Minggu, 20 September 2026
20:44 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Perry Pattiselanno

Perry Pattiselanno

Ini adalah nama Maluku, (Ambon), marganya adalah Pattiselanno
Perry Pattiselanno
Perry_Pattiselano.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Lahir
Perry Patiselano

(1950-07-25)25 Juli 1950
Meninggal9 Oktober 2005(2005-10-09) (umur 45)
Pekerjaanmusisi Jazz
Masa aktif1967 - 2005
KerabatOele Pattiselanno

Perry Pattiselanno (Surabaya, 25 Juli 1960Amman, Yordania, 9 November 2005) adalah seorang musisi jazz Indonesia.

Memainkan instrumen bas, Pattiselanno pernah bergabung dengan kelompok jazz terkenal, Indonesian All Stars, yang beranggotakan seniman jazz terbaik Indonesia pada zamannya, yaitu Bubi Chen, Jack Lesmana, Benny Mustapha van Diest, dan Maryono, pada tahun 1967. Saat itu ia menggantikan posisi bas yang ditinggalkan Jopie Chen, kakak Bubi.

Perry, yang merupakan bungsu dari empat bersaudara keluarga Pattiselanno juga pernah mendukung kelompok The Jazz Riders. Ia juga menjadi pemain bas untuk kelompok Embong Rahardjo sampai Idang Rasjidi. Di kalangan seniman jazz, Pattiselanno dikenang sebagai pemusik yang rendah hati, tidak suka menonjolkan diri. Dalam pandangan Ireng Maulana, Pattiselanno adalah pemain bas yang kaya harmoni dengan pengetahuan chords yang sangat luas.

Ia meninggal dalam perjalanan dari Hotel Grand Hyatt di Amman, Yordania ke sebuah rumah sakit militer di sana setelah terjadinya serangan bom bunuh diri di hotel itu. Pada saat pengeboman tersebut, Pattiselanno sedang bermain di sebuah bar di hotel tersebut. Ia tampil bersama dua rekannya dari Jakarta, yaitu penyanyi Pinky Safira dan pianis Haryono Puspaningrat, yang selamat dari musibah. Saat meninggal dunia, ia baru saja berada di Amman selama enam hari dari kontrak selama enam bulan yang seharusnya dijalaninya.

Dari pernikahannya dengan Fitri, ia memperoleh tiga orang anak bernama Cindy, Pedro, dan Pierre.

Pranala luar

Jazz fusion
Jazz latin
Avant-jazz
Modal jazz
Post Bop
Cool jazz
Bebop
Swing
Dixieland
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan