya berkicau di sore hari. Jenis burung tersebut dalam bahasa karo disebut "pincala" bunyinya nyaring dan berulang-ulang dengan bunyi seperti "piso serit".[3] Kicau burung inilah yang di personifikasi oleh Komponis Nasional dari Taneh Karo Djaga Depari dari Desa Seberaya, Kabupaten Karo.[1][5]

Referensi

  1. 1 2 Yuliana, Cendi. Kesenian Daerah dan Lagu-Lagu Daerah. hlm. 5 Edisi pertama, Widya Duta Grafika, 2008.
  2. 1 2 Diary Kebudayaan Sumut (2024-11-01), Tari Piso Surit | Warisan Budaya Takbenda Karo, diakses tanggal 2026-02-02
  3. 1 2 "Tari Piso Surit: Pesona Tarian Penyambutan Khas Batak Karo". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2026-02-02.
  4. ↑ Lirik Lagu Piso Surit
  5. 1 2 Lubis, S, H, P. (2017). Piso surit dalam distorsi (aplikasi musik multimedia): lap. Karya seni . Padangpanjang: ISI Padangpanjang.
Wilayah tradisional
120px-Batak_Karo_House_at_Dokan_Village_%2801%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Museum_Pusaka_Karo.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
60px-Kantor_Sinode_Moderamen_GBKP_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Museum_Karo_Lingga.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Taman_Monumen_Aannemer_Batiren_Purba.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sistem kekerabatan
Marga
Bahasa dan kesusastraan
Hidangan khas
Falsafah
Upacara adat
Seni dan budaya
Alat musik tradisional
Agama
Mitologi
Ikon rintisan

Artikel bertopik seni ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan