Minggu, 20 September 2026
12:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Pertempuran Agincourt

Pertempuran Agincourt

Pertempuran Agincourt
Bagian dari Perang Seratus Tahun
250px-Morning_of_the_Battle_of_Agincourt%2C_25th_October_1415.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Morning of the Battle of Agincourt, 25 October 1415 oleh Sir John Gilbert (1884)
Tanggal25 Oktober 1415
LokasiDekat Azincourt, Prancis
Hasil Kemenangan Kerajaan Inggris
Pihak terlibat
 Kerajaan Inggris  Kerajaan Prancis
Tokoh dan pemimpin
Henry V dari Inggris Charles d'Albret, Jean II dari Alençon, Charles dari Orléans
Kekuatan
± 6.000 prajurit (sekitar 5.000 pemanah panjang dan 1.000 ksatria) ± 15.000–20.000 prajurit (termasuk 10.000 ksatria)
Korban
Sekitar 400 tewas 6.000–10.000 tewas, termasuk banyak bangsawan utama

Pertempuran Agincourt (bahasa Inggris:Battle of Agincourt; dalam bahasa Prancis disebut Bataille d'Azincourt) adalah pertempuran besar dalam Perang Seratus Tahun yang terjadi pada 25 Oktober 1415 antara Kerajaan Inggris yang dipimpin Raja Henry V dari Inggris dan Kerajaan Prancis. Pertempuran ini berlangsung di dekat desa kecil Agincourt (kini Azincourt) di Prancis utara, dan berakhir dengan kemenangan besar Inggris meskipun jumlah pasukannya jauh lebih sedikit.[1]

Latar belakang

Setelah berhasil merebut Harfleur pada September 1415, Raja Henry V bermaksud mundur ke Calais, tetapi dihadang oleh pasukan Prancis yang jauh lebih besar. Kondisi pasukan Inggris sangat lelah dan kekurangan logistik akibat pengepungan panjang di Harfleur, tetapi Henry tetap memilih untuk berhadapan di medan terbuka.[2]

Prancis berusaha menghalangi jalan mundur Inggris ke Calais dan memaksa pertempuran di dataran sempit di antara dua hutan dekat Agincourt. Tanah yang berlumpur akibat hujan deras malam sebelumnya memainkan peran besar dalam jalannya pertempuran.

Jalannya pertempuran

Pagi 25 Oktober 1415, pasukan Inggris membentuk formasi tradisional mereka: pemanah panjang di sayap dan infanteri di tengah, dengan deretan pancang tajam untuk menghalau kavaleri. Pasukan Prancis, sebagian besar ksatria berat, maju di medan berlumpur yang memperlambat gerak mereka.

Pemanah panjang Inggris melepaskan tembakan beruntun yang menembus zirah ringan dan menumbangkan banyak ksatria. Ketika pasukan Prancis yang pertama mundur dalam kekacauan, gelombang berikutnya terjebak di antara mayat dan lumpur, membuat mereka mudah diserang infanteri Inggris.[3]

Henry V sendiri turun langsung ke garis depan dan hampir tewas setelah helmnya retak terkena serangan dari adipati Alençon. Namun, disiplin tinggi dan keunggulan taktik Inggris membuat kemenangan tak terbantahkan menjelang sore hari.

Korban dan akibat

Pasukan Prancis kehilangan sekitar 6.000 hingga 10.000 orang, termasuk banyak bangsawan terkemuka seperti Charles d'Albret, Jean II dari Alençon, dan Philip dari Bourgogne. Sementara korban Inggris diperkirakan kurang dari 400 orang.[4]

Kemenangan ini mengukuhkan reputasi Henry V sebagai salah satu pemimpin militer paling brilian dalam sejarah Inggris. Ia kemudian melanjutkan kampanyenya di Prancis, yang berujung pada Perjanjian Troyes (1420), di mana ia diakui sebagai pewaris takhta Prancis.

Warisan sejarah

Pertempuran Agincourt menjadi simbol kejayaan militer Inggris dan sering diabadikan dalam sastra, terutama melalui karya William Shakespeare dalam drama Henry V, yang memuat pidato terkenal “We few, we happy few, we band of brothers”.

Pertempuran ini juga dipelajari dalam konteks taktik militer abad pertengahan, khususnya efektivitas pasukan pemanah panjang Inggris terhadap kavaleri berat Prancis.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. Burne, Alfred H. The Agincourt War: A Military History of the Latter Part of the Hundred Years War from 1369 to 1453. Eyre & Spottiswoode, 1956.
  2. Curry, Anne. Agincourt: A New History. Tempus Publishing, 2005, hlm. 72.
  3. Keegan, John. The Face of Battle. Penguin Books, 1976.
  4. Curry, Anne. The Battle of Agincourt: Sources and Interpretations. The Boydell Press, 2000.
  5. Gravett, Christopher. English Longbowman 1330–1515. Osprey Publishing, 1992.

Pranala luar

Perang Seratus Tahun
PertempuranPengepunganChevauchée
Raja Prancis dan InggrisTraktat damaiTokoh
Armagnac dan BurgundiaJacquerie
Perang Suksesi BrittaniaPerang Saudara Castile
Bagian dari seri tentang
Sejarah Prancis
Lambang Nasional Prancis
Konvensi Nasional (17921795)
Direktorat (17951799)
Konsulat (17991804)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan