Minggu, 20 September 2026
16:24 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Persona

Persona

330px-Guatemala-Mask.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dalam bahasa Latin, persona awalnya memiliki arti "topeng".

Persona atau personae, dalam penggunaan sehari-hari dari kata tersebut, adalah sebuah peran sosial atau karakter yang dimainkan oleh seorang aktor. Kata tersebut berasal dari bahasa Latin, di mana kata tersebut awalnya ditujukan kepada sebuah topeng teatrikal.[1] Kata Latin tersebut diyakini berasal dari Etruskan "phersu", dengan pengartian sama, dan kata itu sendiri berasal dari kata πρόσωπον (prosōpon) dalam bahasa Yunani. Pengartiannya pada zaman Romawi akhir diubah untuk mengindikasikan sebuah "karakter" dari sebuah penampilan teatrikal atau pengadilan hukum, saat kata tersebut dipakai untuk orang-orang berbeda yang memainkan peran yang sama, dan atribut-atribut hukum seperti hak, kuasa, dan tugas mengikuti peran tersebut. Orang-orang yang sama sebagai aktor dapat memainkan peran berbeda, masing-masing dengan atribut hukumnya sendiri, terkadang dalam penampilan pengadilan yang sama. Menurut sumber lainnya, yang juga menyatakan bahwa asal muasal istilah tersebut tak terlalu jelas, persona diyakini berkaitan dengan pengucapan bahasa Latin per-sonare, yang artinya: melalui suara, dalam hubungannya dengan topeng teatrikal yang disebutkan di atas.

Dalam konteks web sosial, para pemakai memakai persona virtual yang juga diartikan menjadi identitas maya atau internet.

Persona dalam Kajian Psikologi

Persona merupakan topik inti yang menjadi perhatian C.G. Jung

Kutipan

  1. Bishop, Paul (Juli 30, 2007). Analytical Psychology and German Classical Aesthetics: Goethe, Schiller, and Jung, Volume 1: The Development of the Personality. Taylor & Francis. hlm. 157–158. ISBN 978-0-203-96088-2. Diakses tanggal Agustus 27, 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan